Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Kenapa sih kita galau?

Pada dasarnya, apa yang kita lakukan terbagi menjadi 2, mencari kesenangan, dan menghindari sengsara. Jadi kalau di suatu posisi, ada kesenangan, orang akan mendekati, kalau ada kesengsaraan, orang akan menghindari. Bahasa kerennya, pain and pleasure.

Nah, masalah kita kebanyakan, pain dan pleasure yang kita artikan seringkali tabrakan. Ada pertarungan ego di dalam diri kita yang sebenernya kita ga sadar.

Contohnya:

  • Kita tau bahwa melupakan mantan itu baik, tapi kenapa masih aja keingetan terus? (ini biasa yang sering galau)
  • Kita tau kalau kita harus menjauhi orang yang ga baik, tapi kenapa kita kadang nyaman bersama orang yang ga baik tersebut
  • Kita tau kalau menunda itu ga baik, tapi ya masih aja kita mikir “masih ada nanti”

Intinya, karena pertarungan ego atau tabrakan itulah kita menjadi bingung, pusing, terjebak dalam penjara yang kita ciptain sendiri. Bahasa lainnya “Galau”.

galau-serakah

Contohnya aja, kita tau kalo olahraga itu baik, bisa lebih sehat, bisa kurus.. Tapi jadi bertabrakan dengan “Olahraga itu capek”, “nanti aja kalau ada waktu luang”, “masih sehat kok ga olahraga”. Pas bertabrakan itulah kita jadi lebih bingung dan ga tau harus melakukan apa-apa. Di satu sisi, tau itu baik, tapi di satu sisi, tetep aja ga bisa.

Galau lagi deh


Kenapa sih bisa tabrakan? Kenapa bisa muncul kayak gitu?


SERAKAH!. Ya, serakah, sifat dasar manusia ya serakah, dari 2 cara berfikir tadi, kita ingin ambil keuntungan sekaligus menghindari penderitaan, dengan cara melepaskan salah satunya. 

  • Olahraga itu baik, tapi kan capek, keringetan, sedangkan santai itu enak, cuman ya ga sehat kalo ga olahraga.
  • Ngelupain mantan itu baik, tapi kasian kalo dilupain, sedangkan kalo keinget mantan terus, hatinya jadi kacau terus-terusan.

Solusinya jadi gimana?

Salah satunya bisa pakai terapi EST. Tapi kalau terlalu ribet, bisa pake cara lain:

  • Rileks kembali, dan perlu penyadaran untuk menerima konsekuensi dari apa yang kita pilih. Dari mengambil “tanggung jawab”, kita jadi tau hal tersebut bisa berguna bagi kita di waktu yang akan datang.
  • Terakhir, kaitkan hal-hal yang baik dengan hal-hal yang baik juga. Semisal, kalau melupakan mantan itu baik untuk karir kita kedepan, atau dengan olahraga hidup lebih sehat, karir jadi meningkat, dan kaitkan terus dengan tujuan kita.

Ujung-ujungnya, kita akan fokus sama hal-hal yang baik, sehingga konsekuensi bisa diambil tanpa harus serakah (ingin yang baik aja tapi yang ga baik ga mau diambil). Intinya, jangan serakah, kalau serakah bisa jadi akan berujung galau. Pilih salah satu, ambil konsekuensi nya.

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…