Imam Herlambang Blog

Menu

Category: Kesehatan

Jagalah Kesehatan

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Kira-kira, kapan terakhir kali Anda merasakan tubuh Anda dalam kondisi kurang sehat atau dalam kondisi sakit? Tentu kita semu pernah merasakan yang namanya sakit, yah wajar namanya juga manusia kan? Tidak selamanya kita bisa hidup sehat.

Pada artikel kali ini saya akan memberikan gambaran sedikit tentang Pola Hidup Sehat.

Saat kita dalam kondisi sakit atau kurang sehat, hal paling pasti yang kita inginkan adalah sembuh, lalu sehat kembali, bahkan tidak sedikit orang yang rela merogoh kocek mereka hanya untuk sembuh (berobat ke Dokter, berobat ke sana kesini), apapun akan dilakukan asal bisa sehat kembali.

Lalu, setelah kita sembuh, merasa bahwa tubuh sudah membaik (yang tentunya sudah mengkonsumsi obat atau pergi ke dokter), banyak orang yang kerap lupa untuk menjaga kesehatannya, dengan tidak memperdulikan kesehatannya (yang padahal baru saja sembuh).

Jagalah Kesehatan
Jagalah Kesehatan

Bagi saya pribadi, kesehatan itu mahal sekali harganya, bahkan kalau boleh lebay, saat kita dalam keadaan sakit, kita rela melakukan apa saja asal bisa sembuh. Itulah tanda penting sekali diri kita dalam keadaan sehat, sehat itu mahal harganya, karena tidak bisa dibeli dengan apapun, tidak bisa digantikan dengan apapun.

Sehat itu mahal, karena saat sehat kita bisa melakukan banyak hal, melakukan banyak pekerjaan yang bisa membuat kita lebih produktif. Sudah seharusnya kita lebih mementingkan kesehatan kita, jangan sampai nanti dikemudian hari, karena kita tidak peduli dengan kesehatan, akhirnya kita jatuh sakit lagi, dan berulang lagilah proses pencarian sehat.

Dan satu hal yang saya ingin sampaikan adalah, tentukan tujuan sehat untuk jangka panjang, dan bukan sehat hanya untuk beberapa bulan atau beberapa tahun kedepan. Kalau hanya mengejar sehat sesaat, yah itu nanti akan sama saja bisa balik lagi sakitnya 😀

Jadi, pada tulisan ngelantur saya ini, saya mengajak semua teman-teman, khususnya sih untuk saya pribadi. Yuk jaga kesehatan kita, sehat itu mahal harganya, jagalah itu dengan sebaik-baik mungkin.

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…

Tips Sahur dan Berbuka Puasa

Artikel singkat ini diterbitkan atas permintaan dari salah satu teman saya yang bernama Ayu Ridhia Amalia.


Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Meskipun artikel ini terbilang sudah “telat” dalam publikasinya, namun semoga saja ilmu yang ada di artikel ini akan tetap berguna bagi siapapun yang ingin menjalankan ibadah puasa selain di bulan Ramadhan tentunya. Dan semoga saja, siapapun yang bisa mengaplikasikan ilmu sederhana ini (yang juga saya dapat dari orang lain), bisa disebarluaskan juga untuk menambah ilmu sahabat-sahabat yang lainnya.

Saya sebenarnya bukan seorang dokter ataupun seorang yang ahli di bidang kesehatan, namun saya adalah seorang pembelajar yang senang belajar tentang banyak hal, terutama tentang kesehatan (Anda bisa melihat profil singkat saya di halaman Tentang Saya). Semoga beberapa tips dan ilmu yang akan saya paparkan berikut berguna bagi Anda sekalian yang membaca artikel ini.

Perlu kita ketahui, menjalankan hidup dengan berdasarkan kesehatan saat ini sangat tidak mudah. Banyak sekali doktrin-doktrin salah yang bertebaran di luar sana yang akhirnya masuk ke dalam bawah sadar kita, sehingga lama-kelamaan tentunya menjadi kebenaran palsu di dalam diri kita, menjadi tradisi yang wajar dilakukan, menjadi kesalahan yang bisa ditoleransi oleh banyak orang.

Tentunya dalam hal ini, kita harus benar-benar teliti akan info-info yang hadir di sekitar kita, terutama dengan media televisi dan berita online yang kebanyakan dibuat demi keuntungan semata, tidak memperhatikan salah dan benarnya. Asal posting dan asal mempublikasikan suatu ajaran atau berita.

Salah satu yang sering kita dengar saat bulan Ramadhan tiba adalah slogan “berbukalah dengan yang manis“, yang bisa dibilang sudah mendarah daging, hingga kebanyakan orang “wajib” sekali berbuka dengan minuman manis, sejenis teh manis, es buah dicampur dengan sirup atau susu, dan berbagai macam jenis minuman manis lainnya. Tentu ini menjadi suatu kesalahpahaman di masyarakat kita. Dan kebanyakan orang tidak menyadarinya.

Kebanyakan orang memulai berbuka puasa dengan minum-minuman yang manis, dengan sangat lahap dan kemudian dicampur dengan makanan lainnya. Apakah ini salah? Saya tentu tidak menyalahkan hal tersebut, karena setiap orang punya kegemaran masing-masing di dalam menyantap makanan. Tetapi bagaimana bila yang dikonsumsi oleh kita itu ternyata malah tidak baik bagi tubuh? Terutama saat berbuka puasa dan sahur?

