Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Kita sebagai manusia, sejatinya lebih sering mengeluh ketimbang bersyukur. Bukan karena kita tidak tahu bahwa bersyukur itu memang nikmat, tetapi terkadang kita yang sering lupa bahwa di setiap sisi kehidupan kita, kita mengisinya dengan mengeluh.

Apa yang kita lakukan setelah bangun tidur? Apakah bersyukur karena sudah diberikan kesempatan hidup kembali? Ataukah malah menggerutu karena harus bermacet-macetan atau karena harus masuk kerja?

Kenapa kita tidak melihat hal tersebut dari segi positifnya bahwa kita sudah diizinkan kembali untuk hidup, untuk berbagi hal kepada orang lain, untuk bisa mencari lebih banyak rezeki, dan masih banyak segudang alasan untuk bersyukur, ketimbang kita mengeluh.

Apa yang kita sering keluhkan di tempat kerja? Biasanya rekan kerja yang sikapnya sangat tidak kita sukai, atau bahkan kita sangat membencinya. Sampai-sampai kita bilang ke teman-teman kita bahwa kita tidak memiliki teman di tempat kerja kita.

Padahal, masih ada banyak rekan-rekan kerja kita di tempat kerja yang baik, yang masih mau membantu kita. Hanya saja, kita lebih terfokus pada yang membuat kita mengeluh daripada hal yang membuat kita bersyukur.

Apa yang sering kita keluhkan di jalanan? Ah sudah pasti adalah pengendara motor yang dengan seenaknya menyalip, pengendara motor yang tidak tahu aturan, dan bahkan tidak sedikit juga pengemudi mobil yang juga tidak tahu aturan dengan seenaknya saja menyalip tanpa lihat kanan-kiri.

Padahal, banyak juga pengendara motor dan mobil yang melakukan hal yang benar, mematuhi lalu lintas yang sudah ditetapkan. Kita masih bisa kok bersyukur atas hal tersebut. Coba bayangkan saja jika semua pengendara motor dan mobil sikapnya tidak mengenakkan, tentu kita sudah sering dibuat jengkel oleh mereka.

Fokuslah pada apa yang membuat hati kita lebih bersyukur daripada mengeluh, fokuslah dengan hal-hal yang akan menaikkan level kita ke level yang lebih tinggi lagi. Fokuslah untuk tetap memperhatikan segala sesuatu dengan hal yang positif.

Dan jika rutinitas kita tiba-tiba kembali ke arah mengeluh, sadarilah, dan segera rubah agar rutinitas kita tidak menjadi habit yang buruk. Karena sekalinya itu menjadi habit buruk, maka untuk merubahnya, akan sangat sulit.

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…