Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Agak unik memang jika kita selalu berbicara tentang amarah dan memaafkan, itulah satu paket yang harus kita pelajari sedini mungkin. Karena dari situlah akan terlihat sosok asli kita seperti apa.

Banyak juga mungkin orang-orang yang memang sudah memaafkan, mereka sudah bilang bahwa sudah memaafkan. Tetapi mereka masih sempat saja menunjukkan amarah mereka, dengan hanya satu tujuan. Apa itu?

Tujuannya simpel saja, mereka ingin orang lain itu mengetahui bahwa mereka sedang marah, dan orang tersebut harus mulai meminta maaf. Hal seperti ini semakin aneh saja. Katanya memaafkan, tetapi masih mengungkit-ungkit perasaan amarahnya.

Memaafkanlah dengan tulus, bahkan tanpa membuat orang lain tahu bahwa kita sedang marah. Lawanlah amarah di dalam diri sendiri. Karena dalam amarah dan memaafkan, yang justru kita hadapi bukanlah orang lain. Tetapi melainkan diri sendiri dan syaitan.

Jika kita menang melawan diri sendiri, maka kita sudah pasti tidak perlu lagi mengungkit-ungkit amarah kita yang sudah terjadi tersebut. Kita mengikhlaskan apa yang sudah terjadi dengan tulus. Tanpa mengungkit-ungkit kembali.

Keikhlasan juga merupakan salah satu kunci kebahagiaan, Ikhlas berarti kita sudah bahagia dengan diri kita pada saat yang sekarang. Dan tidak terpengaruh apapun yang ada pada masa lalu kita.

Memang pada awalnya amat sulit untuk bertarung melawan diri sendiri yang sering dikelilingi sifat syaitan ini. Tetapi saya yakin, jika dengan latihan hal tersebut akan bisa kita lewati. Saya sendiri sudah berkali-kali latihan mengenai hal ini. Sampai sekarang pun memang masih belum sempurna, tetapi saya tetap mengusahakan melakukan hal tersebut.

Ingat untuk selalu tidak menunjukkan amarah, ingat untuk selalu mengikhlaskan apa yang memang sudah terjadi. Hidup akan lebih cerah, bahagia dan nyaman jika kita bisa selalu fokus terhadap masa sekarang dan masa depan.

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…