Konsep sehat yang salah menjadikan kebanyakan orang bebas makan apa saja dengan semau mereka, kalau sakit? ya tinggal minum obat, kan beres! Tapi sebenarnya konsep sehat yang benar tentunya bukan sekedar “kalau sakit, ya tinggal minum obat, kan beres!”, tetapi lebih kepada menjaga tubuh kita agar seminimal mungkin terkena penyakit.

Bukankah Allah sudah memberikan kita rezeki sehat setiap saatnya kepada kita? Jika memang demikian, maka kita harus mensyukuri nikmat sehat tersebut dengan cara menjaga kesehatan tubuh kita. Tentunya dengan menjaga apa yang kita makan, jangan sampai salah makan hingga membuat tubuh kita tidak bisa mencerna dengan baik makanan dan minuman yang kita masukkan ke dalam tubuh.

Lalu sebenarnya, apakah makanan yang baik untuk kita santap selagi berbuka puasa maupun saat kita sahur?

Berbuka Puasa

Mari kita bahas makanan yang baik untuk dimakan saat berbuka puasa, karena biasanya banyak kesalahan yang dilakukan oleh orang saat berbuka, sehingga timbul berbagai macam efek aneh yang biasa orang disebut “abis kenyang, bego” (ini sering kan kita dengar). Untuk menghindarinya, kita perlu tahu makanan apa yang tubuh butuhkan, sehingga kita tidak mendikte makanan terhadap tubuh kita, tetapi kita memberikan makanan yang memang tubuh butuhkan.

Dari Anas bin Malik, beliau berkata “Dahulu Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam berbuka dengan beberapa butir ruthab (kurma basah), dan kalau tidak ada ruthab maka dengan beberapa butir tamr (kurma matang), dan kalau tidak ada tamr maka dengan beberapa teguk air” (HR. Abu Daud, no. 2009).

Kalau boleh saya tafsirkan sendiri tentang Hadist di atas, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam berbuka puasa dengan kurma basah, kalau tidak ada dengan kurma matang (kurma kering), kalau tidak aja juga kurma matang, maka dengan beberapa teguk air. Dan ini Rasulullah lakukan sebelum Shalat Maghrib. Jadi pembatal puasa Rasulullah ya hanya sekitar 3 jenis makanan/minuman itu saja.

Lalu muncul-lah argumen baru tentang makanan berbuka puasa, terutama slogan “berbuka dengan yang manis”. Mengetahui bahwa Rasulullah pada waktu berbuka dengan kurma (yang notabene adalah buah manis), maka kebanyakan orang menganggap berbuka dengan makanan manis (apapun jenisnya) adalah baik. Padahal jika di lihat lebih mendalam tentang ini, yang dimaksud manis adalah manis dari buah. Yang tentunya kita tahu bahwa buah mengandung fruktosa (gula buah) yang alami, tentu kita tidak bisa sembarang mengganti fruktosa dengan makanan/minuman manis lainnya.

Maka dari itu, muncullah teh manis, es buah dicampur gula dan susu (silahkan baca artikel saya tentang 3 Hal Penting Sebelum Makan Buah) yang jelas menyalahi aturan tubuh ketika mengkonsumsi buah.

Kalau misalkan tidak ada kurma bagaimana? Kita bisa menggantinya dengan buah matang (segar, berserat, matang pohon, dan manis) untuk berbuka puasa, karena pada saat perut kosong, sangat cocok untuk mengkonsumsi buah. Jika ada kurma, maka kurma adalah buah yang baik, sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah.

Setelah berbuka puasa, bolehkah makan-makan berat? Untuk bagian ini, saya sendiri belum menemukan riwayat Hadist nya tentang makan-makan berat (seperti nasi, dll) setelah Shalat Maghrib. Tetapi saya punya sedikit tips kita yang memang “terbiasa” untuk memakan makanan berat.

Bagi kita yang “terbiasa” menyantap makan-makanan berat, saran saya, cobalah untuk tidak menggabungkan makanan berjenis pati dengan protein hewani (tentang ini, akan saya posting pada artikel berikutnya). Karena dengan menggabungkan makanan pati dan protein hewani, ini justru pemicu tubuh mengalami kantuk (terutama pada saat Shalat Tarawih). Itulah mengapa banyak orang yang mengantuk pada saat Shalat Tarawih, kita bisa cek dari makanan yang dimakan orang tersebut. Ada baiknya jika ingin tetap makan protein hewani, gabungkanlah dengan sayur segar, agar tubuh bisa mencerna kedua jenis makanan tersebut dengan baik.

Kesimpulan dari bagian ini adalah, saya menyarankan untuk berbuka dengan buah, terlebih itu buah kurma atau buah apapun. Konsep “manis” yang dimaksud adalah manis yang didapat dari fruktosa buah, bukan “manis” yang berasal dari makanan lain.

Cara ini telah saya buktikan setiap saya berbuka puasa (baik di bulan Ramadhan ataupun pada puasa Sunnah), dan saya tidak mendapatkan rasa kantuk sedikitpun setelah berbuka.

Sahur

Lalu bagaimana dengan makanan pada saat sahur? Tentu ini berbeda dengan saat kita berbuka puasa. Saat sahur kita membutuhkan banyak energi sebagai bahan untuk kita berpuasa. Dan tentunya juga dengan paham seperti itu, banyak orang juga melakukan kesalahan saat santap sahur, yang berujung kepada rasa kantuk yang berlebih. Ini bisa berakibat fatal, terutama pada saat waktu Subuh, bisa-bisa tidak Shalat Subuh lantaran terlalu banyak makan pada saat sahur. Lantas, yang terbaik bagaimana?

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, beliau bersabda “Sebaik-baik (makanan) sahur bagi seorang mukmin adalah kurma” (HR. Abu Daud, no. 1998).

Lagi-lagi Rasulullah menganjurkan kita untuk menyantap kurma pada saat sahur. Tetapi kembali lagi pada bahasan sebelumnya, selain kurma tentu buah apapun boleh dimakan. Dalam hadist atas ada penekanan pada kata “sebaik-baik”, yang berarti makanan yang paling baik pada saat menyantap sahur adalah kurma (atau bisa juga buah lainnya).

Apakah kurma atau buah lainnya benar-benar bisa memberikan energi untuk orang yang berpuasa? Pada awalnya saya sih ragu dengan hal demikian, sampai saya akhirnya memutuskan melakukannya sendiri, dan sampai saat artikel ini ditulis (22 Ramadhan 1434 H), setiap saya sahur, saya hanya memakan kurma saja, dan saya tidak mengalami rasa kantuk setelah sahur ataupun pada siang hari.

Makan sahur dan berbuka yang cukup, serta minum yang cukup tidak akan menimbulkan rasa kantuk berlebih, selama makanan/minuman tersebut dikonsumsi secara benar pada waktu yang benar juga.


Semoga apa yang saya jelaskan di atas berguna bagi siapapun yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana cara yang baik untuk berbuka puasa juga untuk sahur. Saya bukanlah Dokter ataupun ahli kesehatan, saya hanya seorang pembelajar kesehatan yang kebetulan saja mengetahui cara sehat dengan cara yang baik dan benar.

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…

Belum 5 Detik?

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Dulu kita mengenal teori “Belum 5 Menit” dan teori “Belum 5 Detik” yang kita dapatkan dari sebuah iklan di televisi. Alasan tersebut sampai sekarang sudah turun-temurun masuk ke dalam kebiasaan kita semua.

Termasuk saya tentunya. Dengan anggapan bahwa teori “Belum 5 Menit” tersebut itu karena bakteri yang ada di lantai, hanya akan mengambil makanan yang sudah terjatuh 5 menit.

Beberapa waktu yang lalu saya menemukan sebuah video menarik yang membahas tentang teori “5 Detik”. Wah ini termasuk yang lebih ekstrim menurut saya, karena teori di sana mengatakan berbeda.

Di Indonesia kita mengenal teori “Belum 5 Menit”, tetapi di luar negeri sana, teori nya adalah “5 seconds rule” yang bisa disamakan dengan teori “Belum 5 Detik”.

Bagi Anda yang memang tertarik mencari tahu jawaban dari teori-teori tersebut, Anda harus menonton video ini. Anda akan mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana virus dan bakteri bekerja dengan sangat cepatnya. Dan Anda bisa memutuskan sendiri, teori yang dulu kita kenal dengan sebutan “Belum 5 Menit” itu benar atau tidaknya dengan menonton video ini.

Selamat menonton 🙂

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…

3 Hal Penting Sebelum Mengkonsumsi Jus

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Jika pada artikel sebelumnya, saya membahas tentang 3 Hal Penting Sebelum Makan Buah, maka pada artikel kali ini, saya akan membahas mengenai jus buah. Pada dasarnya yang perlu kita perhatikan sama, tetapi dalam menjus buah, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan.

Pastikan kita sudah memahami betul 3 Hal Penting Sebelum Makan Buah pada artikel yang lalu. Karena bagaimanapun, buah yang kita jus itu akan sama dengan apa yang kita makan (tanpa di jus).

Jangan Ditambah Gula!

Penting untuk kita ketahui bahwa di dalam buah mengandung Fruktosa. Dan fruktosa tersebut sudah ada takarannya sendiri masing-masing buah. Jika ingin buah yang kita jus bermanfaat bagi tubuh, biarkanlah buah di jus tanpa menambahkan gula.

Memang… rasanya tidak mengenakkan di lidah, tapi justru baik untuk saluran pencernaan kita. Jika kita menambahkan gula, itu hanya akan memberburuk kualitas buah yang kita jus.

Jika kita ingin menambah pemanis pada buah yang kita jus, tambahkanlah sedikit madu, karena manisnya madu adalah murni, bukan ditambah-tambahkan gula. Tapi ingat, hanya sedikit saja, dan jangan terlalu berlebihan.

Jangan Ditambah Susu!

Jika ditambah gula saja sudah buruk bagi saluran pencernaan, apalagi ditambahkan susu. Bahkan, menambahkan susu sachet atau susu kental manis itu sama saja kita menambahkan 20 bungkus gula kecil yang biasa ada di hotel. Bukankah itu malah memperburuk? Apalagi untuk penderita diabetes, bukannya malah sehat, malah tambah parah.

Gunakan Putaran Rendah!

Di dalam buah, ada enzim yang sangat berguna untuk tubuh kita. Enzim-lah yang berjasa sebagai bahan bakar segala aktivitas yang ada di dalam tubuh kita. Tanpa enzim, maka proses kerja organ tubuh maka akan terganggu.

Kabar buruknya, enzim yang ada di buah itu akan hilang jika dibiarkan terkena udara (oksidasi) dan juga akan hilang jika terkena panas di atas sekitar 45o. Dan biasanya para pembuat jus di luaran sana sering sekali menggunakan putaran yang sangat kencang, sehingga suhu di dalam mesin jus (juicer) meningkat, bahkan jika ditambah es batu pun, es tersebut akan meleleh. Bila es saja akan cepat mencair, apalagi enzim.

Bisa dipastikan setelah enzim hilang, maka jus buah yang kita minum akan hilang manfaatnya. Jangalah terlalu percaya dengan sticker-sticker yang di tempel di tempat penjual jus, jika cara membuat jus nya saja selalu salah. Saya sendiri jika membeli jus selalu berpesan kepada yang menjual untuk tidak menambahkan gula ataupun susu, dan juga selalu saya ingatkan untuk menggunakan putaran rendah, agar enzim di dalam buah tetap terjaga.

Demikianlah 3 Hal Penting Sebelum Mengkonsumsi Jus yang perlu kita ketahui, tentunya setelah mengetahui hal ini, kita akan lebih cermat dalam mengkonsumsi buah ataupun jus buah.

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…

3 Hal Penting Sebelum Makan Buah

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Buah memang sangat nikmat untuk dikonsumsi, bagi kita buah tentunya sangat kita sukai, apalagi jus buah, santapan nikmat untuk penyegar dahaga kita yang selalu kita bisa dapatkan kapan saja kita mau dengan membelinya, ataupun membuatnya sendiri di rumah.

Tetapi, ternyata mengkonsumsi buah tidak semudah itu, ada peraturan-peraturan dasar yang perlu kita perhatikan dalam mengkonsumsi buah. Banyak budaya-budaya atau tradisi yang sudah turun-temurun kepada kita, sehingga jika tradisi budaya tersebut salah, maka seterusnya akan salah. Dan jika ini sudah melekat di dalam benak kita, tentunya ini akan berakibat bagi kesehatan kita.

Selama buah di konsumsi dengan cara yang benar, maka buah akan baik bagi tubuh, tubuh akan sangat senang sekali menerima asupan dari buah. Tetapi jika cara mengkonsumsi buah yang salah, maka buah tersebut hanya akan menjadi sampah yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.

Pastikan Buah Matang

Sebelum kita mengkonsumsi buah, pastikan terlebih dahulu bahwa buah yang kita beli atau kita petik sudah matang sempurna (matang pohon). Sebab jika belum matang secara sempurna, buah tidak akan begitu bermanfaat terhadap tubuh kita, karena buah tersebut belum saatnya untuk dipetik, dalam kata lain, asupan-asupan yang dikirim ke buah dari pohon terputus karena sudah dipetik sebelum waktunya matang.

Biasanya buah yang matang sempurna bisa dilihat dari kondisi buah, tidak busuk dan juga tidak terlalu keras untuk dipegang. Dari warna juga kita bisa lihat. Untuk buah rambutan, tentu yang warna merah akan lebih baik ketimbang warna hijau (tentu tergantung juga dari jenis-jenis rambutannya), untuk pepaya, tentu warna yang agak kekuningan akan lebih baik daripada warna hijau (yang untuk sayur).

Pastikan Buah Tidak Teroksidasi[1]

Banyak dari masyarakat yang tidak mengetahui tentang oksidasi ini, sehingga buah yang dimakan bisa dipastikan tidak akan bermanfaat bagi tubuh karena buah sudah terlanjur mengalami proses oksidasi.

Seperti layaknya besi yang lama-kelamaan akan berkarat karena terkena udara, buah juga bisa teroksidasi. Bayangkan, jika besi saja bisa teroksidasi, apalagi dengan buah? Tentunya buah yang teroksidasi akan kekurangan nutrisi yang terkandung (enzim buah) daripada buah yang belum teroksidasi.

Jadi, sebelum kita mengkonsumsi buah, pastikan buah belum mengalami oksidasi. Caranya mudah, setelah membeli buah, pastikan kita mengkonsumsinya bersamaan dengan mengupasnya. Jadi setelah mengupas buah, sebisa mungkin dan segera mungkin langsung dikonsumsi. Jangan biarkan buah tersebut terlalu lama terkena udara, apalagi udara di dalam kulkas.

Pernah melihat buah yang berubah bentuk dari bentuk bagus ke bentuk agak lembek?  (mangga yang menghitam, apel yang menjadi cokelat, buah pir yang menjadi cokelat). Itulah buah yang sudah teroksidasi.

Pastikan Mengkonsumsi Sebelum Memakan Apapun

Ini dia salah satu tradisi yang sudah turun temurun di kalangan masyarakat di sekitar kita. Yaitu mengkonsumsi buah setelah makan berat. Banyak alasan yang sering kita dengar, seperti buah sebagai pencuci mulut, atau buah sebagai makanan penutup.

Perlu diketahui, buah adalah makanan yang mudah sekali diserap nutrisi nya oleh tubuh. Oleh karena itu, jika buah terlalu lama tidak diproses oleh tubuh, maka buah tersebut malah akan menjadi sampah bagi tubuh.

Jika kita mengkonsumsi makanan berat (nasi+lauk pauk) dan setelah itu memakan buah, maka tubuh akan memproses makanan berat tersebut terlebih dahulu barulah tubuh memproses buah. Jika itu terjadi, maka buah yang kita konsumsi akan menjadi sampah bagi tubuh, tidak akan berguna sedikitpun.

Yang paling baik adalah, buah dikonsumsi sekitar 15-30 menit sebelum makan berat, agar tubuh bisa menyerap semua nutrisi yang ada di dalam buah. Barulah setelah itu kita makan berat.

Itulah ketiga hal penting sebelum kita mengkonsumsi buah. Ketiga hal tersebut sangat amat perlu kita perhatikan, karena jika kita salah-salah mengkonsumsi buah tersebut, yang pasti buah tidak akan berguna untuk tubuh kita.

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…


[1]. Oksidasi adalah interaksi antara molekul oksigen dan semua zat yang berbeda.

