Imam Herlambang Blog

Menu

Category: Konspirasi

Sejarah Hari Valentine (Hari Kasih Sayang)

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Seingat saya, pertama kali dan terakhir kali saya (pernah) merayakan Hari Valentine, hari (yang katanya) kasih sayang itu adalah saat saya masih sekitar kelas 2 SMP. Saat itu saya ingat sekali pernah membeli cokelat Silver Queen kecil (yang dulu harganya masih 3 ribu rupiah). Memang niatnya mau saya berikan kepada seorang wanita yang waktu itu pernah saya kagumi. Tetapi karena saya tidak berkesempatan bertemu dengannya, akhirnya cokelat itu saya makan sendiri. Hehehe.

Dan sekarang, saat saya semakin mengenal lebih dalam tentang Islam, saya tahu bahwa perayaan Hari Valentine tidak pernah sekalipun dicontohkan oleh Rasulullah ataupun bahkan para sahabat, atau ulama pengikut. Tetapi perayaan-perayaan tersebut ironisnya malah dilakukan oleh sebagian orang Islam saat ini.

Beberapa waktu yang lalu, akhirnya saya mencari sejarah tentang Hari Valentine tersebut. Dan saya terkejut ternyata sejarah tersebut sangat bertentangan jauh dari nilai-nilai islami. Malulah kita sebagai orang (yang mengaku) beragama Islam, tetapi malah melakukan tindakan yang jauh dari tindakan Islami.

Sejarah Awal Valentine

Sejarah awal Valentine bisa kita temukan banyak sekali bertebaran di Internet, dari beberapa banyak blog-blog yang menulisnya. Dan hampir sekitar 85% isi blog tersebut menceritakan sejarah yang sama.

Beberapa banyak orang percaya bahwa Valentine berasal dari perayaan bangsa Romawi sekitar 2000 tahun yang lalu. Perayaan tersebut bernama Lupercalia. Perayaan tersebut yang bernama Lupercalia dilakukan untuk menghormati Dewa Romawi Lupercus atau Dewa Pan.

Dewa Lupercus atau Dewa Pan
Dewa Lupercus atau Dewa Pan

Dewa Lupercus atau Dewa Pan adalah Dewa yang dikenal sebagai dewa padang rumput, dewa pada tempat-tempat liar, dewa di daerah pegunungan, dan juga dikenal sebagai dewa musik gembira.

Dewa Lupercus atau Dewa Pan mengingatkan kita bahwa hidup adalah suci, dan bahwa setiap saat adalah kesempatan untuk perayaan.

Bahkan, kata Panic dalam bahasa Inggris modern berasal dari nama Dewa Pan tersebut, karena Dewa Pan memerintah tempat liar di mana wisatawan akan sering mengalami ketakutan dan teror di perasaan yang tidak diketahui di sekitar mereka.


Dewa Lupercus 
atau Dewa Pan digambarkan berkepala kambing menunjukkan kemampuannya untuk menemukan kebahagiaan di semua medan. Dewa Pan juga keilahian seksualitas. Karena hubungannya dengan sisi primal dan liar alam, dia tanpa malu dalam mengekspresikan seksualitas sebagai bentuk perayaan, cinta, dan bahkan kontemplasi.

Dewa Lupercus atau Dewa Pan
Dewa Lupercus atau Dewa Pan

Saat itu, para Gembala di zaman Romawi percaya bahwa Dewa Pan melindungi tanaman mereka dan hewan mereka dari serangan binatang buas. Untuk ucapan terima kasih kepada Dewa Pan tersebut, para gembala tersebut mengadakan pesta untuk menghormatinya pada tanggal 15 Februari (tanggal Romawi). Peristiwa pesta tersebut dikenal dengan Lupercalia.

Pada saat itu tanggal Romawi berbeda dengan tanggal yang kita gunakan sekarang. Sehingga pada hari raya Lupercalia tersebut, pada Romawi juga merayakan pada awal musim semi (sekitar pertengahan Februari).

Hari sebelum hari raya Lupercalia tersebut dilaksanakan, semua wanita menaruh namanya pada sebuah guci. Dan setiap pria, mengambil nama perempuan tersebut dari guci. Jadi, wanita menaruh nama mereka, dan pada pria mengambil nama yang sudah ditaruh di guci. Semacam seperti arisan.

Gadis yang namanya terpilih oleh pria tersebut, akan menjadi pasangannya (melayani pria tersebut) selama hari raya tersebut (permainan) bahkan sampai perayaan Lupercalia tahun depan. Kadang-kadang, keduanya berjanji untuk menikah satu sama lain.

Karena inti dari perayaan Lupercalia adalah kesuburan bagi pada gembala, maka aktivitas Sex pun menjadi hidangan utamanya, maka dari itulah pada wanita dan pada pria berkumpul dengan cara tadi tersebut. Perayaan ini lebih identik dengan perayaan bersenang-senang.

Itulah fokus acara pada perayaan Lupercalia bagi rata-rata bangsa Romawi. Sebuah kesempatan yang popular dimana aturan dan etika sosial bisa diperlonggar, pria dan wanita tanpa malu-malu bercumbu dan berhubungan seks yang cukup kasar.

