Imam Herlambang Blog

Menu

Buat SIM Tapi Nembak?

Tes Praktek SIM Mobil

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

4 Bulan ke belakang merupakan waktu-waktu yang membuat saya khawatir, galau, semangat, dan berbagai perasaan lain yang campuraduk di dalam kepala saya. Bagaimana tidak, hal yang kebanyakan dilakukan oleh orang lain yang hampir 99% orang melakukannya, tetapi saat itu tidak saya lakukan. Apakah itu? Membuat SIM Tanpa Nembak!

Tentu ini menjadi hal konyol yang saya lakukan, dimana, saat kebanyakan orang hanya ingin mendapatkan satu buah kartu lisensi mengemudi dengan sangat mudahnya, yaitu dengan cara menyuap para polisi-polisi yang ada, tetapi saya tetap istiqomah di jalan yang benar, mengikuti tes SIM sesuai prosedur, meski saya harus melaluinya dengan susah payah, dengan waktu yang lama, dengan tenaga yang tidak sedikit. Tetapi pada akhirnya, ada kepuasan tersendiri yang saya rasakan yang tentunya tidak bisa dirasakan oleh orang lain yang dengan mudahnya menyuap para polisi hanya untuk mendapakan SIM. Ah, sungguh ironis sekali mendengar bangsa ini yang setiap harinya selalu saja terjadi kecurangan, kelalaian, dan berbagai macam kejahatan yang sengaja dibiaskan menjadi kebaikan palsu.

Kalau dipikir-pikir dengan logis, menurut saya, alasan orang-orang diluar sana yang mendapatkan SIM dengan cara menyuap, justru itu adalah penyebab banyaknya kesalahan-kesalahan yang terjadi di jalan raya sana. Logika simpelnya adalah, orang yang tidak peduli dengan prosedur pembuatan SIM, yang di dalamnya justru banyak pelajaran yang bisa diambil, pastinya tidak peduli juga dengan aturan-aturan yang ada di jalan raya. Maka menurut saya, kebanyakan kesalahan-kesalahan yang terjadi di luar sana itu pasti karena banyaknya ulah orang yang membuat SIM tapi dengan proses menembak. Itu baru fenomena pertama.

Jika di analisa menurut alasannya, ada beberapa alasan menurut saya, mengapa orang-orang diluaran sana sangat amat senang menyuap untuk mendapatkan SIM :

Tidak Mau Repot

orang yang membuat SIM dengan cara menyuap itu tidak mau repot, maunya langsung jadi punya SIM tanpa harus tes SIM, yang padahal sebenarnya tes SIM itu bertujuan untuk mengetes apakah kita mampu menghadapi situasi di jalan raya sana. Dengan demikian, banyak orang yang hanya mau instan tanpa menghargai proses, maka tidak heran juga banyak yang korupsi di sana-sini.

Cerita Dari Pihak Ketiga

Selain itu, hanya karena cerita-cerita dari teman-teman lainnya yang kalau tes SIM gagal, maka mengulang selama 2 minggu lagi, dan juga karena susahnya tes SIM tersebut, itu menjadikan mereka-mereka malas untuk ikut serta dalam proses tes SIM tersebut.

Belum mulai saja, sudah menyerah…

Belum Mampu

Inilah bagi saya alasan seseorang memilih menembak dalam membuat SIM. Ya, mereka belum mampu, mereka merasa belum bisa mengendarai kendaraan, tetapi mereka ngebet sekali ingin mempunyai SIM. Alhasil, mereka membohongi diri mereka sendiri dengan ketidakmampuannya tersebut dengan cara membuat SIM dengan cara menembak.

Inilah yang menjadi fenomena di jalan raya, mengapa banyak sekali kejadian kecelakaan, kecerobohan, kesalahan aturan. Yang sebenarnya bisa dicegah dengan mengikuti tes SIM dengan baik dan benar. Ingat, tes SIM itu bukan sekedar kita mendapatkan kartu lisensi mengemudi saja, tetapi kita belajar bagaimana memahami aturan-aturan yang ada di jalanan, agar kedepannya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Tes Praktek SIM Motor
Tes Praktek SIM Motor

Banyak Alasan

Banyak alasan itu adalah justru akar dari alasan-alasan yang mereka buat dengan pandai, ada yang berdalih “Polisi itu emang begitu sob”, “kalo lo ga nembak, ga bakal lulus”, “percuma ikut tes, yang ada ntar lo ga lulus”, dan berjuta-juta alasan yang lainnya. Bagi saya, itu adalah alasan sang pengecut, yang belum tes saja, sudah banyak berdalih, inilah tipe-tipe orang yang banyak alasan. Seharusnya dalih-dalih semacam di atas bisa kita buktikan dengan cara mengikuti prosedur tes SIM yang benar.

