Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Bagi saya pribadi, kecewa adalah salah satu sifat yang berbahaya, karenanya kecewa biasanya memancing sifat-sifat lain untuk hadir. Dari sifat kecewa yang kecil, bisa lahir sifat marah, iri, dengki, bahkan bisa-bisa sampai memusuhi orang lain.

Banyak kan dari kita (termasuk saya juga) yang sering kecewa jika berhadapan dengan suatu kejadian, kita biasanya berharap A, akan tetapi hasil yang kita hadapi ternyata berbeda dengan harapan yang kita bangun diawal. Nah, dari situlah muncul perasaan tidak terima, perasaan kecewa, perasaan menyalah-nyalahkan keadaan.

Kecewa

Kecewa (sumber: http://encesurahman.blogspot.com/)

Awalnya sih memang biasa saja, kecewa sebentar, lalu hilang. Namun, kalau sudah terjadi berkali-kali dan sudah menjadi semacam trigger, bahwa “jika ternyata hasilnya tidak sesuai, maka saya pasti kecewa”, nah perasaan-perasaan seperti itu lah yang nanti akan muncul di bawah sadar kita, sehingga jika ada suatu keadaan yang hasilnya tidak sesuai dengan yang kita inginkan, maka kita sudah pasti kecewa.

Bahaya? Tentu bahaya, seperti yang sudah saya bilang di awal tadi, bahwa dari perasaan kecewa akan lahir perasaan-perasaan berikutnya.

Nah, alangkah baiknya kita sebagai manusia bisa menghindari hal-hal semacam itu. Jika hanya sesekali itu adalah hal yang wajar, manusiawi. Tapi kita tidak ingin juga kan hal itu sampai terjadi berulang-ulang?

Hadirnya kecewa itu karena pada saat kita berharap, kita tidak memasangkan keikhlasan dalam berharap. Lain halnya jika kita menghadirkan keikhlasan sebelum kita berharap, tentu hasilnya akan beda.

Jadi, ke depannya, saat kita mulai berharap sesuatu kepada hal apapun, mulailah dengan ikhlas dahulu, bahwa apapun hasilnya, itu pasti yang terbaik bagi kita (tentunya juga harus ada usaha juga ya). Jika hasilnya baik dan sesuai dengan yang kita harapkan, maka kita patut bersyukur. Jika hasilnya ternyata tidak sesuai dengan yang kita harapkan, maka mungkin memang itu hasil yang pantas buat kita.

Semoga kita dimampukan untuk bisa mencegah sifat kecewa tersebut, sehingga tidak melahirkan sifat-sifat lainnya yang lebih jelek.

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…