Ilustrasi Perayaan Lupercalia
Ilustrasi Perayaan Lupercalia

Transformasi Lupercalia Menjadi Valentine

Festival atau perayaan Luperalia berubah, semenjak Roma menjadi pusat ajaran Kristen. Gereja-gereja di Romawi menonak melakukan ajaran pagan tersebut. Tetapi bagaimanapun, upaya tersebut hanya berhasil sebagian saja. Rakyat tetap bersikeras merayakan Lupercalia, maka dari itulah diperlukan substitusi yang merupakan kombinasi antara ajaran Kristen dengan budaya pagan Lupercalia.

Bangsa tersebut memutuskan untuk mengubah nama perayaan tersebut menjadi Hari Saint Valentine. Itu untuk menghormati seorang pendeta Kristen bernama Valentine yang juga tinggal di Roma.

Dalam salah satu cerita yang sumbernya masih diragukan, Valentine dikisahkan mati karena melanggar hukum. Valentine hidup pada era Kaisar Claudius II. Saat itu Roma selalu terlibat peperangan untuk mempertahankan wilayah atau ekspansi kekuasaan. Tahun demi tahun berlalu, banyak pemuda yang diharuskan mengikuti wajib militer dan terlibat peperangan. Banyak warga Roma yang tidak ingin ikut berperang, suami tidak ingin meninggalkan keluarganya. Pemuda pun enggan jauh dari kekasih hatinya.

Melihat hal itu, Caludius II mengeluarkan moratorium yang menghapuskan seluruh pernikahan dan jalinan cinta harus putus saat itu juga. Kaisar tidak akan membiarkan salah satu prajuritnya menikah. Ia percaya bahwa pria lajang terlahir sebagai prajurit yang baik. Tetapi Valentine tidak setuju, Valentine sangat menentang kaisar. Saat sepasang muda-mudi mendatangi kuil untuk menikah, diam-diam Valentine mendatangi dan memberkati mereka, yang berarti sepasang kekasih itu secara resmi menikah dalam ajaran Kristen begitupun keyakinan mereka telah berganti. Ia membantu pria dan wanita muda menikah. Akibat pelanggaran tersebutlah, Kaisar menempatkan Valentine di penjara karena tidak menaati aturan tersebut, Valentine diseret dari tempatnya beribadat, meski banyak orang yang membela dan menginginkan dirinya dilepaskan, namun Kaisar Caludius II tetap keras hati. Dalam penjara bawah tanah, Valentine menderita hingga mati. Teman-temannya yang setia menguburkan jenazah Valentine di gereja St. Praxedes tanggal 14 Februari.

Belum selesai sampai di situ, Perayaan hari Valentine tetap berlangsung hingga beberapa abad, namun gereja tidak mampu sepenuhnya menghapus memori Lupercalia dari rakyat Roma.

Walaupun gereja telah memberikan dasar-dasar kisah Saint Valentine sebagai ganti ritual Lupercalia. Tetapi banyak dari gereja-gereja Protestan tidak mengenal nama Valentine tersebut sama sekali, dan sangat sedikit gereja Katolik yang merayakan atau meyakini riwayat Valentine dalam hari Valentine.

Lotre berbentuk undian wanita di dalam guci yang berasal dari tradisi kaum pagan tersebut tetap ada, dan kembali digunakan pada sekitar abad 15 ntuk memasang-masangkan para pemuda-pemudi.

Upaya gereja Katolik mengganti tradisi perayaan Lupercalia dengan Valentine sangat terburu-buru dan mengada-ngada demi mengejar Kristenisasi massal penduduk Roma. Hal ini terlihat dari tidak kuatnya sejarah dan identitas Valentine yang menjadi dasar “Hari Kasih Sayang” tersebut. Kisah-kisah Valentine lebih mirip legenda daripada fakta sejarah.

Pada Tahun 1969, Hari Valentine dihapuskan dari kalender oleh gereja-gereja dan dinyatakan sama sekali tidak memiliki asal muasal yang jelas. Sebab itu gereja melarang perayaan Valentine oleh ummat Kristiani. Walau demikian, larangan itu tidak ampuh dan hari Valentine masih saja diperingati oleh banyak orang di dunia.

Kesimpulan

Kedua sejarah yang kelam tersebut tidak bisa dilupakan begitu saja bagi para banyak orang, dan tetap menetap di pikiran mereka. Pesta Seks dan juga Kasih Sayang. Tidak heran maka perayaan Valentine saat ini telah dibalut oleh konsep nuditas dan juga seksualitas. Hari Kasih Sayang yang berbalut seks.

Kisah Valentine tersebut yang belum tentu benar adanya, dan juga itu sama sekali bukan perayaan umat Islam sedikitpun. Bahkan jika dilihat dari sejarah awal, perayaan Valentine berasal dari perayaan pesta seks. Yang semacam itu tidak pernah diajarkan dalam Islam.

Jika kita mengikutinya, maka sungguh kita orang-orang yang termasuk golongan tersebut. Sesuai dengan Sabda Rasulullah :

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka” (HR. Abu Daud no. 4031 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah: 1/676)

Bukan termasuk golongan kami orang yang menyerupai kaum selain kami.” (HR. At-Tirmizi no. 2695)

Mari introspeksi diri kita, upayakanlah diri untuk segera meninggalkan ajaran-ajaran yang bukan merupakan ajaran Islam. Demi kebaikan kita bersama, demi meningkatkan kualitas diri. Demi mendapatkan Ridha ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala.

