Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Sebenarnya, bahan artikel kali ini sudah ada di handphone saya sejak sekitar 2 tahun yang lalu, saat saya menghadiri seminar Ippho Santosa di Jakarta Utara. Sambil menunggu Ippho Santosa datang, akhirnya Pak Iwan Agustian (Jika Anda orang Depok, pasti Anda tahu bahwa beliau adalah owner Semerbak Coffee) memberikan materi tentang mental blok ini.

Beliau memberikan beberapa ciri-ciri seseorang mempunyai mental blok (untuk yang belum paham apa itu mental blok, silahkan bisa di cari lewat Google ya, atau nanti bisa saya posting di artikel berikutnya.

Menunda

Menunda ini salah satu ciri mental blok yang hampir semua orang pernah mengalami nya. Akibat mengulur-ulur waktu (karena merasa pede waktunya masih banyak, akhirnya ditunda-tundalah pekerjaannya), akhirnya aktivitas kita bisa terganggu, yang tadinya bisa dikerjakan tepat waktu, atau bisa dikerjakan di awal waktu, karena ditunda jadinya aktivitas kita bisa berantakan karena hal menunda tersebut.

Negative Thinking

Apapun yang terjadi, perasaan, pikiran, hati, selalu saja berprasangka negatif, selalu saja ada perasaan tidak baik. Kalau dibiarkan secara berlanjut, maka ini bisa jadi suatu habits yang buruk, yang lama kelamaan akan merusak hati kita.

Bukankah Positive Thinking itu jauh lebih baik?

Tidak Konsisten

Nah, penyakit mental blok berikutnya ini berkaitan dengan konsistensi kita. Tidak konsisten juga salah satu penyakit mental blok yang cukup parah. Hidup ini tidak terlepas dari sebuah keputusan, saat kita bangun kita memutuskan untuk mandi, makan, dan beraktivitas. Tapi bagaimana kalau keputusan tersebut kita rubah-rubah semau hati kita? Tentu orang lain akan mencap diri kita sebagai “Orang yang tidak konsisten”. Nah untuk itu, apapun keputusan kita, konsistenlah dengannya.

Setelah memutuskan sebuah keputusan, pastikan kita juga sudah siap menerima konsekuensi nya juga. Berpindah-pindah konsistensi malah yang justru menjadi hadirnya banyak konsekuensi diluar yang kita duga.

So, buatlah keputusan kita, dan terimalah konsekuensinya, apapun itu. Dan jangan menyesal atas keputusan kita.

5 Mental Blok

5 Mental Blok (sumber: http://www.pixafy.com/)

Takut Berbicara di Depan Umum

Penyakit ini sering menghinggap pada siswa-siswa di sekolah, bahkan yang masih mahasiswa pun juga banyak yang punya penyakit ini. Saya sendiri dulu pernah punya penyakit ini, penyakit takut berbicara di depan umum.

Ternyata, setelah saya coba beberapa kali memaksakan tampil di depan umum (dengan latihan presentasi di depan kelas sudah cukup), penyakit itu perlahan hilang. Saya menjadi lebih percaya diri berbicara di depan umum.

Untuk Anda yang mungkin punya penyakit ini, segeralah latihan berbicara di depan umum. Untuk latihan bisa dimulai dari mempimpin ketua kelompok di kampus, lalu mulai kepada presentasi kepada teman-teman, lalu presentasi di depan dosen. InsyaAllah lama-lama penyakit itu akan hilang.

Inferior (Merasa Diri Rendah)

Nah ini dia, perasaan minder, merasa diri lebih rendah daripada orang lain, merasa malu-malu. Sebenarnya ini juga temannya penyakit takut berbicara di depan umum. Hanya saja penyakit inferior ini biasanya terjadi di segala aspek aktivitas (tidak hanya masalah bicara di depan umum).

Biasanya inferior terjadi di tengah-tengah kelompok yang menurut kita lebih tinggi derajatnya, atau lebih tinggi ilmunya diantara kita. Tapi ketahuilah, tiap-tiap manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Jika kita punya penyakit seperti ini, segera temukan kelebihan kita (minimal untuk menyamaratakan penyakit inferior kita). Dengan begitu, perlahan penyakit inferior itu akan hilang dan tergantikan dengan perasaan percaya diri.


 

Itulah kira-kira 5 mental blok yang sering dialami banyak orang. Saya sendiri masih memiliki beberapa penyakit di atas, dan masih terus berusaha menghilangkannya. Untuk Anda yang memiliki semua penyakit di atas, cobalah untuk menghilangkan satu per satu. InsyaAllah jika kita mau usaha, penyakit-penyakit negatif itu akan hilang.

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…