Imam Herlambang Blog

Menu

Category: Motivasi

5 Mental Blok

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Sebenarnya, bahan artikel kali ini sudah ada di handphone saya sejak sekitar 2 tahun yang lalu, saat saya menghadiri seminar Ippho Santosa di Jakarta Utara. Sambil menunggu Ippho Santosa datang, akhirnya Pak Iwan Agustian (Jika Anda orang Depok, pasti Anda tahu bahwa beliau adalah owner Semerbak Coffee) memberikan materi tentang mental blok ini.

Beliau memberikan beberapa ciri-ciri seseorang mempunyai mental blok (untuk yang belum paham apa itu mental blok, silahkan bisa di cari lewat Google ya, atau nanti bisa saya posting di artikel berikutnya.

Menunda

Menunda ini salah satu ciri mental blok yang hampir semua orang pernah mengalami nya. Akibat mengulur-ulur waktu (karena merasa pede waktunya masih banyak, akhirnya ditunda-tundalah pekerjaannya), akhirnya aktivitas kita bisa terganggu, yang tadinya bisa dikerjakan tepat waktu, atau bisa dikerjakan di awal waktu, karena ditunda jadinya aktivitas kita bisa berantakan karena hal menunda tersebut.

Negative Thinking

Apapun yang terjadi, perasaan, pikiran, hati, selalu saja berprasangka negatif, selalu saja ada perasaan tidak baik. Kalau dibiarkan secara berlanjut, maka ini bisa jadi suatu habits yang buruk, yang lama kelamaan akan merusak hati kita.

Bukankah Positive Thinking itu jauh lebih baik?

Tidak Konsisten

Nah, penyakit mental blok berikutnya ini berkaitan dengan konsistensi kita. Tidak konsisten juga salah satu penyakit mental blok yang cukup parah. Hidup ini tidak terlepas dari sebuah keputusan, saat kita bangun kita memutuskan untuk mandi, makan, dan beraktivitas. Tapi bagaimana kalau keputusan tersebut kita rubah-rubah semau hati kita? Tentu orang lain akan mencap diri kita sebagai “Orang yang tidak konsisten”. Nah untuk itu, apapun keputusan kita, konsistenlah dengannya.

Setelah memutuskan sebuah keputusan, pastikan kita juga sudah siap menerima konsekuensi nya juga. Berpindah-pindah konsistensi malah yang justru menjadi hadirnya banyak konsekuensi diluar yang kita duga.

So, buatlah keputusan kita, dan terimalah konsekuensinya, apapun itu. Dan jangan menyesal atas keputusan kita.

5 Mental Blok
5 Mental Blok (sumber: http://www.pixafy.com/)

Takut Berbicara di Depan Umum

Penyakit ini sering menghinggap pada siswa-siswa di sekolah, bahkan yang masih mahasiswa pun juga banyak yang punya penyakit ini. Saya sendiri dulu pernah punya penyakit ini, penyakit takut berbicara di depan umum.

Ternyata, setelah saya coba beberapa kali memaksakan tampil di depan umum (dengan latihan presentasi di depan kelas sudah cukup), penyakit itu perlahan hilang. Saya menjadi lebih percaya diri berbicara di depan umum.

Untuk Anda yang mungkin punya penyakit ini, segeralah latihan berbicara di depan umum. Untuk latihan bisa dimulai dari mempimpin ketua kelompok di kampus, lalu mulai kepada presentasi kepada teman-teman, lalu presentasi di depan dosen. InsyaAllah lama-lama penyakit itu akan hilang.

Inferior (Merasa Diri Rendah)

Nah ini dia, perasaan minder, merasa diri lebih rendah daripada orang lain, merasa malu-malu. Sebenarnya ini juga temannya penyakit takut berbicara di depan umum. Hanya saja penyakit inferior ini biasanya terjadi di segala aspek aktivitas (tidak hanya masalah bicara di depan umum).