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…


Referensi

Flanagan, A.K., dan Dieterichs, S. 2001. Valentine’s Day. Manhattan: Capstone.

http://www.livingaltars.com/pan/

http://forum.muslim-menjawab.com/2012/02/14/distorsi-sejarah-hari-valentine/

http://chirpstory.com/li/53197

Propaganda Dunia Barat Pada Pemuda-Pemudi Islam

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Jujur, tadinya artikel ini tidak mau saya publish karena hanya akan menjelek-jelekkan suatu fenomena yang ada sekarang dan malah akan menimbulkan image “sok paling benar”, “sok suci”, “sok beriman” dan “sok sok” yang lainnya kepada saya yang datang dari mereka yang tersindir oleh artikel ini. Tetapi demi kebenaran, akhirnya saya beranikan untuk posting artikel ini. Karena kebenaran akan tetap kebenaran dan harus kita tegakkan apapun kondisi nya.

Artikel ini saya buat bukan untuk memberitahu bahwa saya benar dan Anda salah, atau Anda benar dan saya salah. Tetapi tujuan artikel ini dibuat adalah sebagai pengingat untuk diri masing-masing, terlebih bisa menjadi pengingat untuk keluarga kita dan orang lain di sekitar kita. Dan semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa di baca ulang jika memang kita berada pada jalur yang salah.

Tolong luangkanlah waktu untuk membaca artikel ini sekitar 10-20 menit, tutup semua tab di browser Anda, matikan musik yang Anda dengarkan, dan mulailah membaca artikel ini secara perlahan.


Banyak sudah fenomena-fenomena baru yang terjadi di sekitar kita tanpa kita sadari. Mungkin jika fenomena tersebut ada benarnya dan bisa memberikan solusi terhadap Islam, itu sangat wajar dan membantu. Tetapi jika fenomena terselubung tersebut malah menghancurkan Islam secara perlahan, ini adalah suatu pembantaian massal terhadap Umat Islam, terlebih yang di racuni oleh berbagai fenomena tersebut adalah Pemuda-Pemudi Islam, yang seharusnya menegakkan Syari’at Islam, membawa Islam untuk maju ke depan, bukan malah menghancurkan Islam secara perlahan dan secara diam-diam.

Apa sajakah fenomena-fenomena tersebut? dan Bagaimanakan fenomena-fenomena tersebut mampu masuk ke dalam keseharian kita? Sehingga kita menjadi terbiasa dengan adanya fenomena-fenomena yang hadir tersebut. Parahnya, fenomena-fenomena yang salah tersebut sekarang malah menjadi suatu trend tertentu di kalangan masyarakat Indonesia, dan pula dengan alasan trend tersebut, orang-orang yang tidak mengikuti tren tersebut justru akan dianggap salah oleh mereka yang sudah terjerumus fenomena-fenomena aneh tersebut.

Saat ini kita hidup dalam dunia yang bergerak cepat ke arah ketidakwarasan, bergerak menjauh dari kebenaran, bergerak menjauh dari ajaran ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala. Sehingga orang-orang yang waras (orang yang menyuarakan kebenaran) pada akhirnya dianggap tidak waras hanya karena mereka berada dalam kaum minoritas (sedikit jumlahnya). Kita berada pada zaman dimana Umat Islam betul-betul telah tercabut dari akarnya sehingga kita malah mengedepankan kaum-kaum dan ajaran barat daripada ajaran ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala.

Banyak sudah propaganda yang dilakukan Dunia Barat terhadap kita (para Pemuda-Pemudi Islam) yang secara halus masuk ke alam bawah sadar kita, tanpa kita sadari! yang secara perlahan namun pasti mampu menggoyahkan Iman Islam kita, yang secara diam-diam masuk melalui aktifitas keseharian kita. Sebagai contoh saja, trend pacaran yang booming di Indonesia saat ini, yang menghancurkan generasi-generasi muda-mudi Umat Islam, trend berpakaian yang tidak sesuai dengan ajaran Islam (Al-Qur’an dan Sunnah), bahkan saat ini yang sedang trend adalah dunia hiburan yang bertajuk islami, yang sebenarnya juga melenceng dari ajaran Islam.

Tentang bagaimana fenomena-fenomena (yang katanya trend) tersebut mampu menjadi kebiasaan di kalangan anak muda kita, itu saya tidak tahu pasti bagaimana bisa masuk ke tiap individu, tetapi yang terpenting adalah kita dengan sadar tahu akan fenomena-fenomena sesat tersebut dan bisa meninggalkan kebiasaan buruk tersebut. Yah minimal kita sadar lah bahwa itu buruk dan tidak sesuai dengan ajaran Islam. Tetapi alangkah lebih baiknya kalau kita menghindar dari itu semua dan mengingatkan kepada yang lain tentang fenomena-fenomena sesat ini.

Yang paling miris untuk dibanggakan adalah status agama Islam yang secara tidak sadar sebenarnya kita sedang menghancurkan agama kita sendiri dengan perbuatan yang justru jauh dari nilai-nilai keislaman kita. Di KTP (Kartu Tanda Penduduk), status agama kita adalah Islam, tetapi apa yang kita lakukan malah jauh jauh jauh dari ajaran Islam yang justru menjadi kebaikan bagi kita semua. Lantas apa makna tulisan “Agama : Islam” di KTP kita selama ini? Dan bagaimana jika saudara-saudari kita bertanya tentang agama kita, dan kita berkata “Islam”, namun justru kelakuan kita malah mencerminkan sifat sebaliknya? Astaghfirullah…

Malulah kita sebagai pemuda-pemudi Islam tetapi kita malah mencerminkan sifat-sifat yang jauh dari nilai Islam, malulah kita jika kita masih melakukan hal yang dilarang Islam dengan penuh kesadaran, malulah kita jika kita membanggakan Islam, tetapi kita malah menabung dosa. Malulah kita sebagai pemuda-pemudi Islam yang tidak bisa meneruskan generasi Islam berikutnya, jika generasi pemuda-pemudi ini hancur berantakan, maka bisa dipastikan generasi Islam berikutnya akan ikut hancur, yang akan berujung kepada kehancuran Islam. Astaghfirullah… Maafkanlah kami Ya ALLAH.

Sebenarnya Propaganda fenomena-fenomena yang saya sebutkan di atas, yang asalnya dari Dunia Barat sana. Yang mayoritas adalah Yahudi dan Nasrani memang sengaja membuat propaganda tersebut untuk membuat kita (Umat Islam) menjauhkan ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala dari kehidupan kita menjauhkan kita dari tujuan hidup kita, yaitu beribadah kepada-Nya. Tentang hal ini, ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 120, yang artinya:

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

Dari Kitab Tafsir Ibnu Katsir Juz 1, Surat Al-Baqarah ayat 120, pada ayat ini menjelaskan bahwa :

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka”

Ibnu Jarir mengatakan : “Yang dimaksud dengan firman-Nya itu adalah: ‘Hai Muhammad, orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela kepadamu selamanya, karena itu tidak usah lagi kau cari hal yang dapat menjadikan mereka rela dan sejalan dengan mereka. Akan tetapi arahkan perhatianmu untuk mencapai ridha Allah dengan mengajak mereka kepada kebenaran yang kamu diutus dengannya.'”

“Katakanlah: ‘Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)'”

Artinya : “Katakanlah, wahai Muhammad, sesungguhnya petunjuk Allah yang Dia telah mengutusku dengannya adalah petunjuk yang sebenarnya, yaitu agama yang lurus, benar, sempurna, dan menyeluruh.”

“Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”

Dalam ayat tersebut terdapat ancaman larangan keras bagi umat yang mengikuti cara-cara orang Yahudi dan Nasrani setelah umat ini mengetahui isi Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kita memohon perlindungan kepada Allah dari hal itu. Khithab (sasaran pembicaraan) dalam ayat ini ditujukan kepada Rasulullah, tetapi perintahnya ditujukan kepada umatnya.

Yang perlu kita lakukan sekarang adalah sadar sepenuhnya bahwa banyak sekali di luaran sana Propaganda yang sengaja mereka buat demi tujuan yang salah satunya sudah di jelaskan di atas tadi. Sadar bahwa sebenarnya kita sedang dituntun oleh mereka menuju kesesatan, menjauhi ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala (atau menyekutukan ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala). Menyekutukan ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala berarti kita telah melenceng jauh dari Syahadat kita sebagai Muslim. Padahal kita telah bersyahadat bahwa tidak ada yang patut di sembah melainkan ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala.

أشهد ان لا اله الاالله و اشهد ان محمدا رسول الله

“Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah (sesembahan) melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah”

Teruskanlah membaca jika dirasa artikel ini memang menyadarkan kita bahwa selama ini kita berada di jalan yang salah. Namun jika dirasa artikel ini hanya artikel yang tidak penting, silahkan tutup halaman ini.

Wealth, Throne, and Woman
Jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia, sub judul diatas berarti “Kekayaan, Tahta, dan Wanita” yang menjadi penghancur utama pada pemuda-pemudi Islam, yang menjadi cikal bakal kehancuran para generasi muda Islam. 3 hal yang menjadi dasar kehancuran pemuda-pemudi Islam yang sekarang menyebar luas menjadikan istilah tersebut sebagai trend baru yang harus di ikuti.

Kekayaan mampu melupakan tujuan utama kita dalam mencari rezeki yang Halalan Toyyiban, kekayaan mampu membuat kita serakah dan lebih cinta kepada dunia semata. Kekayaan lah sekarang yang menjadi tolak ukur suatu keberhasilan, bukan seberapa bermanfaat kita bagi orang lain, bukan seberapa sering kita mengucap Dzikir kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala. Bukan tidak boleh untuk kaya. Boleh saja kaya, tetapi jika kita salah dalam menempatkan “kaya” tersebut di hati kita, semuanya hanya akan menjadi fana, tidak ada habisnya, tidak akan pernah cukup. Setiap orang berlomba-lomba menuju kekayaan yang ujungnya tidak akan pernah habis, yang tidak akan memberikan rasa puas di hati, yang ujungnya adalah menghalalkan segala cara untuk menjadi kaya, yang melegalkan hal-hal haram untuk menjadi kaya. Itulah fenomena kekayaan yang meracuni kaum generasi muda Islam saat ini.

Tahta juga merupakan sebuah sesuatu yang fana, yang tidak ada habisnya, yang semakin di kejar semakin tidak memberikan ketenangan, tidak memberikan rasa puas di hati. Trend saat ini kan setiap orang harus menduduki posisi tertinggi dalam suatu perusahaan, jika tidak maka akan ada rasa gengsi di hati, jika tidak maka dianggap tidak keren.