Pola Hidup Sehat (Bagian 2)

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Jika dalam artikel sebelumnya saya membahas tentang Pola Hidup Sehat yang sebenarnya kita bisa sehat tanpa perlu mengkonsumsi obat-obatan modern seperti sekarang (walaupun obat memang dapat membantu kita untuk sembuh dalam keadaan darurat), bahkan jika kita sendiri memberi asupan gizi dan nutrisi yang cukup untuk tubuh kita, sakit yang memang kita alami akan sembuh dengan sendirinya, karena tubuh kita diberi kemampuan Self Healing oleh ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala.

Maka dalam artikel kali ini saya akan sedikit memberikan suatu pemahaman awal yang sebenarnya cukup menghantarkan Anda menuju sehat, saya sudah buktikan teori-teori yang sebentar lagi saya akan berikan kepada Anda, Alhamdulillah dengan mengikuti dasar-dasar ilmu kesehatan yang saya dapatkan dari sebuah buku berjudul The Miracle of Enzyme ini, kesehatan saya berangsur membaik. Walaupun masih jauh dari kesempurnaan, yang terpenting adalah kita tetap melaksanakan sesuatu tersebut hingga mendekati sempurna.

Enzim
Tahukah Anda bahwa di dalam tubuh kita ini ada suatu unsur yang sangat penting bagi tubuh kita, unsur tersebut adalah ENZIM. Enzim bisa juga di bilang sebagai sebuah katalis protein yang dibentuk di dalam sel makhluk hidup. Dimanapun terdapat kehidupan, pada tumbuhan maupun hewan, enzim akan selalu ada.

Faktanya, lebih dari 5.000 jenis enzim diciptakan oleh sel tubuh kita, selain itu kita juga memproduksi enzim menggunakan enzim yang terdapat di dalam makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Setiap enzim mempunyai tugas khususnya masing-masing. Sebagai contoh, enzim amilase yang terdapat pada air liur (air ludah) hanya bertugas untuk bereaksi terhadap karbohidrat. Makanan yang mengandung lemak dan protein juga dicerna oleh enzim yang masing-masing berbeda. Gerak tubuh pun, semua aktivitas tubuh untuk bergerak memerlukan enzim juga.

Dan, sebenarnya ada suatu enzim yang belum memiliki tugas spesial seperti yang saya sebutkan di atas, enzim tersebut adalah enzim pangkal. Enzim ini belum diubah menjadi enzim spesial yang melakukan tugasnya, yang bereaksi terhadap suatu kebutuhan tertentu. Oleh karena itu enzim ini bisa dibilang enzim pangkal, karena memang masih belum terspesialisasi. Enzim pangkal ini berpotensi menjadi enzim jenis apapun (enzim yang terspesialisasi). Enzim bisa kita dapat dengan makanan-makanan yang kaya akan enzim ataupun yang dibuat di dalam tubuh oleh bakteri di dalam usus.

Menurut Dr. Edward Howell, “Pada saat enzim di tubuh telah habis, hidup tubuh itu pun berakhir”, mungkin pendapat Dr. Edward Howell bisa diperjelas menjadi seperti ini, “intinya di tubuh kita terdapat enzim pangkal dan enzim spesialisasi, jika enzim tersebut telah habis, maka bisa di bilang hidup kita pun berakhir (meninggal)“. Mungkin itulah inti dari perkataan Dr. Edward Howell.

Menurut Dr. Hiromi Shinya, “Kesehatan kita bergantung pada sebaik apa kita menghemat enzim di tubuh kita, bukan menguras enzim pangkal kita“. Pendapat Dr. Hiromi Shinya tersebut mendukung teori dari Dr. Edward Howell, yang intinya jika kita ingin sehat, kita seharusnya menjaga cadangan enzim pangkal kita dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak enzim untuk asupan ke tubuh kita.

Sebaliknya, jika makanan yang kita makan itu adalah makanan yang miskin enzim, maka tubuh hanya akan menguras banyak enzim untuk mengurai makanan tersebut. Karena setiap mengurai makanan, tubuh mengeluarkan enzim, terlebih jika makanan yang dimakan sulit di cerna, tubuh akan mengeluarkan banyak enzim, atau bahkan enzim pangkal akan terkuras habis. Atau dengan kata lain, jika enzim pangkal terkuras habis, maka Anda akan mengerti sendiri apa jawabannya.

Mengunyah makanan juga salah satu cara untuk menghemat kerja enzim, semakin kita mengunyah makanan lebih lama, maka tubuh akan dengan cepat menyerap makanan yang masuk. Sebaliknya, jika kita dengan asal saja mengunyah, maka ketika makanan tersebut sampai di lambung dan usus, tubuh akan kesulitan mencerna makanan tersebut, yang artinya tubuh akan mengeluarkan banyak enzim untuk memproses makanan yang masuk ke tubuh kita. Oleh karena itulah sangat penting untuk mengunyah setiap suapan yang masuk ke mulut kita hingga 30X kunyahan (minimal), apalagi jika kita seiring mengkonsumsi daging, ini justru kunyahannya harus lebih dari 30X, yaitu sekitar 70-80X kunyahan.

Sampai di sini sudah mengerti? Semoga Anda sudah mengerti betapa pentingnya enzim bagi kesehatan dan keberlangsungan tubuh kita. Lebih lengkanya Anda bisa baca bukunya Dr. Hiromi Shinya yang berjudul The Miracle of Enzyme.

