Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Apakah bahagia itu butuh syarat-syarat yang rumit? apakah bahagia butuh alasan-alasan spesial? dan apakah bahagia itu sama dengan kesenangan? Tentunya jawaban dari ketiga pertanyaan sederhana di atas adalah tidak. Bahagia tidak membutuhkan syarat, bahagia juga tidak membutuhkan alasan, dan bahagia pun tidak sama dengan kesenangan.

Tentunya masing-masing orang punya opini yang berbeda tentang kebahagiaan, dan pendapat saya, untuk bisa bahagia, kita tidak perlu memiliki berjuta-juta syarat, berjuta-juta alasan. Karena, bagaimanapun, bila alasan dan syarat itu tidak kunjung terpenuhi, maka kita tidak pernah bahagia, kita terkurung oleh syarat yang kita ciptakan sendiri oleh diri kita.

Dan kita akan terus menyalahkan ALLAH atas hal ini dengan berkata “Kenapa saya belum juga bahagia? Apa salah saya?“. Tentunya jika kita terus-terusan menyalahkan ALLAH atas hal ini, kita akan semakin jauh dari kebahagiaan sejati.

Ketika kita mendapatkan sesuatu, dan kita tersenyum olehnya, maka pada saat itulah yang kita dapatkan adalah kesenangan. Kesenangan akan hadir dengan adanya syarat. Tanpa syarat yang sebenarnya sulit untuk diraih, maka kesenangan itu tidak akan hadir dalam hati kita.

Coba saja kita yang mengharapkan sesuatu, entah itu berbentuk benda, ataupun berbentuk lainnya. Jika keinginan kita berhasil kita dapatkan, atau kita raih, kita akan senang bukan? Tetapi sebaliknya, jika kita tidak mendapatkan maka perasaan kecewa akan hadir, siapapun orangnya pasti pernah mengalami hal yang demikian. Itulah bukti bahwa kesenangan membutuhkan syarat, tanpa adanya syarat dan alasan, maka kesenangan tidak akan bisa kita hadirkan dalam hati kita.

Untungnya ALLAH menitipkan satu teman lagi untuk kesenangan, yaitu kebahagiaan, yang dalam hidup kita, kebahagiaan ini berbeda sangat jauh sekali dengan kesenangan. Jika kesenangan selalu saja mencari-cari alasan untuk tercapai, maka kebahagiaan tidak perlu, kebahagiaan selalu saja bisa diraih oleh siapapun tanpa syarat-syarat yang rumit dan tanpa alasan-alasan spesial apapun.

Lalu, bagaimana kebahagiaan bisa tercapai jika tidak perlu syarat rumit untuk bisa bahagia? Tips simpel yang tidak perlu syarat yang rumit dan beribu-ribu alasan untuk bahagia adalah dengan cara bersyukur. Setiap orang pasti bisa bersyukur, dan ini sepertinya bukan sebuah syarat untuk bahagia. Syukur hanya masalah mau atau tidak mau seseorang dalam menghadapi situasi yang dihadapi olehnya.

Selain bersyukur, untuk menghadirkan perasaan bahagia dalam hati kita adalah dengan cara menysukuri keberadaan diri kita dengan rasa hormat terhadap diri kita, tanpa terikat oleh hal apapun yang ingin dimiliki dan itulah bentuk penerimaan tertinggi terhadap diri sendiri.

Tentunya, selain kedua hal tersebut, 3 kondisi utama untuk bahagia sebelum melakukan rasa syukur dan rasa hormat adalah terpenuhinya sandang, pangan, dan papan. Karena walaupun demikian, ketiga hal tersebut mutlak harus dimiliki oleh setiap manusia. Dengan memiliki ketiga kondisi utama tersebut, kita bisa mulai mensyukuri hal-hal dari sandang, pangan, dan papan secara sederhana. Dari situ kita akan menemukan kebahagiaan hidup.

Kita bisa melihat bahwa perbedaan dari kebahagiaan dan kesenangan adalah dari cara kita memandang rasa hormat terhadap diri kita. Kebahagiaan hadir tanpa perlu terikat oleh segala sesuatu hal apapun yang ingin kita miliki. Sedangkan kesenangan selalu saja terikat oleh hal yang ingin kita miliki.

Sampai di sini sudah terlihat dengan jelas, kunci untuk bahagia adalah dengan cara menghormati diri sendiri, dengan tidak terikat oleh apapun yang ingin kita miliki, maka kebahagiaan bisa hadir di hati kita.

Ketika kebahagiaan sudah hadir, maka kita tidak perlu kecewa jika kita tidak merasakan kesenangan, karena dengan bahagia kita sudah tercukupi dengan adanya ketidakterikatan oleh hal yang ingin kita miliki.

Bahagia adalah penerimaan tertinggi diri sendiri, mensyukuri keberadaan diri dengan rasa hormat, dan tidak terikat oleh hal apapun yang ingin dimiliki

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…