Yang lebih ironisnya lagi adalah menghalalkan segala cara apapun untuk merebut suatu tahta atau jabatan yang ada, rela menghambur-hamburkan uang demi sebuah jabatan, rela melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran Islam untuk mendapatkan sesuatu tahta atau jabatan. Astaghfirullah…

Wanita selalu saja menjadi perbincangan favorit di setiap sesi apapun itu. Inilah yang menjadi fenomena-fenomena yang sekarang sedang booming. Banyak perusahaan di luaran sana yang menonjolkan sosok wanita nya daripada Pria. Ini dimaksudkan agar banyak para kaum pria tertarik dan terpesona melihat wanita yang di desain oleh perusahaan tersebut. Banyak Wanita yang rela  mempercantik dirinya yang justru melenceng jauh dari ajaran Islam. Tidak sedikit juga pria yang tertipu dengan kecantikan wanita yang ujung-ujungnya itu sebenarnya adalah tipu daya syaitan, tidak banyak pria yang akhirnya terjerumus berbuat maksiat, terjerumus fintah yang tidak benar karena wanita.

Rasulullah SAW bersabda :

Tidaklah aku meninggalkan suatu fitnah setelahku yang lebih dahsyat bagi kaum laki-laki melebihi fitnah wanita” (HR. Bukhari, no. 4706)

3 hal di atas lah yang sekarang sedang marak terjadi di negara kita, dimana populasi terbesarnya dipegang oleh Umat Islam, yang ternyata menjadi sasaran empuk kaum Yahudi dan Nasrani dalam menjauhkan aqidah Umat Islam yang terlebih khususnya adalah kaum generasi muda, untuk memalingkan wajah kita dari ajaran ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala.

Jika kita saat ini sadar bahwa selama ini kita di iming-imingi propaganda dunia yang mengasyikan tersebut oleh mereka, maka sekarang kita bisa dikategorikan sebagai orang yang sesat, karena kita telah memalingkan pandangan agama kita menjadi pandangan agama mereka yang sebenarnya itu menyimpang jauh dari apa yang telah diperintahkan oleh ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala. Ingatlah bahwa orang yang diberi petunjuk oleh ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala maka orang tersebut akan mendapat petunjuk oleh-Nya, begitupun sebaliknya.

ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Kahfi ayat 17, yang artinya :

Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.

ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman dalam Surat Al-A’raf ayat 186, yang artinya :

Barang siapa yang Allah sesatkan, maka baginya tak ada orang yang akan memberi petunjuk. Dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.

ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman dalam Surat Az-Zumar ayat 36-37, yang artinya :

Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya. Dan mereka mempertakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah? Dan siapa yang disesatkan Allah, maka tidak seorang pun pemberi petunjuk baginya.

Dan barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Perkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengazab?

Fun! Fun! Fun!
Dunia hiburan kali ini sudah mulai meluas, sudah mulai berkembang dari waktu ke waktu seiring zaman yang telah berganti ini. Tetapi dengan berkembangnya zaman ini, Dunia hiburan sekarang semakin melenceng saja dari nilai-nilai Islam yang semestinya diterapkan oleh kita semua.

Sebagai contoh saja, acara Tabligh Akbar yang diadakan oleh beberapa media-media televisi ternama menghadirkan ceramah agama Islam, tetapi juga memuat unsur “Fun” yang di dalamnya terdapat banyak hal yang melenceng jauh dari ajaran Islam. Acara tersebut tentunya akan lebih baik jika dibuat khusus untuk membahas tausiyah tentang agama Islam, bukan mencampuradukkan Tabligh Akbar dengan acara musik, dengan acara panggung hiburan. Padahal Rasulullah SAW tidak mencontohkan berdakwah dengan cara tersebut. Tentunya cara Rasulullah dalam berdakwah itu lebih baik ketimbang berdakwah lewat acara Tabligh Akbar seperti yang kita bisa lihat di televisi sekarang.

Belum lagi banyaknya acara di televisi yang mencampuradukkan dakwah Ustadz, tetapi setelahnya latar belakang acara tersebut mempertontonkan aurat dengan gratisnya melalui media televisi. Isi dakwah pun lenyap, dosa pun di dapat. Astaghfirullah…

Saya pernah melihat di televisi, konser musik yang diadakan pada waktu Adzan Magrhib secara langsung, dan penyanyi nya adalah penyanyi yang melantunkan lagu islami! Yang lebih parahnya lagi waktu itu, di televisi tersebut saya melihat banyak sekali wanita-wanita berkerudung yang pada saat Adzan Maghrib berkumandang, malah dengan asyiknya mendengarkan konser tersebut dan seolah-olah lupa dengan panggilan ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala.

Sungguh memang dunia hiburan saat ini sudah mulai masuk ke berbagai sektor, terutama sektor Islam. Yang jika dilihat sekarang hal tersebut dianggap “wajarlah namanya juga hiburan”. Apakah ini yang bisa kita banggakan dari kaum generasi muda Islam? Lantas bagaimana masa depan Islam jika generasi muda nya sekarang saja seperti ini? Wallahu a’lam

Belum lagi jika kita perhatikan sekarang, dakwah Islam yang dibalut dengan adanya hiburan. Yang dimaksud di sini adalah, berdakwah sambil melawak, tertawa sampai terbahak-bahak. Ini salah satu perlakuan yang sangat menyimpang dari ajaran Islam. Padahal bukan begitu dakwah yang di ajarkan Rasulullah SAW. Sungguh zaman ini sudah berbeda dengan zaman sebelumnya.

