Imam Herlambang Blog

Menu

Jauh Dari Kepintaran

Jauh Dari Kepintaran

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Semalam menjadi malam yang menyadarkan saya tentang arti kepintaran. Ternyata saya masih bodoh, masih jauh dari kepintaran, masih harus terus belajar tanpa henti.

Stay Hungry Stay foolish

Quotes sederhana dari Almarhum Steve Jobs tentang bagaimana kita harus terus berinovasi, terus belajar, tetap harus dalam keadaan tidak puas, menjadikan saya sadar, bahwa memang saya harus terus banyak belajar, terus berinovasi, dan tentunya tidak menyerah.

Kesadaran saya semalam saya dapatkan setelah saya chatting dengan Dosen kebanggaan saya, yaitu Pak Ditdit N. Utama. Saya chatting dengan beliau dari mulai jam 9 malam sampai kira-kira jam 11 lewat. Saya banyak tanya tentang Skripsi yang saya sedang lakukan saat ini.

Mulai dari judul Skripsi yang harus saya rubah karena tidak sinkronnya pemikiran saya dengan prosedur kampus saya. Dan hasilnya, saya memang harus mengganti judul Skripsi saya tersebut. Pilihan yang sangat amat susah bagi saya untuk mengganti judul Skripsi saya, karena judul Skripsi saya yang lalu sangat menarik untuk dibahas, tetapi begitu judul Skripsi saya “terpaksa” ganti, walaupun masih dalam satu tema, tetapi tetap saja judulnya tidak se-keren judul pertama. Saya ikhlaskan saja hal tersebut.

Di aktivitas chatting selanjutnya, saya banyak disuguhi ilmu-ilmu baru dari Pak Ditdit tentang dunia akademis, mulai dari hakikat Research (Riset), ilmu, pengetahuan, dan tentang idealisme, yang ternyata pemahaman saya selama ini salah. Bahkan dari pihak akademik kampus pun, hal-hal seperti itu tidak diajarkan.

Hal tersebut justru menyadarkan saya bahwa saya tidak lebih pintar dari siapapun, dan tentunya menyadarkan saya untuk terus merendah diri dan tidak sombong, karena pada hakikatnya, manusia memang tidak pantas sombong sedikitpun.

Saya mulai putuskan untuk terus belajar lagi, mencari hal-hal baru yang sebelumnya belum saya ketahui. Memang perjalanan saya masih panjang, masih harus berbagi dengan Anda sekalian di Blog ini, tetapi jika saya tidak terus me-research ilmu-ilmu yang ada, saya akan menjadi manusia yang rugi, yang tertinggal oleh manusia-manusia yang lain.

Ternyata saya masih jauh dari kepintaran…

Terima Kasih untuk Pak Ditdit, yang telah membimbing saya , memberikan nilai-nilai kehidupan yang sangat berarti. Walaupun beliau tinggal di Jerman dan saya di Indonesia, namun hal tersebut tidak menyurutkan saya untuk tetap terus belajar kepada beliau.

Bagaimana kisah pembelajaran Anda? Silahkan sharing di kolom komentar 🙂

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…

2 thoughts on “Jauh Dari Kepintaran

  1. Tidak apa-apa, saya juga kok disarankan lebih “advanced” lagi di skripsi.
    Dalam skripsi, yang dituntut adalah sistematika berpikir penulis itu sendiri, dan ini masih penilaian pribadi saya setelah tanya ke temen-temen kenapa masih diulang, diulang, diulang dan diulang lagi.

    Ternyata setelah saya runut, benar seperti yang kamu paparkan, tidak sinkron! sehingga goal atau korelasi yang hendak dicapai terkesan memaksa atau tidak nyambung.

    Sabar ya Mam 🙂 Selain faktor kurang sistematis, dosen yang “sibuk” juga penghambat. Errrr….. maksud saya, mendadak ada tugas penting padahal sudah janji seperti yang terjadi oleh rekan saya.

    Semangat, Mam!!!

    1. iya Kak, benar mungkin adanya ketidaksinkron-an dari kedua belah pihak. Dan tidak hanya itu juga, orientasi pembimbing juga perlu diperhatikan, jangan-jangan orientasi pembimbing hanya sampai sidang saja.

      padahal kan sejatinya sebuah riset itu untuk inovasi, untuk dikembangkan, jangan sampai hanya untuk sidang atau hanya untuk nilai semata.
      lagi-lagi kita dituntut untuk memaksimalkan peran, bukan hanya mengejar nilai, nilai, dan nilai…

      saya lebih respect kepada dosen yang hanya hadir 1X dalam seminggu, tapi pasti, daripada dosen yang bilang, ada setiap hari (ini dan ini), tapi pas begitu janji, malah tidak datang. Hehehe

      pemahaman riset saja, saya baru dapatkan dari Pak Ditdit, bukan dari kampus.
      semoga saja kita selalu diberikan kekuatan yang lebih ya Kak untuk menyelesaikan Skripsi kita. Aamiin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *