Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Biasanya, dalam kegiatan mencari ilmu, kita mencari manfaat dari ilmu tersebut. Kita berharap dengan ilmu yang kita dapat, kita juga berharap mendapatkan hasil, yang biasa disebut manfaat. Tapi ternyata, manfaat saja tidaklah cukup.

Seperti layaknya rezeki yang halal, tentu tidak akan lengkap jika tidak ada toyyiban. Halal itu bisa bagaimana cara mendapatkan harta, atau jenis harta tersebut, sedangkan toyyiban itu adalah baik untuk si penerima rezeki tersebut. Jadi misal kita mendapatkan rezeki halal, tetapi tidak toyyiban ya itu rasanya kurang lengkap saja.

Untuk bahasan tentang halal dan toyyiban, Anda bisa lebih lanjut baca di artikel blog sahabat saya di sini.

Nah, dalam berilmu pun, ternyata manfaat saja tidak cukup. Ada satu hal lagi yang perlu kita perhatikan baik-baik. Yaitu adalah Berkah. Berkah bisa secara sederhana diartikan sebagai “Yang mendatangkan kebaikan bagi si pelakunya”.

Jadi misalkan kita belajar suatu ilmu, katakanlah tentang adab-adab Rasulullah. Kita bisa saja mendapatkan manfaat dari ilmu tersebut, yang mana kita bertambah ilmunya, dari yang semula tidak tahu, menjadi tahu.

Tetapi, ternyata setelah mendapatkan ilmu, perilaku kita tetap sama saja seperti itu, yang ternyata tidak membawa kebaikan bagi kita. Jadi meskipun manfaatnya dapat, tetapi berkah nya belum bisa di dapatkan.

Manfaat dan Berkah

Manfaat dan Berkah (sumber: http://hidupberkah.com/)

Berkah itu bisa didapat salah satunya dengan menghormati guru,  menghormati waktu yang diluangkan untuk belajar. Sehingga setelah mendapatkan ilmu, nantinya ilmu kita bermanfaat untuk diri kita sendiri (terlebih untuk orang lain) dan juga mendatangkan kebaikan pula untuk kita. Sehingga jika kita mendapatkan berkah, tentunya hidup kita akan lebih baik lagi kedepannya.

Jika hidup kita semakin baik, kita bisa meneruskan ilmu yang kita dapat tadi karena manfaat dan keberkahannya.

Oh iya, jika hanya mendapat manfaat tetapi tidak mendapatkan berkah. Biasanya sebanyak apapun manfaat yang didapat, tetapi tanpa berkah didalamnya. Orang tersebut akan sulit sekali untuk menularkan ilmunya kepada orang lain, karena ilmu yang didapat tidak membawa keberkahan bagi dirinya, hanya sekedar bermanfaat.

Ini semacam teguran bagi kita semua, semoga kedepannya, dalam berilmu, kita bisa mengejar keduanya, yaitu manfaat dan berkah. Dan semoga kita bisa terus memberikan ilmu-ilmu kita agar bisa bermanfaat dan berkah untuk orang lain juga (Jadi tidak hanya bermanfaat dan berkah untuk diri sendiri, tapi untuk orang lainnya juga)

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…