Ritme (Siklus) Sirkadian
Setiap manusia memiliki jam biologis yang berbeda setiap orangnya, sebagai contoh jam biologis bayi dengan jam biologis kita yang sudah dewasa, tentu nya akan sangat berbeda. Pada manusia, jam biologis ini dikontrol oleh tubuh dengan memperhatikan faktor lingkungan (contoh: cahaya, kegelapan, gelombang elektromagnetik). Bentuk jam biologis  yang paling umum adalah Ritme Sirkadian (Siklus Sirkadian) yang melengkapi siklus selama 24 jam.

Secara umum, Ritme Sirkadian (Siklus Sirkadian) terbagi menjadi 3 waktu, yaitu Pagi, Siang, dan Malam.

Pagi: Siklus ini terjadi pada saat jam biologis manusia menujukkan waktu sekitar jam 4 (Subuh) sampai jam 11 (siang) atau sampai waktu nya makan siang. Tentunya jam biologis ini akan berbeda setiap orangnya, tetapi pada dasarnya, tidak akan jauh dari waktu tersebut. Misalkan jika ada orang yang bangun jam 6 pagi, maka Siklus Pagi nya adalah dari mulai jam 6 pagi sampai pada saat jam makan siang nya.

Pada saat Siklus ini, yang terjadi adalah tubuh melakukan pembuangan sisa-sisa zat makanan yang tidak diperlukan oleh tubuh, yaitu akumulasi dari apa yang telah kita makan dan minum (hari kemarin), maka pada saat siklus ini, tubuh membuangnya melalui  ekskresi, melalui keringat, dan melalui media lainnya.

Maka, pada saat proses pembuangan ini, tubuh perlu banyak energi untuk membuangnya, oleh karena itu disarankan untuk kita memakan makanan yang mudah di cerna oleh tubuh serta makanan yang kaya akan enzim. Contohnya adalah Buah Segar. Sarapan seperti Bubur Ayam, Lontong Sayur, Nasi Goreng, sesungguhnya tidak baik untuk tubuh, karena hanya akan menaikkan gula darah di tubuh, serta memperparah proses kerja tubuh.

Logikanya simpel saja, saat tubuh sedang butuh energi (enzim salah satu energi untuk melakukan pembuangan tersebut), kita seharusnya memberikan asupan enzim yang lebih sebagai energi untuk tubuh dalam melakukan tugasnya, bukan memperparah kerja tubuh dengan sarapan-sarapan yang berat.

Disarankan pada siklus pertama ini untuk memakan buah-buahan segar yang belum di potong sebelumnya, atau buah yang tidak terkena udara dalam waktu kurang dari 15 menit, karena jika buah terkena udara langsung, maka enzim yang akan ada pada buah akan teroksidasi, sehingga enzim yang ada pada buah akan perlahan hilang.

Makanlah buah sampai waktu nya makan siang, makan 1 buah-buahan segar setelah bangun tidur, lalu jika Anda lapar di tengah-tengah siklus pertama ini, makanlah buah lagi, karena sifat buah adalah cepat di serap oleh tubuh, juga cepat mengenyangkan, tetapi juga cepat lapar. Oleh karena itu intinya pada siklus pertama ini, Buah adalah asupan terbaik bagi tubuh.

Siang: Siklus ini terjadi pada saat jam biologis manusia menunjukkan waktu sekitar jam 11 (siang) atau jam makan siang, sampai sekitar jam 8 malam (batas makan malam). Saat siklus ini terjadi, tubuh bisa dengan bebas menerima asupan makanan yang masuk ke tubuh, tentunya sebebas apapun makanannya, tidak disarankan untuk tetap makan-makanan yang terlalu berat.

Pada siklus ini, tubuh menerima 2X asupan makan, yaitu pada saat siang hari, dan pada saat malam hari. Tidak disarankan untuk makan malam di atas jam 8 malam, atau 3-4 jam sebelum tidur. Karena dikhawatirkan makanan yang masuk tidak akan di proses di siklus sesudahnya.

Untuk siklus ini, dan bagaimana cara makan pada siklus kedua ini, akan saya bahas pada postingan selanjutnya tentang bagaimana memadupadankan makanan yang kita makan.

Malam: Siklus ini terjadi pada saat jam biologis manusia menunjukkan waktu sekitar jam 8 (malam) sampai masuknya siklus pertama (jam 4 subuh atau jam terbangun nya kita). Yang terjadi pada siklus ini adalah tubuh memproses apa yang masuk ke dalam tubuh yang sudah kita makan tadi pada saat siklus kedua tadi.

Oleh karena itu, pada siklus ini, ALLAHSubhanahu Wa Ta’alamendesain tubuh kita untuk istirahat, ini dikarenakan tubuh akan memproses makanan yang masuk pada siklus kedua tadi. Disarankan untuk tidur lebih awal, agar tidak mengganggu waktu pemrosesan makanan yang dilakukan oleh tubuh kita.

Itulah tadi secara singkat penjelasan tentang Siklus Sirkadian yang akan terjadi terus menerus setiap harinya tanpa pernah berhenti sampai kita meninggal nanti. Hehehe

Jika kita benar-benar mengetahui bahwa tubuh kita memang membutuhkan banyak energi untuk tetap sehat, kita tentunya tidak akan mengizinkan tubuh kita untuk memproses makanan-makanan yang aneh-aneh, yang ujung-ujungnya hanya akan membuat tubuh kita kesulitan mencerna makanan yang masuk. Yang pada akhirnya akan menguras enzim pangkal kita.

Saya percaya dengan menghemat cadangan enzim pangkal kita, kita akan jauh lebih sehat dari sebelumnya, dan menyimpan banyak cadangan enzim untuk dipakai di kemudian hari tua nanti. Sebaliknya jika kita dengan sering menguras enzim cadangan kita, terlebih sering makan-makanan yang tidak bergizi. Maka bisa dipastikan kita tidak punya cadangan enzim untuk hidup dikemudian hari.

