Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Biasanya ketika kita sekolah dulu, ada 2 hal yang selalu kita takuti (setidaknya ada 2 memang). Ada Ujian dan ada Hukuman. Namun, biasanya kita kerap menyamakan kedua hal tersebut dengan perasaan yang sama, akhirnya kita tidak bisa membedakan mana yang benar-benar namanya ujian, mana yang hukuman.

Padahal, jika dilihat lebih dalam tentang keduanya, sesungguhnya itu kedua hal yang berbeda. Namun karena dahulu kita belum mengetahui tentang kedua hal tersebut, perasaan kita atas kedua hal tersebut biasanya sama.

Ujian diberikan kepada seseorang untuk mengukur sejauh mana seseorang telah belajar dalam hidupnya. Untuk mengukur sejauh mana seseorang sudah siap untuk naik ke tingkat selanjutnya di dalam hidupnya.

Hukuman biasanya diberikan kepada seseorang atas perbuatan salah yang telah dilakukan oleh seseorang. Atas perbuatan melanggar ketentuan atau peraturan. Biasanya hukuman ada yang secara langsung, ada juga yang ditunda (seperti dipenjara, sebelumnya dilakukan proses pengadilan terlebih dahulu).

Begitupun Ujian dan Hukuman dari Allah, banyak manusia ketika menerima ujian mengaggap itu sebenarnya adalah hukuman baginya. Dan sebaliknya, banyak pula manusia ketika menerima hukuman, menganggap itu sebenarnya adalah ujian.

Ujian dan Hukuman

Ujian dan Hukuman (sumber: http://ardhastres.blogspot.com)

Adakah cara membedakan ujian dan hukuman? Sebenarnya ada banyak, namun saya akan sedikit sharing tentang bagaimana membedakan kondisi kita, sedang diujikah oleh Allah atau sedang dihukumkah kita?

Perbedaan keduanya terletak dari cara kita menyikapi hal tersebut. Biasanya ketika diuji (dan orang tersebut tahu sedang diuji), mereka akan lebih tenang, karena mereka tahu, setelah ujian, derajat mereka akan ditingkatkan, dan ujian hanyalah salah satu langkah untuk memperbaiki diri ke arah yang lebih baik.

Sedangkan ketika dihukum, orang cenderung gelisah, khawatir, takut dan banyak perasaan-perasaan negatif lainnya bercampur menjadi satu. Jenis seperti ini, biasanya hati kita telah dinodai oleh kesalahan.

Untuk ujian, jika kita sabar dan tawakkal, InsyaAllah kita akan lulus ujian tersebut. Lain dengan hukuman, hanya akan berakhir ketika memang sudah dimaafkan oleh Allah (atau hukuman tersebut sudah cukup), atau kita nya lah yang meminta maaf kepada Allah atas perlakuan tidak baik kita, atas perlakuan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya.

Maka, sudah selayaknya kita untuk introspeksi diri, saat ini kita sedang diuji atau sedang dihukum?

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…