Dan masih banyak lagi alasan-alasan yang terus saja dilontarkan oleh para orang di luar sana yang membuat SIM tapi menembak (menyuap). Padahal, proses suap-menyuap sendiri itu dikategorikan sebagai korupsi. Maka janganlah bermimpi Indonesia kita ini terbebas dari korupsi, kalau pembiasaan dari rakyat kecil saja sudah mengajarkan korupsi.


Kembali kepada cerita saya, saat saya membuat SIM. Jika saya hitung dari waktu pembuatannya (yaitu pada bulan Maret) sampai saya mendapatkan SIM (bulan Juni), maka waktu tersebut sudah 4 bulan dengan jumlah mengulang tes sebanyak 5 kali.

Di sini saya hanya membuktikan bahwa, sebenarnya, jika kita mau untuk berlaku baik dan benar, maka pasti akan ada jalannya. Jika kita tetap berpendirian teguh tidak mau nembak, maka pasti ada jalannya. Dan pasti ada pelajaran yang bisa kita dapat dari setiap langkah kaki yang kita gerakkan di atas jalan kebenaran ini.

Tes Ke-1

Tes ke-1 ini saya lakukan di sekitar pertengahan bulan Maret, dengan melakukan tes pertama tentang tes teori SIM. Tentunya dari bulan-bulan sebelumnya, saya mendownload banyak contoh-contoh soal tes SIM yang teori, dan juga mempelajari berbagai macam undang-undang tentang lalu lintas. Namanya juga ujian, pasti harus belajar dong. Sebelum pergi tes SIM, saya berdoa dan meminta doa dari kedua orang tua saya, agar dilancarkan dalam proses pembuatan SIM ini. Setelah sampai pada tempat uji SIM yaitu di Polres Depok, saya terkejut karena yang tes teori SIM dalam 1 ruangan hanya 3 orang! “Yang lainnya ke mana?” gumam saya dalam hati. Ternyata banyak praktek-praktek kotor (nembak) yang terjadi di sana, yang membuat orang bisa langsung foto dan langsung pulang membawa SIM hasil nembak mereka.

Tetapi saya tetap pada pendirian saya, saya tetap melakukan tes SIM secara baik dan benar, yaitu mengikuti prosedur nya. Dan Alhamdulillah dari tes teori yang berjumlah 30 soal, saya hanya salah 6. Ini menjadikan saya lulus pada bagian teori SIM.

Belum cukup sampai di situ saja, ada tes praktek yang harus saya lakukan pada saat itu. Dan lagi-lagi saya sangat amat terkejut dan sedikit tersenyum. Karena saya tes prakteknya hanya sendirian. Hehehe. Kondisi ini membuat saya down untuk sementara. Tapi walaupun begitu, saya tetap harus tes praktek.

Hasil dari tes praktek pertama adalah Belum Lulus dan harus mengulang 2 minggu ke depan, karena saya lupa memasukkan gigi mundur pada saat turunan (efek kebiasaan). Akhirnya saya pulanglah ke rumah, tentunya dengan tetap bersyukur, karena saya dapat pelajaran dari tes tersebut.

Tes Praktek SIM Mobil
Tes Praktek SIM Mobil

Tes Ke-2

Karena pada tes pertama saya sudah lulus tes teori, maka pada tes ke-2 saya hanya mengulang tes prakteknya saja. Dan lagi-lagi kejadian yang sama datang, saya tes praktek hanya sendiri, tidak ada peserta tes SIM lainnya yang ikut tes praktek. Tetapi karena hal tersebut sudah pernah terjadi kepada saya, saat itu perasaan saya biasa saja dan langsung memberanikan diri menghampiri Pak Polisi yang biasa bertugas untuk mengetes setiap peserta uji SIM.

Hasil dari tes ke-2 masih sama, yaitu Belum Lulus dengan alasan saya tidak menggunakan rem tangan ketika tanjakan, tetapi menggunakan rem kaki, di mana di dalam prosedur pembuatan SIM, hal ini tidak dibenarkan.