Itulah sebabnya banyak penyakit baru bermunculan saat ini. Ini besar kemungkinan karena gaya hidup dan pola makan yang banyak terjadi di sekitar adalah “yang penting enak, toh sekarang masih tetap sehat”. Hehehe. Mungkin itu ada benarnya juga bahwa sekarang memang masih sehat, tetapi apa 10 tahun kemudian akan sama? Saya rasa belum tentu, jika kita tetap tidak mengubah pola makan kita menuju yang baik.

Demikian Tips Pola Hidup Sehat yang saya dapatkan dari 2 buku yang berbeda, yang sudah saya praktekkan.

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillah…


Referensi

Lebang, E. 2012. Mitos dan Fakta Kesehatan. Jakarta: Kompas.

Shinya, H. 2007. The Miracle of Enzyme. Bandung: Mizan.

Pola Hidup Sehat (Bagian 1)

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Pada artikel sebelumnya tentang Hidup Sehat Sebagai Rasa Syukur, saya sudah memaparkan sedikit tentang bagaimana seharusnya kita hidup sehat, menjaga kesehatan tubuh kita ini dengan tidak merusak tubuh kita tentunya. Pada artikel kali ini saya akan memberikan dasar pemahaman tentang hidup sehat yang saya dapatkan dari 2 buah buku yang memaparkan logika penting tentang kesehatan.

Hidup Sehat Solusinya
Saya ingat dulu ketika saya mau diet karena berat badan saya yang begitu tinggi, saya mencari berbagai cara untuk diet (terlebih saya mencari cara untuk diet instan), saya mencari di Google tentang suplemen untuk diet, dan sampai mencari artikel-artikel tips diet yang baik dan benar.

Sampai akhirnya saya menemukan banyak tips tersebut dan membeli beberapa e-book tentang diet dan juga membeli beberapa suplemen diet, ternyata itu tidak membantu. Dikarenakan pola makan saya dan konsep diet saya masih salah.

Akhirnya saya bertemu dengan salah satu teman saya di salah satu percakapan di Yahoo! Messenger. Dia berkata bahwa diet yang benar itu adalah dengan cara Hidup Sehat dan menjaga pola makanlah intinya. Dari situlah saya sadar bahwa diet itu adalah 2 hal, yang pertama itu adalah dengan menjadikan diri kita sehat, yang kedua adalah menjaga pola makan kita.

Percuma juga berarti jika kita memakan banyak suplemen apapun jika itu hanya membuat tubuh kita tidak sehat, dan kita tetap tidak menjaga apa yang kita makan. Itu hanya akan berefek buruk ke tubuh kita nantinya.

Pencarian Hidup Sehat
Pencarian tentang Hidup Sehat dimulai ketika saya membuka twitter saya dan melihat salah satu user yang sering kultwit1 tentang kesehatan dan pola makan sehat. Salah satu tweet yang membuat saya akhirnya membeli buku dia adalah seperti ini : “Saat tubuh sehat, tubuh akan menyesuaikan beratnya sendiri”. Wah! ini keren banget menurut saya, berarti inti dari diet itu adalah menyehatkan tubuh. Dari situ lah kemudian saya membeli buku nya tersebut, dan memang isi buku nya itu sangat masuk akal untuk di praktekkan. Dan akhirnya sekarang… Alhamdulillah berat badan saya terus menurun dengan membuat tubuh saya sehat…

Sehat Bukan Dengan Obat
Saya yakin, ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kita tubuh ini dengan suatu kemampuan Self Healing yang membuat tubuh kita bisa menyembuhkan dirinya sendiri tanpa bantuan obat. Pendapat ini mungkin agak aneh bagi sebagian orang, tetapi coba kita lihat jauh ke belakang pada saat Rasulullah SAW hidup. Beliau sangat menjaga apa yang dia makan, dan beliau tetap sehat-sehat saja, bahkan selama hidupnya, beliau hanya terkena 2X penyakit saja (menurut beberapa riwayat).

Ini merupakan suatu bukti bahwa dulu Rasulullah SAW itu sehat bukan dengan obat, melainkan dengan menjaga apa yang beliau makan. Dengan demikian, saya tetap yakin kita bisa sehat tanpa bantuan obat sekalipun.

Saat ingat ketika saya masih berumur belasan tahun (sekitar umur 15 tahun), Saya mempunyai penyakit batuk yang cukup parah, saking parahnya, batuk tersebut tidak bisa sembuh dalam waktu beberapa minggu, beda dengan yang lain yang memiliki penyakit batuk yang bisa sembuh dalam waktu beberapa minggu saja.

Penyakit batuk saya tersebut paling cepat sembuh itu sekitar 1 bulan. Dan jika belum 1 bulan, penyakit batuk tersebut belum bisa sembuh. Akhirnya Ibu saya membawa saya ke Dokter untuk di periksa. Setelah pulang dari Dokter, tentu akan ada obat yang di bawa pulang dengan berbagai macam bentuk, ada obat cair (syrup), ada tablet, ada yang bubuk juga.

Dan saya harus meminum obat itu sampai obat itu habis. Tetapi ternyata sampai obat itu habis pun, sakit batuk saya tidak tersembuhkan juga. Akhirnya saya dengan beranikan diri untuk tidak meminum obat lagi, karena saya begitu tidak percaya dengan obat tersebut. Hehehe

Akhirnya sekarang saya tahu, dengan meminum obat kita tidak bisa sehat sepenuhnya. Obat memang membantu kita untuk sembuh dari penyakit, tetapi tidak untuk sehat. Sehat itu masalah bagaimana kita menjaga tubuh kita agar tetap maksimal menjalankan berbagai macam fungsi nya. Sembuh dan Sehat itu sangatlah berbeda, Sembuh itu belum tentu kita sehat, sedangkan Sehat itu sudah bisa dipastikan bahwa kita sudah sembuh dari suatu penyakit dan tubuh kita bekerja dengan maksimal.