Biasanya inferior terjadi di tengah-tengah kelompok yang menurut kita lebih tinggi derajatnya, atau lebih tinggi ilmunya diantara kita. Tapi ketahuilah, tiap-tiap manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Jika kita punya penyakit seperti ini, segera temukan kelebihan kita (minimal untuk menyamaratakan penyakit inferior kita). Dengan begitu, perlahan penyakit inferior itu akan hilang dan tergantikan dengan perasaan percaya diri.


 

Itulah kira-kira 5 mental blok yang sering dialami banyak orang. Saya sendiri masih memiliki beberapa penyakit di atas, dan masih terus berusaha menghilangkannya. Untuk Anda yang memiliki semua penyakit di atas, cobalah untuk menghilangkan satu per satu. InsyaAllah jika kita mau usaha, penyakit-penyakit negatif itu akan hilang.

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…

Menunjukkan Amarah?

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Agak unik memang jika kita selalu berbicara tentang amarah dan memaafkan, itulah satu paket yang harus kita pelajari sedini mungkin. Karena dari situlah akan terlihat sosok asli kita seperti apa.

Banyak juga mungkin orang-orang yang memang sudah memaafkan, mereka sudah bilang bahwa sudah memaafkan. Tetapi mereka masih sempat saja menunjukkan amarah mereka, dengan hanya satu tujuan. Apa itu?

Tujuannya simpel saja, mereka ingin orang lain itu mengetahui bahwa mereka sedang marah, dan orang tersebut harus mulai meminta maaf. Hal seperti ini semakin aneh saja. Katanya memaafkan, tetapi masih mengungkit-ungkit perasaan amarahnya.

Memaafkanlah dengan tulus, bahkan tanpa membuat orang lain tahu bahwa kita sedang marah. Lawanlah amarah di dalam diri sendiri. Karena dalam amarah dan memaafkan, yang justru kita hadapi bukanlah orang lain. Tetapi melainkan diri sendiri dan syaitan.

Jika kita menang melawan diri sendiri, maka kita sudah pasti tidak perlu lagi mengungkit-ungkit amarah kita yang sudah terjadi tersebut. Kita mengikhlaskan apa yang sudah terjadi dengan tulus. Tanpa mengungkit-ungkit kembali.

Keikhlasan juga merupakan salah satu kunci kebahagiaan, Ikhlas berarti kita sudah bahagia dengan diri kita pada saat yang sekarang. Dan tidak terpengaruh apapun yang ada pada masa lalu kita.

Memang pada awalnya amat sulit untuk bertarung melawan diri sendiri yang sering dikelilingi sifat syaitan ini. Tetapi saya yakin, jika dengan latihan hal tersebut akan bisa kita lewati. Saya sendiri sudah berkali-kali latihan mengenai hal ini. Sampai sekarang pun memang masih belum sempurna, tetapi saya tetap mengusahakan melakukan hal tersebut.

Ingat untuk selalu tidak menunjukkan amarah, ingat untuk selalu mengikhlaskan apa yang memang sudah terjadi. Hidup akan lebih cerah, bahagia dan nyaman jika kita bisa selalu fokus terhadap masa sekarang dan masa depan.

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…

Taatilah Aturan

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Setiap segala sesuatu ada aturannya yang sudah semestinya kita ikuti dan taati. Aturan dibuat untuk kita taati bersama, bukan untuk dilanggar. Karena pembuat aturan peduli dengan mereka yang menggunakan aturan tersebut, agar tidak terjadi kesalahan. Itulah fungsi dari aturan.

Ironisnya, hampir di atas 70% orang tidak terlalu peduli dengan aturan. Baik itu aturan yang berguna bagi mereka, ataupun aturan yang memang tidak berguna dan tidak penting bagi mereka. Padahal sejatinya, aturan itu demi kepentingan bersama.

