Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Buku Indonesia Mendidik

Buku Indonesia Mendidik

Satu lagi buku terbaru dari Dosen Favorit saya, yaitu Pak Ditdit ‘Kang Aga’ N. Utama yang baru sekarang sempat saya review.

Kita tentu mengenal program Indonesia Mengajar yang ketuai oleh Rektor Universitas Paramadina, yaitu Pak Anies Baswedan. Tetapi buku Indonesia Mendidik ini, setelah saya baca ternyata sangatlah berbeda dengan program Indonesia Mengajar. Pada setiap lembar buku ini, ada banyak sekali manfaat dan ide-ide yang bisa kita ambil dan kita implementasikan untuk memajukan pendidikan Indonesia.

Semenjak kita kecil, kita setiap harinya mengalami proses belajar sampai dewasa, mengalami fase-fase di mana ada proses transfer ilmu dari pembelajaran yang terjadi di sekolah. Bagi guru, proses tersebut dinamakan proses mengajar, oleh karena itulah yang dilakukan oleh sebagian besar guru adalah mentransfer ilmu kepada anak-anak muridnya, sehingga ilmu yang ada pada guru dapat diberikan kepada anak murid.

Adakah yang salah dari proses mengajar tersebut? Sebenarnya sah-sah saja berbicara tentang proses mengajar, karena dengan mengajar, banyak anak-anak murid yang lalu pintar karena proses tersebut. Tetapi di dalam buku Indonesia Mendidik ini, ada satu hal penting yang tidak banyak dilakukan oleh setiap guru yang ada di Indonesia. Itu adalah proses transfer keteladanan, yang lebih mudah kita sebut dengan mendidik.

Buku ini berbicara tentang mendidik, oleh karena itulah memang bukunya berjudul Indonesia Mendidik, bukan Indonesia Mengajar. Karena mengajar dan mendidik tidaklah bisa kita artikan sama.

Jika hanya sebatas transfer ilmu saja, tetapi tidak ada proses mendidik, maka generasi muda Indonesia seterusnya akan sama seperti sekarang, malahan bisa semakin terpuruk. Kenyataan yang ada sekarang telah menunjukkan bahwa pergerakan perubahan yang terjadi di Indonesia malah semakin memburuk setiap harinya. Demikian terjadi karena di banyak instansi pendidikan Indonesia lebih mengedepankan mengajarnya daripada mendidiknya.

Bisa kita lihat banyak sekali para pengajar yang dengan gampangnya memberikan materi pelajaran, begitu materi sudah tersampaikan dengan jelas, maka sang pengajar tersebut keluar dari kelasnya. Padahal seharusnya para pengajar-pengajar tersebut haruslah memberikan keteladanan yang ada pada dirinya dengan cara mendidik, sehingga status pengajar yang hanya mentransfer ilmu tadi, berubah menjadi pendidik. Jadi para pengajar-pengajar tidak hanya sebatas mentransfer ilmu saja, tetapi ada sesuatu pengalaman, motivasi, cerita, inspirasi lain yang bisa diberikan kepada murid-muridnya. Itulah pendidik sejati.

Lebih jelasnya di dalam buku Indonesia Mendidik ini, Pak Ditdit N. Utama dan rekannya menjelaskan banyak hal tentang lemahnya pendidikan di Indonesia, diantaranya adalah benang merah permasalahan Indonesia, hilangnya keteladanan di Indonesia, dan buku ini juga mengajak kita semua para pembaca untuk mulai menjadi pendidik.

Buku ini mengajak kita untuk menjadi pendidik karena jika setiap kita hanya berharap saja akan lahirnya sebuah generasi unggulan (generasi mendidik), generasi tersebut tidak akan lahir begitu saja. Dan generasi mendidik tersebut hanya akan menjadi cerita-cerita mengagumkan.

Dengan harapan tentunya untuk Indonesia yang lebih baik, yaitu Indonesia yang memiliki generasi unggul yang berkualitas tidak hanya fisik, tetapi secara intelektual, mental dan juga spiritual.

“Generasi yang baik tidak akan turun begitu saja dari langit, generasi yang baik tidak bisa diimpor, dan generasi yang baik bukan cerita dongeng kepahlawanan, akan tetapi generasi yang lahir dari perjuangan suatu generasi yang mau menjadikan dirinya sebagai generasi pendidik”

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…


Bagi Anda yang tertarik membeli buku ini bisa menghubungi penerbit : Dicki B. Chandra (dicky.hrtec@gmail.com)