Fashion! Fashion! Fashion!
Wabah fashion zaman sekarang sudah melesat jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, bahkan sekarang dunia fashion adalah dunia yang wajib di ikuti bagi para penikmat fashion. Jika tertinggal dengan suatu model tertentu, maka mereka merupakan orang yang tertinggal yang akan di cap “ga gaul”,  “ga keren” dan “ga ngikutin perkembangan zaman”. Sudah separah itu kah dunia fashion?  Sampai-sampai tidak hanya kaum Non Islam yang beramai-ramai menyuarakan model fashion, tetapi kaum Islam pun ikut mengupdate dunia fashion, dan terlebih yang sedang marak sekarang adalah busana fashion model Islami, yang kebenarannya masih diragukan oleh beberapa orang.

Fashion telah melesat jauh dengan bantuan berbagai media, salah satu media yang paling berpengaruh adalah televisi. Dengan televisi, fashion model terbaru sekalipun dapat kita nikmati langsung tanpa kita harus pergi ke tempat yang ada di televisi tersebut. Contohlah Paris yang bagi sebagian besar adalah kiblat fashion seluruh orang yang mengagumkan fashion, sekalinya Paris me-rilis suatu model fashion terbaru, maka dengan cepat model tersebut mengalir melalui media dan bisa di nikmati oleh seluruh dunia dalam waktu sekejap saja.

Ketiga Propaganda Utama, yaitu Food (makanan), Fashion (berpakaian), dan Fun (kesenangan) zaman sekarang memang sudah  dianggap suatu hal yang wajar bagi para penikmat ajaran yang salah, terkhusus pada Fashion dan Fun. Dunia barat terus aja menggembor-gemborkan konsep fashion terbaru yang harus diikuti oleh para pemuda-pemudi Islam, yang akhirnya hanya akan berujung kepada ketidakpedean jika kita menerapkan cara berpakaian kita yang sesuai dengan ajaran ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala.

Banyak sudah sekarang para pemuda yang malu mengenakan pakaian muslim untuk pergi ke masjid, takut nanti di bilang “ga gaul” oleh kebanyakan orang. Malahan sebaliknya, banyak dari para pemuda yang merasa kalau mereka tidak membeli baju baru yang sedang ngetrend maka mereka akan ketinggalan zaman. Sungguh nilai keislaman yang sudah dicabut oleh dunia barat secara paksa, namun perlahan, tetapi pasti. Belum lagi kaum pemudi (wanita) yang dengan gampangnya terpengaruh stlye-style model baju terbaru di pusat perbelanjaan, dan juga terpengaruh iklan di media televisi. Tidak hanya itu, zaman sekarang pun sedang ngetrend kerudung yang selalu berbeda gaya nya, dari berbagai macam warna, sampai berbagai macam model.

Dari situlah konsep berbusana yang sesuai dengan ajaran Islam mulai di tinggalkan secara perlahan, dengan menempatkan embel-embel “fashion” maka, mereka memaksa secara halus kepada kita semua bahwa landasan dan tolak ukur untuk berbusana zaman sekarang adalah fashion! bukan lagi Al-Qur’an dan Hadist. Astagfirullah….

Dengan demikian, kita tetap berstatus Islam, namu perilaku dan tingkah kita semakin lama akan semakin dijauhkan oleh mereka, niat suci kita akan dihapus oleh mereka dan digantikan dengan yang lebih “keren”, lebih “stylish”, lebih “fashionable”. Dengan alasan, “kalau kamu ga ikutin fashion ini, kamu bakal ketinggalan zaman”, “kamu sih ga gaul, ikutin dong fashion model terbaru kita”, dan bermacam-macam embel-embel melali sublimal message yang akan masuk ke alam bawah sadar kita tanpa kita sadari, yang lama-lama akan menjadi habits.

Belum lagi jika dunia hiburan dan fashion dicampuradukkan, maka kita akan melihat banyaknya para lelaki yang berpakaian menyerupai wanita, malah bahkan kita tidak sadar bahwa sebenarnya itu adalah lelaki. Dan begitu juga sebaliknya, wanita yang berpakaian ketat menyerupai lelaki, berpakaian yang diluar konteks yang diajarkan oleh Islam. Dan atas nama dunia hiburan, fenomena-fenomena tersebut dianggap wajar, “wajarlah, namanya juga hiburan”. Dari bisikan itulah kata “wajar” akan terdengar oleh banyak orang, yang akan diimplementasikan ke kehidupan nyata.

Yang akhirnya sekarang bisa kita lihat didunia nyata, implementasi dari apa yang ada di media televisi mampu menularkan kebiasaannya kepada lingkungan sekitar kita. Muncul banyak waria, banyak wanita yang memakai pakaian ketat, dan masih banyak lagi habits buruk yang tersimpan di memori otak kita.

Dari Ibnu Abbas dia berkata :

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat para laki-laki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai laki-laki” (H.R Bukhari, no. 5436)

Kesimpulan
Dari banyak fenomena-fenomena yang hadir dari Dunia Barat, membuat kita merenungi status kita sekarang, implementasi hidup kita sekarang, amalan hidup kita sekarang. Sudah sesuaikan dengan ajaran Islam dan Rasulullah SAW? Ataukah kita malah terjebak dalam fenomena-fenomena tersebut?

ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala berfirman pada Surat Al-Kahfi ayat 28, yang artinya :

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.

Jika kita memang sedang terjebak oleh fenomena-fenomena tersebut, alangkah baiknya jika kita memohon ampun kepada ALLAH  Subhanahu Wa Ta’ala dan memohon diberi petunjuk menuju jalan yang benar. Karena hanya kepada-Nya lah kita memohon ampun, dan memohon petunjuk.Perlahan namun pasti, kita harus bisa terlepas dari jebakan-jebakan tersebut, dan mulailah untuk selalu taat pada perintah ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala.

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang senantiasa diberikan petunjuk oleh ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala dan tetap pada jalur yang lurus serta tetap berada di jalur kebenaran. Berdoalah kepada-Nya agar kita tetap diberikan kemampuan untuk menyerukan kebenaran yang bersumber dari ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin…

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman (Q.S. Al-Imran 139)

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…


Referensi

Al-Qur’an

Hadist Imam Bukhari

Tafsir Ibnu Katsir

Biarawan Sion: Sejarah Awal Dunia Konspirasi

Artikel singkat ini diterbitkan atas permintaan dari salah satu teman saya yang bernama Diajeng Rahmawati

Karena saya sedikit menyukai dunia konspirasi, akhirnya artikel singkat ini atau yang bisa dibilang review dari sebuah buku, saya terbitkan juga 🙂


Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Jika Anda pernah mendengar tentang konspirasi, atau terlebih Anda pernah mencari-cari tahu tentang konspirasi, atau bahkan Anda saat ini memang sedang menelusuri dari mana konspirasi dunia ini berawal? untuk itulah artikel singkat ini saya buat, atau lebih tepatnya artikel singkat ini hanya mengulas opening dari sebuah buku sejarah konspirasi yang menurut saya bagus.

Artikel ini saya adaptasi dari sebuah buku yang saya beli beberapa waktu yang lalu, tentang sejarah awal mula nya konspirasi yang berjudul Knights Templar Knights of Christ. Sebuah Judul yang sangat tidak ada hubungannya memang dengan dunia konspirasi ataupun tidak ada sangkut pautnya dengan zionisme ataupun freemason. Tetapi isi dari buku itu sebenarnya menjelaskan tentang sejarah awal mula nya terbentuk sebuah golongan yang bernama golongan Biarawan Sion yang justru menjadi cikal bakal dunia konspirasi yang sekarang hangat terjadi di Bumi ini.

Istilah seperti Freemasonry dan  Iluminati mungkin bagi banyak orang tidaklah terdengan asing lagi menurut mereka, seperti halnya istilah Zionisme. Tetapi untuk Istilah Biarawan Sion (Priory of Sion) yang juga sama sebagai penyembah atau penganut kepercayaan Iblis, istilah ini kurang terdengar familiar di telinga kita karena memang mereka adalah organisasi yang sangat gelap dan misterius yang memang menjadi cikal bakal dunia konspirasi modern.

Sejarah Biarawan Sion
Ada banyak pendapat yang sama-sama mengemukakan tentang sejarah Ordo Biarawan Sion ini. Henry Lincoln dan kawan-kawan melalui buku nya yaitu The Holy Blood and the Holy Grail menceritakan bahwa menurut salah satu dokumen yang bernama Dossiers Secret (Dokumen Rahasia) yang tersimpan di Perpustakaan Nasional Perancis di Paris, Ordo Sion didirikan oleh Godfroy de Bouillon pada tahun 1090, yaitu 9 tahun sebelum Godfroy de Bouillon mempimpin penaklukan Yerusalem dari tangan Muslim, yang dikenal dengan peristiwa Perang Salib.

Dalam dokumen lainnya yang disebutkan oleh Henry Lincoln dan kawan-kawan, yaitu dokumen The Priory Document (Dokumen Biara) menyatakan bahwa Ordo Sion didirikan tahun 1099, bertepatan dengan jatuhnya Yerusalem ke tangan pasukan Salib. Dan menurut dokumen ini pula, King Baldwin I, yang juga kakak lelaki dari Godfroy de Bouillon ‘menghutangkan tahtanya’ pada Ordo Sion tersebut. Dalam dokumen itu pula memberitahu bahwa markas mereka ada di sebuah gereja yang bernama Abbey of Notre du Mont de Sion di Yerusalem. Pendapat lain muncul dari Lynn Picknett dan Olivia Prince yang menyatakan bahwa Godfroy de Bouillon sebenarnya sudah menyepakati untuk membentuk suatu kelompok atau pemerintahan rahasia bersama para wali ‘Gereja Yohanes’.

Dari beberapa pendapat di atas bisa kita ambil kesimpulan bahwa Ordo Biarawan Sion ini terbentuk memang sudah lama sekali, tidak jauh dari peristiwa Perang Salib ke-1, dari sinilah konspirasi-konspirasi berawal (untuk lebih jelasnya saya sarankan membaca bukunya).

Akar Bernama Kaballah
Jika di atas telah disebutkan bahwa ada banyak versi yang menyatakan sejarah tentang Biarawan Sion, maka menurut Harun Yahya, ada orang-orang dan tokoh-tokoh yang berdiri sebelum Ordo Sion didirikan, yaitu Kabbalah.