Kesimpulan
Jika memang saat ini kita dalam keadaan kurang sehat, tentu ada yang salah dari cara makan kita, atau pola hidup kita. Dengan sedikit memperbaiki kebiasaan-kebiasaan kecil kita, kita bisa membuat tubuh kita sehat dan berjalan normal seperti biasanya. Hidup Sehat adalah masalah bagaimana kita menjaga tubuh kita agar tetap berjalan normal dengan cara merubah kebiasaan makan kita, kebiasaan minum kita, kebiasaan mengkonsumsi obat-obatan kita. Dengan demikian kita tidak menjadi tergantung terhadap obat-obatan lagi atau makanan yang katanya sehat.

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillah…


1. Kultwit adalah singkatan dari Kuliah Twitter, dimana ilmu bisa di sharing oleh pemilik akun Twitter dalam 140 karakter secara terus menerus

Hidup Sehat Sebagai Rasa Syukur

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Banyak orang yang sering mengatakan dengan jelas, memberi contoh dengan jelas, memberi nasihat dengan jelas kepada kita bahwa kita seharusnya bersyukur kepada ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala. Ada yang bilang “Bersyukur dong, kan habis dapet rezeki” ada juga yang bilang “kalau dapet rezeki, harus bersyukur“, dan masih banyak lagi definisi syukur menurut orang lain yang sering diperdengarkan di telinga kita. Baiklah… Berarti intinya itu adalah jika segala sesuatu yang kita terima, kita harus bersyukur… Tapi dengan cara apa? Apakah ada cara real nya?

Apakah cukup dengan menyebut asma ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala yaitu “Alhamdulillah“? Kalau menurut saya sih, mengucapkan “Alhamdulillah” itu sangat baik, selalu mengingat pemberian-Nya kepada kita. Tapi bagi saya, ada hal yang kurang… Bahkan di salah satu kesempatan ketika saya kuliah, Kang Aga pernah bilang, “Kalau cuma Alhamdulillah, orang yang non Islam pun bisa menyebutnya“. Nah dari situlah pemikiran artikel ini akan berlanjut. Intinya adalah kita harus melakukan secara real apa yang kita syukuri, tidak hanya sekedar di lisan saja.

Sebagai contoh, hal yang selalu dilupakan oleh banyak orang adalah tentang Kesehatan. Banyak orang yang terus bersyukur sudah di beri kesehatan yang berlimpah oleh ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala, tetapi mereka tidak melakukan secara real untuk tetap menjaga kesehatan mereka. Sekali lagi… kalau hanya mengucap “Alhamdulillah” sih orang non Islam pun bisa, tapi implementasi dari rasa syukur itu lah yang terpenting untuk di amalkan. Misalkan dengan menjaga kesehatan kita, memberikan hal optimal atas setiap langkah yang kita pijakkan di bumi ini, mengupdate ilmu tentang kesehatan yang juga akan membuat diri kita akan lebih sehat.

Sebagai contoh, rasa syukur atas kesehatan yang ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala telah berikan kepada kita adalah dengan menjaga kondisi badan kita tetap sehat, menjaga diri kita agar tidak terlalu capek, tidak merusak diri kita dengan merokok dan minum alkohol, tidak sembarangan mengkonsumsi obat-obatan, tidak makan sembarangan, dan masih banyak lagi rasa syukur secara real yang harus kita implementasikan dengan nyata, tidak hanya sekedar ucapan saja.

Karena tidaklah pantas kita untuk merusak diri kita. Logikanya simpel saja… ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala setiap harinya memberikan kita kesempatan untuk hidup sehat, diberikan rezeki setiap saat untuk bisa melihat dunia-Nya yang indah ini, tetapi jika kita hanya bisa merusak diri kita sendiri dan tidak menjaga apa yang telah di amanahkan oleh-Nya, kita termasuk orang yang tidak tahu diri, tidak berterima kasih kalau kita sudah diberi kesehatan oleh-Nya. Maka dari itulah penting sekali untuk kita menjaga kesehatan diri kita sendiri dan menghindarkan hal-hal yang membuat diri kita sakit.

Perintah ALLAH di Al-Qur’an
ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman di dalam Al-Qur’an pada Surat Al-Baqarah, ayat 195, yang artinya :

Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala memberi perintah kepada kita bahwa janganlah kita menjatuhkan diri kita sendiri ke dalam kebinasaan. Mungkin bisa lebih diperjelas bahwa intinya kita harus senantiasa menjaga kesehatan yang kita dapat, dan janganlah kita merusak diri kita sendiri (dengan tidak merokok, tidak minum alkohol).

Kesimpulan
Bila ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala yang sudah memerintahkan kepada kita, harusnya kita lebih mengerti akan hal tersebut, dan menyegerakan mengerjakan perintah-Nya. Bukan malah mencari alasan-alasan lain untuk tidak mengerjakan perintah-Nya.

Sebagai penutup dari artikel ini, beberapa hari ke depan, saya akan share beberapa tips hidup sehat untuk bisa Anda aplikasikan di dalam hidup Anda.


Referensi bacaan :

Surat Al – Baqarah Ayat 191 S.d 200