Dari sini, muncul perasaan tidak enak di hati saya, “apa benar, jangan-jangan tes yang resmi seperti ini hanya akan membuat saya lelah dan tidak ada hasilnya?”, sesaat setelah perasaan tidak enak tersebut mengganjal pikiran saya, saya langsung ambil tindakan positif, “ah kalau dipikir benar juga, kalau tanjakan kita tidak boleh menggunakan rem kaki karena dikhawatirkan nanti mobil bisa merosot tanpa ada penjagaan yang pasti”. Dari situlah saya yakin untuk tetap mengulang lagi 2 minggu ke depan.

Tes Ke-3

Pada tes ketiga, tidak seperti 2 tes sebelumnya, tetapi kali ini ada 1 orang yang ternyata tes praktek juga. Alhamdulillah ada teman untuk sharing. Dan ternyata orang tersebut sama prinsipnya dengan saya, yaitu tidak mau menembak, dengan alasan “gw ga buru-buru kok, jadi santai aja”. Wah ini keren menurut saya.

Akhirnya tibalah saya dulu yang tes praktek. Saya masuk ke dalam mobil bersama Pak Polisi tersebut. Saya nyalakan mobilnya. Tetapi malang nasib saya, karena baru saja mobil berjalan, mesin mobil mati! Dan itu berarti tes praktek saya gagal. Tetapi Pak Polisi tersebut bilang kepada saya “sudah lanjutkan saja dulu, walaupun gagal”. Akhirnya saya lanjutkan, dan saya melalui bagian tanjakan dengan baik dan benar tanpa ada salah sedikitpun.

Tetapi karena di awal mesin mobil mati, maka saya tetap dinyatakan tidak lulus. Yah tidak apa-apa, saya akan mengulang lagi di kesempatan berikutnya.

Tes Ke-4

Setelah tes ke-3, saya vakum sekitar 1 bulan, karena saya harus melakukan penelitian untuk Skripsi saya di PT. Krakatau Steel, Cilegon. Ketika saya kembali lagi dan tes berikutnya, teman saya yang saya sempat ceritakan pada bagian tes ke-3 di atas, ternyata sudah tidak ada. Begitu saya kontak dia, dia berkata bahwa dia jadinya menembak saja, karena dia sedang terburu-buru.

Mendengar kabar tadi, saya hanya tersenyum, ternyata kesetiaan seseorang terhadap sesuatu itu akan selalu di uji sampai titik darah penghabisan. Hehehe.

Akhirnya, ya sudah saya tetap tes praktek yang ke-4 kalinya dengan sendiri. Mulai starter mobil dengan baik, mulai menjalankan mobil dengan baik, menanjak… lalu… Ngerem Mendadak!!!. “Nah, itu ga boleh Mas, ngerem mendadak begitu, ngulang lagi ya”.

Saya tersenyum kembali, ternyata sampai tes ke-4 pun, saya masih terus di uji oleh Allah untuk membuktikan bahwa saya memang benar-benar ingin tes SIM dengan murni tanpa adanya proses suap menyuap.

Begitu mulai menanjak, ternyata saya salah lagi! saya menanjak dengan tersendat-sendat (seperti mobil maju mundur), dan ini tetap tidak dibenarkan oleh pihak kepolisian. Saya sadar itu memang kesalahan saya dan saya mengakui salah. Akhirnya saya pulang ke rumah dan menunggu 2 minggu lagi untuk tes ke-5.

Tes Ke-5

Tes ke-5 saya lakukan pada tanggal 10 Juni 2013, di mana pada bulan Juni ternyata adalah HUT Bhayangkara, dan di saat yang sama, Polres Depok sedang ada razia, jadi yang biasanya banyak berkeliaran praktek suap menyuap, sekarang sedang vakum. Hehehe

Banyak sekali saya lihat orang-orang yang ikut tes teori maupun praktek. Memang beginilah seharusnya praktek pembuatan SIM di Indonesia. Dengan Baik dan Benar, bukan hanya slogan-slogan yang ditempel di tembok saja.

Akhirnya saya tes praktek lagi dengan mobil yang sama dengan jalan yang sama. Mobil keluar dari garis kotak parkir, bisa saya lalui tanpa hambatan. Tanjakan saya lalui tanpa hambatan juga, begitupun dengan turunan, saya lalui dengan lancar tanpa sedikitpun ada kesalahan.

Masuk ke tahap terakhir, yaitu saya parkirkan kembali posisi mobil seperti posisi semula. Bagian ini agak sulit untuk saya, karena tiba-tiba kaki saya mengalami kesemutan. Saya lawan sebisa mungkin, biarpun pelan yang penting hari ini saya harus bisa lulus.

Dan, ALHAMDULILLAH… Saya dinyatakan lulus oleh Pak Polisi tersebut dan langsung di suruh ke ruang foto. Benar-benar tidak saya sangka. Ternyata saya bisa melalui semua ini dengan sabar dan istiqomah tetap berada di jalan yang benar.


Terima Kasih untuk Pak Ditdit N. Utama yang di sela-sela kegalauan saya memberikan nasihat :

Nikmati aja prosesnya…Setiap langkah usaha yang kita kerjakan, akan mendatangkan value buat kita; sekarang atau di waktu-waktu yang tidak kita sangka.
Jangan selalu lakukan sesuatu yang kebanyakan orang lakukan.

Sombong namanya, kalau kita mau melakukan yang jadi urusan ALLAH. Urusan kita hanyalah berusaha semaksimal mungkin.

Terima Kasih untuk Mas Ilman Akbar atas motivasi dan share pengalaman tes SIM tanpa suap-menyuap nya ya Mas 🙂

Terima Kasih untuk sahabat saya Khalid Abdullah yang tetap menyadarkan saya dalam jalan yang benar. Thanks bro 🙂


Semoga artikel yang saya buat bisa menginspirasi kita semua dalam bertindak, dalam menjalani kehidupan yang sekarang semakin lama semakin susah menemukan kebenaran. Semoga ke depannya banyak orang yang mulai untuk tes SIM secara baik dan benar. Aamiin…

maaf bila artikelnya berantakan, baru mulai aktif nulis lagi nih 🙂

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…

61 thoughts on “Buat SIM Tapi Nembak?

  1. Wow..
    lima kali ulang ujian praktek?
    Salut buat anda.

    Saya juga tidak nembak tetapi waktu itu entah antara polisi sedang tidak ketat atau karena saya benar-benar sudah mempersiapkan diri, saya dapat SIM dengan sekali ujian.

    Emang banyak diuji sih,
    misalnya, kami dikerjai untuk masuk lagi keesokan hari ujian praktek, dan di hari terakhir, masih ditanya apakah yakin mau ujian lagi. Begitu saya dengan yakin bilang, ‘saya siap untuk ujian praktek selanjutnya’, Pak Polisinya langsung menyatakan kami lulus.

    Agak aneh juga sih akhirnya.

    1. ya Mas, 5 kali mengulang 🙂

      ya Mas, ujian itu pasti ada kok Mas bagi yang benar-benar serius, dan hasilnya tentu akan berbeda sekali dengan mereka-mereka yang membuat SIM dengan cara nembak. Heheheh

  2. bagus banget mas artikelnya^^

    saya juga ngga nembak bikin simnya 🙂 tes pertama alhamdulillah langsung lulus, tapi yang praktek (motor) ngga langsung. ngga patah semangat saya belajar dirumah mengendarai motor dengan jalur lingkaran persis seperti ujian sim dan alhamdulillah bisa ^^

    bener banget kebanyakan males, selain birokrasi. btw saya juga urus sendiri perpanjangan stnk, pajaknya dan lain lain. ngga pernah pake calo ^^. orang tua saya yang ngajarin 🙂

    1. Alhamdulillah, Terima Kasih sudah mampir ya Mbak Shinta. Semoga bermanfa’at 🙂

      wah keren sekali Mbak Shinta, meski perempuan, tapi semangatnya luar biasa sekali. Ah iya, selain SIM, Pajak STNK dan hal-hal lainnya pun tidak perlu lah memakai calo. Selain menghemat, kita jadi tahu aturan-aturan dan biaya normal pada umumnya, sekaligus belajar mengetahui alur dari suatu aturan 🙂

      Terima Kasih Mbak sudah menyempatkan mampir ke Blog saya 🙂

  3. Subhanallah gigih betul dirimu, Mam 🙂

    Jujur, kalau boleh saya bilang, saya buat SIM C di Tigaraksa, Tangerang termasuk yang beruntung. Mengapa?

    Ketika saya masuk area Samsat Tangerang, sudah ada oknum yang menawari jasa pembuatan SIM langsung jadi dengan harga sekitar 420k. Saya tolak halus. Ambil formulir, tes kesehatan dan lain-lain. Bahkan ketika tes kesehatan, sempat ditawari juga “layanan SIM tinggal foto saja”.

    3 Jam menanti ujian tulis akhirnya lulus dengan nilai tipis sekali. Ya, 3 jam dari jam 09.00 – 12.00 baru dapat giliran untuk ujian tulis. Saya juga melihat keanehan dimana ada rombongan yang baru datang sudah bisa masuk. (Sabar… Mengelus dada)….

    Menanti hasil ujian tulis dan alhamdulillah lulus dengan nilai 6. Lanjut ke ujian praktek. Dan perlu diketahui, yang lulus dari ujian tulis melanjutkan ke ujian praktek hanya sedikit, selebihnya “langsung ke foto SIM”. Dan area ujian praktek juga dibilang tidak wajar. Mengendarai sepeda motor dengan mengikuti rute 8, tikungan tajam, dst. Saya pikir juga tidak ada jalan umum yang punya rute sehebat ujian praktek motor. Alhamdulillah akhirnya lulus dan masuk ke bagian selanjutnya untuk foto SIM.

    Biaya yang saya keluarkan hanya 160rb untuk pembuatan SIM, diluar makan bareng rekan saya yang rela anterin saya di hari luangnya. Jam 16.30 saya pulang dari Tangerang dengan perasaan hati senang 🙂

    Saya izin buat share ke yang lain ya 🙂

    1. wow! SubhanALLAH banget Kak!
      sama-sama berjuang ya untuk sebuah kebenaran 🙂

      Alhamdulillah akhirnya bisa lulus juga tanpa oknum² haram seperti itu ya Kak.
      Jika niat kita lurus, InsyaAllah, halangan apapun pasti ada jalannya, sudah ALLAH persiapkan untuk kita.

      160 ribu? murah sekali ya Kak.
      beda tipis dengan saya kemarin, hanya menghabiskan 180rb (diluar ongkos pulang pergi untuk tes tentunya). Hehehe

      keep on the right tract and keep istiqomah 🙂

  4. wow mantep, jrang nih yg kaya gini (yg gak nembak bikin SIM A) :P,
    Sekedar bertnya, SIM C nya nembak gak atau murni ? hehe piss mam 😀

  5. Wah salut saya mas..
    saya sendiri baru umur 17 tahun, dan karena saya pernah di tilang oleh polisi karena ngga punya SIM, dari situ saya saya berpikir “lebih baik bikin SIM aja yah yang nembak juga ngga apa lah daripada nanti nya ditilang lagi” .
    nah setelah saya ditilang, saya iseng-iseng searching google cara bikin sim, kebetulan saya masuk nih ke situs nya Mas.. setelah saya baca sampai komentar-komentar nya, saya jadi termotivasi nih sama Anda semua, khusus nya mas yg ngulang sampe 5 kali..
    dari sini saya benar-benar ngga mau nyuap polisi lagi seperti saat terakhir kali saya ditilang.. hehehe
    Terimakasih buat artikel nya saya pasti bisa bikin SIM dengan jalan yg benar-benar jujur.. 😀

    1. Alhamdulillah jika merasa terbantu dengan artikel ini.

      saya akan sangat support Mas jika Mas mau buat SIM tanpa nembak. Pasti akan ada jalan bagi yang mau berusaha. Pastikan juga untuk pelajari rambu-rambu terlebih dahulu. Dan juga terus latihan.

