Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Bagi saya pribadi, mengagumi seseorang belum tentu mengikuti pola atau gaya hidup orang yang di-idolakan. Banyak kok orang yang mengagumi orang lain, tapi hanya sebatas kagum saja. Nilai-nilai positif yang terkandung pada idola tersebut hanya sebatas kagum saja. Bukan dijadikan pelajaran bagi kita semua.

Misalkan, kita kagum dengan sosok para motivator-motivator hebat di luaran sana yang mampu memotivasi ribuan orang lain. Tetapi setelah motivasi itu kita dengarkan, kita hanya sebatas kagum saja. Belum tentu apa yang dia perintahkan kita ikuti.

Dalam agama Islam, Syahadat sebagai jembatan antara non-Islam dengan Islam, terkandung makna bahwa dengan bersyahadat kita mengakui bahwa ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala adalah sesembahan kita, dan Nabi Muhammad adalah utusan ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala.

Orang Islam sudah berikrar dengan Syahadatnya. Sudah tertanam jelas bahwa Nabi Muhamad adalah utusan ALLAH, suri tauladan yang paling baik, orang yang layak dicontoh perkataan maupun perbuatannya.

Tetapi sekarang, kebanyakan Muslim, hanya sebatas mengagumi Rasulullah saja. Cerita-cerita Rasulullah yang sangat hebat hanya menjadi cerita-cerita kagum yang biasa diceritakan dan biasa kita dengar, tanpa mampu kita contohkan dan kita implementasikan pada nilai kehidupan kita.

Saya ingat ketika dulu masih jauh dari nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah, hidup saya dalam kebingungan. Siapakah orang yang bisa saya jadikan panutan? Akhirnya saat-saat akhir ini, saya mulai memperbanyak mempelajari Islam, mempelajari sejarah dan makna-makna Hadist sesuai dengan ajaran Rasulullah.

Dan kini saya mengetahui siapa orang yang patut dikagumi dan tentunya saya ikuti. Karena jika cuma sekedar kagum, siapapun bisa saja kagum. Tetapi jika menjadi pengikut? Belum tentu.

Di dalam buku The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History yang di tulis oleh Michael H. Hart. Nabi Muhammad adalah manusia nomor 1 yang paling berpengaruh sepanjang sejarah. Michael H. Hart mengakui itu, dan Michael H. Hart kagum dengan Nabi Muhammad. Akan tetapi, Michael H. Hart tetap tidak menjadi pengikut Nabi Muhammad. Michael H. Hart tetaplah seorang Nasrani.

Sampai di sini sudah jelas, bahwa mengagumi seseorang itu belum tentu mengikutinya. Belum tentu kita mengikuti semua apa-apa yang dilakukan dan dikatakan olehnya.

Ini adalah pengingat bagi kita semua, terutama umat Islam yang menjadikan Nabi Muhammad sebagai suri tauladan yang baik. Pengingat bagi kita, bahwa janganlah hanya mengagumi Nabi Muhammad saja, tetapi ikutilah apa-apa yang dilakukannya. Ada banyak sekali adab-adab yang beliau lakukan dengan amat baik dan teliti, mulai dari cara berbicara, cara makan, cara masuk rumah, bahkan sampai masuk ke dalam toilet pun, semua beliau ajarkan.

Kita yang sejatinya mengaku beragama Islam, seharusnya mulai mempelajari bagaimana Nabi Muhammad berkehidupan. Teruslah mendekatkan diri untuk menjadi pengikutnya. Sehingga hidup kita semakin indah, bahagia, sukses dan berpengaruh kepada orang lain.

Mari kita mulai mengkaji nilai-nilai, ajaran, perkataan, perbuatan yang Rasulullah ajarkan kepada kita. Kita ikuti satu-per-satu. Dengan begitu kita sudah menjadi pengagum Rasulullah dan menjadi pengikut Rasulullah serta kita menghidupkan sunnah-sunnah yang Rasulullah ajarkan.

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…