Menurut Encarta Encyclopedia (2005), istilah Kabbalah berasal dari bahasa Ibrani yang artinya ilmu kebatinan Yahudi atau Judaism dalam bentuk dan rupa yang amat beragam dan hanya dimengerti oleh sedikit orang. Walaupun demikian, diyakini bahwa Kabbalah memiliki akar yang merujuk pada ilmu-ilmu sihir kuno di zaman Fir’aun.

Kabbalah yang juga secara harfiah memiliki arti sebagai “Tradisi Lisan” ini di dalamnya sarat dengan berbagai filsafat esoteris dan ritual penyembahan serta pemujaan berhala, bahkan penyembahan Iblis, yang telah ada jauh sebelum Taurat dan telah menyebar luas bersama Judaisme.

Menurut pakar sejarah Yahudi, Fabre d’Olivet, “Kabbalah merupakan suatu tradisi yang dipelajari oleh sebagian pemimpin Bani Israil di Mesir Kuno, dan diteruskan sebagai tradisi dari mulut ke mulut, dari generasi ke generasi”. Banyak yang mempercayai Kabbalah adalah induk dari segala ilmu sihir yang ada di seluruh dunia.

Dianutnya Kabbalah oleh orang-orang Yahudi sebenarnya aneh menurut Harun Yahya, “ini sungguh aneh. Jika kita memandang Yahudi sebagai sebuah agama Monoteisik, yang diawali dengan turunnya Taurat kepada Nabi Musa Alaihissalam. Tapi kenyataannya, di dalam agama ini ada sebentuk sistem yang disebut Kabbalah, yang mengadopsi praktik-praktik dasar sihir yang sebenarnya dilarang dan bertentangan dengan Taurat. Hal ini memperkuat apa yang telah disebutkan sebelumnya, dan menunjukkan bahwa Kabbalah adalah elemen yang menyusup ke dalam agama Yahudi dari luar.”

Kesimpulan
Jika bisa di ambil kesimpulan, sebenarnya asal muasal kelompok Biarawan Sion, atau Kabbalah yang bisa juga di bilang penganut iblis, bisa kita runut jauh ke masa manusia pertama di bumi, yaitu Nabi Adam. Dalam kisahnya, Nabi Adam dan Siti Hawa awalnya tinggal di surga (Taman Eden bagi barat dan Al-Jannah bagi umat Islam). Ketika ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan semua makhluk bersujud kepada Nabi Adam Alaihisalam, seluruh makhluk ciptaan ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala tunduk dan segera bersujud.

Tetapi tidak untuk Iblis, mereka mengutarakan pendapatnya kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala, “Engkau menciptakan Adam dari tanah, sedangkan kami diciptakan dari Api, mengapa kami harus tunduk padanya?”. Pembangkangan ini membuat ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala murka dan memerintahkan agar Iblis segera meninggalkan surga, yang kemudian Iblis  berkeinginan kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala untuk membiarkan kaumnya untuk menggangu dan menghalangi umat manusia dari jalan kebenaran.

Peristiwa ini yang banyak kita ketahui, yang pada saat Iblis mengubah bentuk menjadi ular dan mendekati Siti Hawa yang membujuknya untuk menyuruh Nabi Adam memakan buah yang dikatakannya sebagai buah keabadian. Dari situlah Iblis berhasil membujuk Siti Hawa, yang kemudian Nabi Adam memakan buah Apel tersebut. Akibatnya, Nabi Adam dan Siti hawa di usir keluar dari Taman Eden untuk menghabiskan sisa hidup mereka di bumi. Rencana Iblis tidak sampai di situ saja, secara diam-diam, Iblis pun mengikuti Nabi Adam dan Siti Hawa turun ke bumi, dan terus mengganggu semua keturunan Nabi Adam dan Siti Hawa, termasuk kita juga.

Setelah berhasil mengeluarkan Nabi Adam dan Siti Hawa dari Taman Eden, Iblis yang tadinya menjelma menjadi dalam bentuk seekor ular mengikuti langkah manusia untuk selalu memalingkannya dari jalan ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala. Di Bumi, Iblis menemukan wadah yang tepat dengan dalam Ordo Persaudaraan Ular (The Brotherhood of Snake) sebagai kendaraan untuk misinya itu. Ordo Persaudaraan Ular diyakini merupakan cikal bakal Ordo Kabbalah.

Dan seiring perjalanan waktu, mereka membentuk Ordo Biarawan Sion, lalu membentuk lagi Ordo Ksatria Templar, Freemasonry, Illuminati, dan organisasi-organisasi lainnya yang diyakini masih ada sampai sekarang.


Itulah sedikit review yang saya dapatkan sebagian dari buku Knights Templar Knights of Christ, yang menceritakan sejarah awal konspirasi zaman dahulu sampai sekarang yang namanya selalu berubah-ubah, yang akan terus menyesatkan kita dari kebenaran, yang akan terus membohongi kita dengan tipu daya mereka yang lihai. SubhanAllah…

Jika di rasa menarik, silahkan Anda bisa membeli buku Knights Templar Knights of Christ, karangan Mas Rizki Ridyasmara.

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillah…


Referensi

Ridyasmara, R. 2005. Knights Templar Knights of Christ. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.