      Terima Kasih

  6. wah salut mas imam.sy jg bru plng dr ujian praktek bkin sim b1 udah yg ke3 x tp lum lls wkt tes ditnjakan kra2 sma ga yg dipraktekan dg mas imam.sdkt sy crtkan untuk tes ditnjkan ada 2x tes pertma brhnti ditnjkan dg mnggnakan rem tngan lalu jln nah disni mslh nya,jd wkt kt menjlnkan mbil.mbil tdk boleh mundur sdktpun dan gas tdk bleh gde sdktpun.yg tes kedua berhnti dg rem kaki ditnjkan dan disruh jln dg prturan yg sma tdk bleh mndur sdktpun dan gas tdk bleh gdek wlau sdkit,mnurut sya ini sngt tdk efktik dg cra yg dtrapkan karna saat pak pol ngsih cntoh mbilnyapun mundur,apalagi kita yg blm trbiasa dg mbil yg untuk ngtes.jd intinya disni sprti untuk permainan.oleh bpk2 trsbt.jd mau lwt tol atau mau slmanya tes.tp sya tdk ptus asa mas siap tes lg minggu dpn wlau kdang psimis dg prturan yg ditrapkan saat tes ditnjakan yg mnrut sya mmang diprslit.oya ya dr rtsan orng yg teori hnya 3orng yg ikt praktek mas.sungguh ironi dg negri ini,dan disnilah puncak awal dr bnyaknya kclakaan dinegri ini.jd slgan yg bsar it hnya pnjangan saja tp tdk dillsnakan oleh aprat dan masyrakat.

  7. mas klu tes 1 ga lulus tunggu 2 mggu, tes 2 ga lulus tuggu 2 bulan ya klu ga salah? klu tes 3, 4, dan 5 tunggu brp lama ya?

    1. biasanya setiap kali tidak lulus, hanya menunggu 2 minggu. Dan sudah pasti kalau kita tidak/belum lulus itu memang karena kesalahan kita, karena kita belum bisa. Di jeda waktu 2 minggu itulah kita bisa belajar banyak hal 🙂

  8. saya sudah bisa membawa motor ( karena saya belajar pakai motor teman ) dan saya ingin mengurus sim C namun saya tidak mempunyai motor, jadi saya mau tanya, untuk mengurus sim C tersebut apakah saya harus mempunyai motor? Dan untuk ujian prakteknya nanti motor siapa yang akan dipakai?

    1. Untuk ujian SIM C tidak harus punya motor sendiri, dan saat ujian motor yang dipakai bervariasi, biasanya akan disediakan motor manual (bukan matic). Karena dasar mengendarai motor adalah bisa mengendarai motor manual. Kalau motor manual bisa, pasti motor matic pun bisa 🙂

  9. Mau tanya mas.. Tau tips biar ujian praktek lulus ga hehe.. Soalnya kemarin saya ujian teori lulus tp prakteknya ga lulus dan msh nunggu 2minggu kedepan. Mohon bantuannya

  10. salut buat anda bro saya sendiri jg sudah muak sm oknum yg mempersulit bikin sim padahal kan qta cuma memenuhi kewajiban punya sim Saya sendiri ga punya sim dah 5 thn .mau bikin mls nembak setelah bc tulisan anda jd pgn cb ne jalur normal

  11. Gue 6 tahun lebih bawa motor dari zaman semester awal kuliah sampe sekarang. Tiap hari bawa motor. Tapi karena keteledoran, SIM C habis. Akhirnya ujian ulang. Jujur, dulu buat SIM nembak pake orang dalam. Tapi sekarang coba dengan jalur resmi. Nah, pas ujian lapangan ga lulus lulus sampe 6 kali ulang juga ga lulus. Gimana tuh? Padahal bawa motor udah sering mondar mandir jakarta bogor. SIM A juga begitu, ga lulus lulus. Gimana..

  12. Salut banget sama mas imam, saya juga udah ngulang 3 kali tapi nggak lulus semua, kesempetan tes kurang 1 kali mas, gimana cara agar bisa lulus, soalnya saya mesti grogi mas kalau sedang tes, gimana solusinya mas?

  13. memang benar kalau gak di uji itulah yang banyak terjadinya kecelakaan.tapi ada baiknya juga nembak napa aku bilang gitu soalnya bnyak yang kerja di mobil besar.kalau nunggu dari A kapan berapa lama lage nunggunya baru naikkan

  14. Pengalamannya hampir sama nih, cuma sy tes teori 2 kali, praktek 3 kali jd 4 kali hrs bolak balik ke polres. Awalnya sy berniat nembak aja krn pengaruh tmn2 yg katanya susah bikin SIM sesuai prosedur ditambah jarak polres yg cukup jauh lalu sy sdh kerja pula. Tapi Alhamdulillah, Allah msh sayang sama sy, ada aja hambatannya untuk buat SIM tembak. Sy tahu klo nembak sm dg nyuap dan dlm Islam yg menyuap dan disuap sama2 berdosa (mudah2an niat sy nembak diampuni oleh Allah). Akhirnya dg motivasi seorang tmn dan keluarga, sy lalui dg Bismillah jln yg lurus meskipun tdk mulus sampai akhirnya SIM A ditangan….:). Setelah tmn2 tau klo sy buat SIM tanpa nembak, mereka bilang “knp ga nembak aja”….gubrak…