Sebagai contoh, saya sebagai seorang WordPress Theme Developer yang biasa bekerja sebagai pembuat theme WordPress, saya berusaha semaksimal mungkin untuk mematuhi aturan-aturan tata cara membuat theme. WordPress menyediakan banyak aturan yang harus dipakai untuk para developer-nya. Dengan tujuan agar, supaya kode yang ditulis bisa dikenal oleh para developer lainnya, dan juga supaya sesuai dengan standarisasi WordPress, sehingga akan meminimalisir kerusakan.

Tentu tidak semua orang setuju dengan aturan yang sudah ada. Oleh karena itu bisa kita lihat banyak sekali orang yang ‘masa bodo’ dengan aturan. Mereka dengan seenaknya saja melanggar aturan, tanpa tahu akibatnya.

Bolehlah dia tidak kenapa-kenapa melanggar aturan, tetapi pihak lain akan merasa dirugikan. Sudah melanggar aturan, menyebabkan hal buruk menimpa orang lain. Jelas sudah mereka melakukan 2 kesalahan besar.

Aturan, sebagaimanapun tidak terlalu berarti bagi kita, taatilah semampu kita. Jika kita sudah mengetahui tentang aturan itu. Taatilah dengan semaksimal, semampu kita.

Menyebranglah di tempat penyebrangan yang sudah disediakan, pakailah helm pada saat berkendara, buanglah sampah pada tempatnya, berhentilah sebelum garis putih pada lampu lalu lintas, jangan mengambil jalur trotoar, dan masih banyak lagi aturan-aturan sederhana tetapi sangat fatal sekali bila dilanggar.

Tidak perlulah menjelek-jelekkan negara ini, jika kita masih saja melanggar aturan-aturan yang ada. Sadar diri jika kita masih sering melanggar. Perbaiki diri dengan terus melakukan pembenahan diri untuk bisa menaati aturan yang ada.

Hargai para pembuat aturan, mereka-lah orang-orang yang peduli akan keindahan, ketertiban, keteraturan. Hargai dengan menaati aturan yang telah dibuat. Dengan demikian saya yakin pastinya hidup ini akan jauh lebih teratur dan lebih tertib. Mulai dengan diri sendiri, dan ajaklah orang lain untuk menaati aturan.

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…

Penderitaan Sesaat

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

“Kalau tidak tahan dengan penderitaan sesaat untuk menjadi lebih baik, bersiap-siaplah mengalami penderitaan panjang karena penyesalan”

Banyak yang mengeluh tentang kesabaran yang sedang mereka alami. Banyak juga yang tidak mengeluh walaupun berbagai macam cobaan datang. Masing-masing orang memiliki karakteristik yang unik dalam menghadapi ujian yang datang kepada dirinya.

Namun, sebenarnya kesuksesan itu tidak semudah yang banyak orang ucapkan. Sukses itu tidak mudah, jika sukses itu mudah, maka sukses tentu tidaklah menarik bagi kita. Sulitnya sukses-lah yang menjadikan orang semakin tertantang dengannya.

Dibalik kesuksesan tentunya banyak sekali penderitaan-penderitaan yang orang hadapi, itu salah satu bentuk ujian yang mau tidak mau harus dihadapi dalam keadaan apapun.

Hadiah dari ujian itu adalah kesuksesan. Namun konsekuensi yang hadir akibat tidak mau mengambil ujian tersebut adalah bisa-bisa kita semakin mengalami penderitaan yang panjang. Lebih panjang daripada ujian kesuksesan.

Merasa menderita sesaat untuk sebentar lagi menuju sukses itu sangatlah wajar. Yang tidak wajar adalah mengeluh tentang penderitaan tersebut kepada orang banyak, yang hanya akan menurunkan citra diri kita dihadapan orang banyak.

Diri kita berharga, janganlah menjatuhkan citra diri kita dihadapan orang lain dengan memamerkan kesulitan-kesulitan kita dihadapan orang lain. Anggaplah penderitaan yang kita hadapi sekarang ini sebagai bentuk ujian yang ALLAH berikan kepada kita. Jika kita mampu melewati penderitaan sesaat ini, tentu kita akan lebih mudah meraih kesuksesan yang sudah kita idam-idamkan selama ini.

