Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Telah banyak kita ketahui macam-macam penyakit hati, yang hanya akan berakibat buruk jika seseorang memiliki salah satu dari penyakit hati, seperti iri, dengki, dendam, dan perasaan lainnya.

Namun, kali ini saya akan sedikit membahas penyakit hati yang sering sekali terjangkit di beberapa orang. Terutama anak muda yang saat ini emosi nya sedang naik turun. Saya sendiri belum mengetahui apa nama penyakit ini, yang pasti penyakit ini sangat dekat sekali dengan penyakit iri dan dengki.

Fenomena ini saya lihat ketika saya membuka akun Twitter saya. Disaat banyak para penasehat atau motivator memberikan nasihat, saya menyempatkan diri saya untuk melihat balasan beberapa twit dari para followers mereka. Ternyata, banyak sekali yang merespon masing-masing dari twit para motivator tersebut. Ini menandakan bahwa apa yang disampaikan memang benar-benar sampai kepada followersnya.

Tetapi tidak sedikit juga diantara banyak followers para akun-akun motivator tersebut (baik yang personal, kelompok, maupun anonim) yang melancangkan sambutan negatif. Dan ketika saya lihat frekuensi balasan twit tersebut, ternyata belum ada 5 menit.

Ini menandakan bahwa bisa jadi seseorang tersebut merespon menggunakan emosi semata. Tanpa di pikirkan dengan baik maksud dan makna di balik twit mereka (para motivator). Dan banyak dari followers mereka bahkan mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan.

Saya yakin sekali, bahwa para motivator yang mempunyai followers banyak tersebut sudah teruji jam terbangnya. Dan pastinya mereka menyampaikan berdasarkan pengalamannya. Yang pasti tidak asal omong semata. Itulah yang membedakan orang yang bermental sukses dengan tidak.

Tetapi respon-respon negatif yang keluar dari beberapa followers mereka sungguh menggambarkan bahwa banyak sekali bisa kita lihat orang-orang disana yang menderita penyakit hati tersebut.

Simpelnya, para motivator memberikan nasihat baik, yang sudah teruji berdasarkan pengalamannya, tetapi malah direspon negatif. Beberapa pasti ada yang bilang “sok suci”, “sok pinter lu”, atau semacam “gausah ngomong doang deh”, dan masih banyak lagi respon-respon serupa yang keluar.

Percayalah, dengan respon semacam itu yang keluar, itu hanya akan menyakiti hati mereka sendiri. Seharusnya mereka-mereka yang menanggapi dengan negatif tersebut lebih bijak, lebih sadar, dan lebih menggunakan akalnya untuk merespon. Lihat-lihatlah terlebih dahulu twit-twit sebelumnya, atau maksud dibalik twit tersebut. Salah merespon hanya akan memperburuk citra diri dihadapan publik, dan sekali citra itu buruk, maka itu akan sulit sekali mengembalikannya.

Untuk kita semua, biasakanlah melihat lebih jelas terlebih dahulu apa yang dibaca dimanapun, jangan sampai salah persepsi dan hanya akan menimbulkan rasa malu kemudian karena salah merespon.

Dan percayalah bahwa apa-apa yang disampaikan oleh banyak orang-orang baik diluaran sana itu tentu memang baik untuk kita. Untuk kepentingan kita, untuk pengembangan diri kita, untuk menjadikan diri kita lebih baik dari sebelumnya.

Kuncinya adalah sadar, dan menggunakan logika, jika hal tersebut adalah baik, maka terima, dan jika hal tersebut buruk, buanglah jauh-jauh. Lagipula kalau itu buruk menurut mereka, belum tentu juga buruk menurut kita kan? Masing-masing dari diri kita sebenarnya mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Hanya saja banyak dari kita yang masih ‘tertidur’ dari alam sadar yang sesungguhnya.

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…