  15. wah jadi inget pengalaman ane sendiri nih gan. dulu ane tes SIM A tes teori ngulang 2x tes praktek 3x. menurut ane intinya kita ga boleh gugup n ragu2 pas tes praktek, harus yakin n percaya diri di depan penguji, hehe

  16. Luar biasa artikelnya. Dalam waktu dekat saya akan mengambil SIM A dan C dengan waktu yang berdekatan, kemudian akan menimbang apakah harus melalui jalur formal atau yang hanya sekedar formalitas. Terima kasih telah menginspirasi saya untuk tetap pada jalur yang benar. Nice Posting! ^_^b

  17. Trimakasih sdh men sharing pengalaman pribadinya.kalau bileh tanya kalau ngulangnya 5 x berarti apakah pembayarannya jg 5x ya?kalau y brarti lbh mahal dr nembak tdk?maklum jadi penasaran u.mengcounter orang2 yg berpikiran matematis dan ekonomis.

      1. Iya bayarnya sekali. Tes kesehatan 35rb, Asuransi 20rb (klo nggak salah abis lupa), daftar 100 rb. Tp ongkos bulak balik kesananya kalo sampe 5x brapa??? Jatohnya lebih mahal dibanding nembak. Pengalaman saya nih, baru aja td siang tgl 28 mei 2016 ke daan mogot. Niat bikin SIM C. Karena SIM saya yg terdahulu telat perpanjang 2 hari karena alasan nikahan adik. Peraturan baru. Perpanjang sim kalo telat. Hrs bikin baru. Singkat cerita saya gagal di tes pertama. Jd harus balik lg nanti tgl 11 juni 2016. Tp rumah saya dipondok aren ciledug. Ongkos ke daan mogot naik ojek online 80rb bulak balik. Blm makan 15rb dan minum 5rb, rokok nggak usah dihitung lah. Soalnya prosesnya lama di nunggu nya. jd pasti hrs jajan makan minum dasana. Nah tinggal totalin deh kali lima kalo bernasip sama sampe hrs 5x balik. Blm lagi dihitung kerugian waktu yang terbuang. Maklum buat pekerjaan saya, waktu adalah uang. Jd kalo saya mending lewat jalur blakang deh. Bukan karena alasan males, Pengecut dll. Karena alasan kerugian yg akan kita dapat. Jd menurut saya itu logis kok.

  18. Ijin share juga ya.
    Allhamdulillah jika kita melakukan sesuatu pekerjaan dengan niat yg tulus dan ikhlas insyaallah akan baik di kemudian harinya. maaf bukan sok ngajarin atau gimana loh ya..
    SIM atau semacam pengesahan bahwa kita telah resmi atau lulus dan telah siap secara fisik dan mental untuk mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya. Bukan jujur/bangga karena dengan usaha lulus secara kemampuan sendiri atau nembak SIM melalui Calo. Tetapi yg kita dapatkan adalah Hasil dari proses uji teori dan prkateknya itu sendiri, apakah kita memang sudah siap bertanggung jawab dan yakin bahwa kita memang sudah layak mendapatkan SIM tsb. Jujur bagi saya. Proses dari awal hingga akhir dlm pembuatan SIM tsb mengajarkn kita bagaimana menjadi seorang pengendara yg tahu tentang cara berkendara yg benar, rambu”/ aturan yg ada di jalan, mental ketika di jalan, dan bahkan bertanggung jawab atas keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain.. semua ada dalam tes teorinya… dr hasil tsb menjadi bahan introspeksi kita ternyata msh banyak rambu lalin dan marka yg msh blom kita ketahui.. jika teori sudah lulus maka prakteknya pun butuh ekstra konsentrasi dan ksabaran yg penuh, itulah yg terjdi di tes yg sesungguhnya untuk kita nanti dalam kehidupan berkendaraan di jalan…
    Bisa bawa motor/mobil itu semua orang pasti loh.. tp yg sulit itu adalah mengerti dan tau menjadi pengendara yg menjadi pelopor keselamatan sesama pengendara lain dan mematuhi peraturan dan rambu lalu lintas.
    Hasil akhir…
    Dari pengalaman tersebut dapat kita amalkan sisi positif kepada anak/sodara bahkan teman. Bagaimana menjadi pelopor sadar dan tertib berlalu lintas..Jika sudah demikian, gadalagi sesama pengguna jalan saling serobot, atau saling menyalahkan dijalan. karena kita sadar, setiap proses dr teori dan prakteknya tsb. akan dipegang Teguh sebagai tanggung jawab masing”. Salam Saya Teguh bukan Marionya..heheheh