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…

Batu Kecil

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Saat saya masih SMA, guru favorit saya, yang sudah saya ceritakan di beberapa artikel lalu, yaitu Pak Hanura Weldi, dalam satu kesempatan beliau memberitahukan nasihat yang begitu berharga. Sampai sekarang nasihat itu saya gunakan di dalam setiap langkah yang saya pilih.

Karena setiap langkah yang saya pilih terkait langsung dengan kesadaran hidup yang ada pada diri saya. Begitupun nasihat yang diberikan oleh Pak Hanura Weldi, nasihat yang selalu saja sederhana, tetapi menyimpan makna yang amat dalam.

“Kita terjauh oleh batu yang kecil, bukan oleh batu yang besar, jika kita terjatuh oleh batu yang besar, itu tandanya kita buta”

Sekilas, kata-kata tersebut sederhana, tetapi sebenarnya kata-kata tersebut menyimpan banyak arti. Dan kata-kata tersebut bisa kita jadikan salah satu bagian dari motivasi kita dalam melakukan suatu aktifitas kita.

Ya, benar saja… Kita kadang terjatuh, terpeleset, tersandung oleh batu yang kecil, bukan batu yang besar. Kenapa demikian? Dalam kehidupan nyata kita sehari-harinya, kita biasanya terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan, tergesa-gesa dalam berjalan. Hingga suatu saat kita terjatuh oleh hal-hal sepele dalam keputusan-keputusan kita.

Sayangnya memang demikian, kita terlalu sibuk dengan apa yang di depan mata kita, tetapi kita tidak memperhatikan hal-hal kecil yang ada. Padahal itu amatlah fatal bagi kita. Jika sudah terjatuh, mungkin saja rencana-rencana kita gagal, bisa jadi orang yang sedang kita temui, tidak jadi.

Batu kecil bisa juga diibaratkan terlalu menggampangkan sesuatu, sehingga hal-hal kecil yang terlihat pun dilalui begitu saja. Sampai suatu saat itu akan menjadi masalah yang besar bagi kita.

Tetapi tidak dengan batu besar. Batu besar adalah hal-hal yang selalu kita pandang sebagai hal-hal yang sudah pasti memberikan efek buruk kepada kita. Tentu kita tidak ingin kan terkena efek buruk?

Oleh karena itu kita pasti akan terhindar dari batu-batu besar. Dalam kehidupan nyata pun demikian. Saat pengendara motor terjatuh, hampir 90% terjadi karena tergelincir batu-batu yang kecil, bukan batu yang besar.

Demikianlah seharusnya kita khawatir dengan batu-batu kecil di sekeliling kita, kalau kita tidak hati-hati, kita pasti terjatuh karenanya. Berhati-hatilah dan ingatlah untuk selalu sadar kapanpun kita melangkah.

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…

Kesadaran Dalam Hidup

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Di dalam hidup yang kita jalani ini, seringkali kita tersandung oleh kesalahan-kesalahan kecil yang kita telah perbuat. Dan itu terjadi berkali-kali dalam hidup kita. Bahkan jika sudah tahu itu salah pun, kita tetap mengulanginya. Dan pada akhirnya kita menyesal telah melakukannya.

Tentu setelah menyesal, keesokannya kita akan tetap melakukan hal-hal yang merugikan tersebut. Hal semacam inilah yang dinamakan ketidaksadaran di dalam hidup kita.

Sudah berapa banyak orang yang mereka sendirinya tahu bahkan paham bahwa pacaran itu sebenarnya dosa karena itu bukanlah sebuah kedewasaan, melainkan beradegan dewasa. Sudah berapa banyak orang yang tahu bahwa marah hanya akan menghasilkan rasa sesal. Setelah mereka tahu, penyesalan mereka sudah telat.

Tidak untuk mereka saja, untuk kita pun yang sama-sama mengalami hal serupa, seringkali kita terjatuh oleh hal-hal kecil seperti itu. Kenapa demikian? Karena kita kurang menempatkan kesadaran di dalam hidup kita.

Tenang saja, saya pun masih belum sepenuhnya sadar kok, banyak juga kesalahan-kesalahan yang sering saya perbuat, dan belum sadar bahwa ternyata itu memang salah. Sehingga kesalahan itu tetap saya ulangi.

Dan tentunya ini wajar bagi kita manusia, karena kita memang tempatnya salah. Tempat tidak sempurna. Tetapi bagaimanapun, kita masih tetap harus latihan sadar. Melatih kesadaran diri kita dengan sebaik-baik dan sebenar-benarnya sadar.

Sadar dalam artian bahwa jika kita mengetahui bahwa itu adalah hal yang buruk, sebisa mungkin kita harus hindarkan itu sejauh-jauh mungkin. Sebelum penyesalan datang. Biasanya setelah penyesalan datang, barulah kita sadar. Tentu ini sangat telat sekali. Sebaliknya, kita harus mengaktifkan kesadaran kita, sebelum datangnya penyesalan.

InsyaALLAH, dengan sadar kita akan terhindar dari perbuatan sia-sia, yang berujung dosa. Dengan sadar kita bisa lebih memaksimalkan potensi diri kita yang belum kita keluarkan.

Mari kita sama-sama berupaya untuk membuat diri kita sadar setiap saatnya. Dengan menjaga pikiran kita jangan sampai terlena dengan rasa nyaman, karena rasa nyaman sebenarnya adalah musuh utama penghilang kesadaran kita.

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…

Penyakit Hati

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Telah banyak kita ketahui macam-macam penyakit hati, yang hanya akan berakibat buruk jika seseorang memiliki salah satu dari penyakit hati, seperti iri, dengki, dendam, dan perasaan lainnya.

Namun, kali ini saya akan sedikit membahas penyakit hati yang sering sekali terjangkit di beberapa orang. Terutama anak muda yang saat ini emosi nya sedang naik turun. Saya sendiri belum mengetahui apa nama penyakit ini, yang pasti penyakit ini sangat dekat sekali dengan penyakit iri dan dengki.

Fenomena ini saya lihat ketika saya membuka akun Twitter saya. Disaat banyak para penasehat atau motivator memberikan nasihat, saya menyempatkan diri saya untuk melihat balasan beberapa twit dari para followers mereka. Ternyata, banyak sekali yang merespon masing-masing dari twit para motivator tersebut. Ini menandakan bahwa apa yang disampaikan memang benar-benar sampai kepada followersnya.

Tetapi tidak sedikit juga diantara banyak followers para akun-akun motivator tersebut (baik yang personal, kelompok, maupun anonim) yang melancangkan sambutan negatif. Dan ketika saya lihat frekuensi balasan twit tersebut, ternyata belum ada 5 menit.

Ini menandakan bahwa bisa jadi seseorang tersebut merespon menggunakan emosi semata. Tanpa di pikirkan dengan baik maksud dan makna di balik twit mereka (para motivator). Dan banyak dari followers mereka bahkan mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan.

Saya yakin sekali, bahwa para motivator yang mempunyai followers banyak tersebut sudah teruji jam terbangnya. Dan pastinya mereka menyampaikan berdasarkan pengalamannya. Yang pasti tidak asal omong semata. Itulah yang membedakan orang yang bermental sukses dengan tidak.

Tetapi respon-respon negatif yang keluar dari beberapa followers mereka sungguh menggambarkan bahwa banyak sekali bisa kita lihat orang-orang disana yang menderita penyakit hati tersebut.

Simpelnya, para motivator memberikan nasihat baik, yang sudah teruji berdasarkan pengalamannya, tetapi malah direspon negatif. Beberapa pasti ada yang bilang “sok suci”, “sok pinter lu”, atau semacam “gausah ngomong doang deh”, dan masih banyak lagi respon-respon serupa yang keluar.

Percayalah, dengan respon semacam itu yang keluar, itu hanya akan menyakiti hati mereka sendiri. Seharusnya mereka-mereka yang menanggapi dengan negatif tersebut lebih bijak, lebih sadar, dan lebih menggunakan akalnya untuk merespon. Lihat-lihatlah terlebih dahulu twit-twit sebelumnya, atau maksud dibalik twit tersebut. Salah merespon hanya akan memperburuk citra diri dihadapan publik, dan sekali citra itu buruk, maka itu akan sulit sekali mengembalikannya.

Untuk kita semua, biasakanlah melihat lebih jelas terlebih dahulu apa yang dibaca dimanapun, jangan sampai salah persepsi dan hanya akan menimbulkan rasa malu kemudian karena salah merespon.

Dan percayalah bahwa apa-apa yang disampaikan oleh banyak orang-orang baik diluaran sana itu tentu memang baik untuk kita. Untuk kepentingan kita, untuk pengembangan diri kita, untuk menjadikan diri kita lebih baik dari sebelumnya.

Kuncinya adalah sadar, dan menggunakan logika, jika hal tersebut adalah baik, maka terima, dan jika hal tersebut buruk, buanglah jauh-jauh. Lagipula kalau itu buruk menurut mereka, belum tentu juga buruk menurut kita kan? Masing-masing dari diri kita sebenarnya mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Hanya saja banyak dari kita yang masih ‘tertidur’ dari alam sadar yang sesungguhnya.

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…

Penyesalan Terbesar

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Penyesalan adalah sesuatu yang bersifat irreversible[1], kita tidak pernah bisa mengembalikan apapun yang kita sesalkan, pun jika bisa, maka hal tersebut tidak pernah bisa kembali seperti semula (bentuk utuh).

Penyesalan di dunia memang seringkali terjadi bagi mereka yang sering lalai akan tanggung jawabnya, entah mungkin karena lupa atau mungkin disengaja. Namun demikian penyesalan tetaplah penyesalan, sebesar apapun penyesalan yang kita tunjukkan, keadaan yang sudah terjadi tidak bisa kita kembalikan. Waktu telah pergi dan penyesalan pun telah datang.

“Kelak… Penyesalan terbesar akan terjadi nanti… Di Akhirat. Sudahkah kita memiliki bekal yang cukup?”

Benar sekali, penyesalan terbesar kita nanti adalah di Alam Akhirat kelak. Saat dimana amal ibadah tidak bisa ditambah, saat dimana pintu pengampunan ditutup, dan ketika itu terjadi, penyesalan terbesar kita akan terjadi.

Bagi mereka yang selalu percaya kepada ALLAH Ta’ala dan juga telah melaksanakan segala perintah-Nya dengan baik dan benar, penyesalan mereka adalah karena mereka tidak bisa lebih baik dalam beribadah, jika waktu bisa diulang kembali, pastinya mereka ingin sekali beribadah dengan lebih giat lagi dan tidak ingin tergoda ilusi dunia yang fana ini. Tentu kita harus bisa mengambil banyak contoh dari kisah di atas, sebelum penyesalan terbesar kita nanti terjadi, dan ketika itu semuanya sudah terlambat.

Bagi mereka yang sering membangkang terhadap ALLAH Ta’ala dan juga selalu saja mengabaikan perintah-Nya dengan sangat entengnya, penyesalan mereka adalah karena mereka membangkang terhadap ALLAH Ta’ala, “kenapa dulu saya tidak melakukan segala perintah-Nya?“, “kenapa dulu saya lalai akan panggilan-Nya?“. Hal-hal seperti inilah yang akan mereka sesalkan. Semoga kita tidak termasuk tipe orang-orang yang seperti ini, yaitu orang yang membangkan perintah ALLAH Ta’ala.

Bisakah penyesalan tersebut dihindari? Jawabannya adalah tergantung. Maksudnya adalah tergantung dari berapa banyak bekal yang sudah kita siapkan untuk kembali ke kampung halaman kita kelak nanti di Akhirat. Jika sudah cukup, maka penyesalan tersebut bisa kita cegah dan kita termasuk orang-orang yang beruntung. Namun jika bekal yang kita sudah siapkan ternyata belum cukup, atau malah minus (karena sering membangkang terhadap ALLAH Ta’ala), maka bisa dipastikan kita termasuk orang yang merugi, dan mungkin saja kita akan mengalami sebuah penyesalan yang besar tersebut. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang seperti itu.

Mari introspeksi diri kita kembali, sudah benarkah cara hidup kita? sudah sesuaikah dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam? Jika memang belum sesuai dan masih jauh, sudah seberapa besarkah usaha kita untuk mendekatinya? Sudah berapa banyak perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu?

Ah… Sungguh kita harus banyak introspeksi diri dan memohon ampun kepada ALLAH Ta’ala, agar kelak kita selalu diberikan petunjuk oleh-Nya, seperti yang selalu kita baca di penghujung Surat Al-Fatihah ayat 6-7, yaitu “Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”.

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…


[1]. Irreversible, artinya adalah segala sesuatu hal yang tidak bisa kembali ke dalam bentuk dan keadaan semula. Contohnya: tumbuhan yang mengalami pertumbuhan tidak akan mungkin kembali ke bentuk semula (biji).

Masalah

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tidak akan pernah ada satupun masalah yang dihadirkan ALLAH tanpa alasan, ALLAH hanya ingin kita sedikit mengingatNYA

Begitulah bagaimana masalah bisa hadir dalam hidup kita, masalah akan selalu hadir kepada siapapun orangnya. Hanya saja, bentuk dan bobot masalahnya berbeda-beda setiap orangnya.

Satu hal yang selalu saya ingat tentang masalah adalah bahwa dibalik sebuah masalah, ALLAH pasti menyimpan alasan mengapa ALLAH memberikan kita masalah. Mungkin saja dari suatu masalah, ALLAH hanya ingin sedikit saja kita mengingat-Nya kembali.

Dan mungkin saja, ketika kita mendapatkan suatu masalah yang ALLAH berikan kepada kita, itu karena kesalahan atau kelalaian kita. Misalkan saja di Jakarta yang sekarang sedang terkena bencana banjir, apa itu karena ALLAH semena-mena mengirimkan banjir terhadap kita? Tentunya tidak, itu karena Sistem di Jakarta tidak di tata serapih dan semaksimal mungkin. Jadilah jika hujan turun, tempat untuk air lewat tidak maksimal, yang akhirnya menyebabkan banjir. Belum lagi sampah yang selalu saja dibuang secara sembarangan.

Walaupun hanya sebuah tissue, tetapi jika yang membuang sebanyak ribuan orang, tentu ini akan menyumbat jalanan tempat air akan lewat. Dan tentunya alasan ini sangat logis dan bisa di nalar oleh kita semua.

Kita tidak bisa kabur dari masalah, masalah sudah hadir kepada kita. Mau kabur kemanapun, masalah itu akan tetap ada. Bahkan bagi orang yang sering menghindari masalah, akan selalu ada masalah baru bagi dirinya, bahkan bisa jadi untuk orang di sekitarnya.

Sebenarnya jika kita bisa melihat sebuah masalah yang ada, masalah tersebut tidak terlalu bermasalah kepada kita jika kita mau tenang menghadapi nya. Masalah yang ada bagi kita kadang terletak pada ketidakmauan kita menghadapi masalah tersebut.

Begitu masalah hadir, kita malah menyalahkan siapa saja, termasuk ALLAH pun disalahkan. Begitu diajak ngobrol sebentar, langsunglah timbul kemarahan. Namun jika kita mau introspeksi diri, pastinya akan ada jalan keluar bagi masalah tersebut, hanya jika kita mau menyelesaikan masalah tersebut, masalah juga kan seperti puzzle, yang harus kita susun. Walaupun kadang agak lama, tetapi pasti jika kita mau menyusunnya, akan selesai.

Jadi… jika selanjutnya kita mendapatkan masalah yang hadir kepada kita, segeralah introspeksi diri. Mungkin saja kita telah melakukan dosa, maksiat atau hal-hal yang tidak ALLAH sukai, sehingga ALLAH menegur kita melalui masalah. Yakinlah bahwa masalah yang ALLAH hadirkan kepada kita itu dengan tujuan baik, yaitu ALLAH ingin kita sedikit saja mengingat-Nya.

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…

Motivasi dan Tujuan

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Motivasi merupakan hal yang selalu saja diperbincangkan oleh para motivator-motivator ternama. Tidak hanya di Indonesia, tetapi di luar Indonesia pun, motivasi menjadi hal yang sangat krusial, karena bersinggungan dengan pola hidup manusia.

Banyak orang beranggapan bahwa dengan motivasi mereka bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan. Dan bagi mereka yang sudah mendapatkan motivasi, tentu progress untuk mencapai apa yang mereka inginkan akan semakin lebih cepat.

Tetapi ada banyak orang juga yang tidak memiliki motivasi untuk hidup, motivasi untuk bergerak, dan motivasi-motivasi lainnya. Sehingga orang yang bertipe seperti ini selalu saja membutuhkan motivasi dari orang-orang sekitar. Tidak heran jika para motivator-motivator menjadi terkenal, karena pada zaman sekarang, krisis motivasi sudah sangat banyak terjadi di sekitar kita.

Namun demikian, ternyata memiliki motivasi pun tidak sepenuhnya bisa mengantarkan kita menuju puncak, menuju hal-hal yang kita idamkan, motivasi saja tidaklah cukup untuk mengantarkan kita ke tangga-tangga kesuksesan sejati.

Disamping motivasi, kita memerlukan tujuan. Bahkan kalau boleh dibilang, tujuan justru lebih penting daripada motivasi. Karena tanpa tujuan, kita tidak tahu kita mau pergi ke arah mana. Bolehlah motivasi dan semangat menuju kesuksesan itu 100%, tetapi jika kita tidak tahu kita akan menuju kemana, hal itu menjadi sia-sia.

Hal ini mirip sekali dengan seseorang yang mempunyai uang banyak, yang bisa kita analogikan sebagai motivasi. Ketika seseorang naik angkutan umum, taksi misalkan, tanpa tujuan yang jelas, uang yang dimiliki oleh seseorang tersebut akan habis tanpa menyisakan apapun, karena dari awal dia tidak memiliki tujuan yang jelas, mau ke arah mana.

Naik taksi, tetapi tidak tahu mau ke arah mana, akan sangat disayangkan karena akan membuat argo taksinya terus naik, yang akan menghabiskan uang (motivasi). Berbeda dengan orang yang sudah mempunyai tujuan, ketika dia naik taksi, dia sudah tahu harus menuju ke mana, dan uang pun bisa di hemat. Begitulah kira-kira analogi sederhana nya.

Bolehlah kita kehilangan motivasi, itu hal yang manusiawi, tetapi janganlah sampai kita kehilangan tujuan. Karena dengan tujuan, motivasi bisa diciptakan. Istilah asingnya adalah trigger (pemicu). Tujuan adalah salah satu pemicu untuk menciptakan motivasi.

Namun jika hanya motivasi yang ada, motivasi yang berkobar, tanpa adanya tujuan, maka bisa dipastikan lama-kelamaan motivasi tersebut akan surut. Yang hanya akan menghabiskan energi kita.

Mulai dari sekarang, tidaklah mengapa jika kita belum memiliki motivasi yang kuat untuk maju, tetapi mulai sekarang janganlah sampai kita tidak memiliki tujuan. Buatlah tujuan-tujuan kita di sebuah buku atau kertas untuk bisa mengantarkan kita ke tempat tujuan kita, ke tempat yang kita inginkan.

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…