  19. Keren Mas, luar biasa, berjuang sampai titik darah penghabisan.
    pas banget saya mau bikin sim A. Tapi saya belum mahir markir sama diturunan dan tanjakan, gimana ya mas cara menyetir itu.

  20. KLO menurut sy yg kmren 3 Agustus ikut tes SIM A, ujian teori ada org yg lulus teori cuman sy sendiri, alhasil diucapin selamat sama polisi tp wajah nyengir, weeh lulus too. Kayak ga percaya gtu dia, trus aku ujian praktek pertama dan pas belok lewati balok nyenggol patok dikit, alhasil gagal paa praktek pertama, trus penguji blg ke sy, mas apa gue blg, susah kan kalo ujian praktek, knp g nembak aja? Dgn tegas sy bilang, sy mau pake jln yg bener mas, biar bs lulus beneran bukan nyogok, tp pas mau plg diparkiran ktemu sama pak parkir, pak parkir blg, mas ikut ujian praktek to? Knp ga nembak? Susah itu mas, 1001 mas yg bisa, jarang ad yg lulus ujian SIM A.. Gtu.. Trus aku kudu piye iki, opo meneruskan ujian praktek apa nembak aja, mohon pencerahannya, soale ongkos PP ke polres sampe rmh kalo ngulang bbrp kali nanti jg hbs ratusan ribu, lbh mahal ketimbang nembak SIM yg cuma 450rb 5 menit jd.. Help me suhu

  21. Saya tes sim c di polres Tigaraksa dan cuma ikut ujian teori tanpa praktek, tapi udah ketiga kalinya gagal terus. Saya kok agak curiga ada kecurangan atau gimana yah. Saya sih waktu tes pake sistem komputer yg hasilnya langsung keliatan setelah selesai mengerjakan soal (tes kedua dan ketiga bener 20. Syarat lulus 21). Tapi ada limit waktunya jadi saya ga bisa liat berapa soal yg salah/bener. Sedangkan peserta lain yg baru tes itu tesnya manual, dan waktu iseng liat2 buku soalnya. Disitu jawabannya kayak udah ditandain gitu. -_-

  22. assalamualaikum wr wb,..
    hebat mas Imam Herlambang !!!

    bulan ini saya lagi ujian SIM C,..
    saya gagal sampai 3 x dalam ujian teori,
    pertama, dapat nilai 84.
    kedua masih sama 84.
    yang ketiga 87, Alhamdulillah naik 3 angka dari sebelumnya.
    hari ini Sabtu 22 April 2017 adalah kesempatan yang ke 4x untuk ujian teori, Alhamdulillah dapat nilai 94 dan dinyatakan lulus oleh pak Poslantas.
    kemudian saya mengikuti ujian berikutnya, yaitu praktek,.. nah pas praktek ini ternyata belum berhasil karena postep motor saya merobohkan patok pembatas,.. gagal, dan di suruh mengulang Sabtu depan lagi, minta do’a nya temen2 supaya saya tetap istiqamah pada pendirian saya untuk membuat SIM secara murni. dan senantiasa diberikan kelancaran dalam proses pembuatan SIM..

    demikian cerita singkat saya, masih bersambung…
    Terimakasih,..
    Waalaikumsalam wr wb

  23. Buat SIM C ujian prakteknya pake mobil sendiri boleh ga ya? Soalnya klo pake mobil yg disediain kan kita kurang nyaman krna ga terbiasa…

  24. maksih om sharingnya memang saya juga merasakan sama ujian sim lama banget prosesnya kalau ikut prosedur lulus teori gak lulus sekali praktek sekali akhirnya dapt juga..tapi puas…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *