Bismillaahirrohmaanirrohiim

Assamu’alaikum Warohmatullaahi Wabarokatuh,

Segala puji hanya milik ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala, kita memuji, meminta pertolongan dan memohon pengampunan kepada-NYA, dan kita berlindung kepada ALLAH dari keburukan diri dan kejahatan amal perbuatan kita. Siapa yang diberi petunjuk, tidak akan ada yang dapat menyesatkannya, dan siapa yang disesatkan oleh-NYA, tidak akan ada pula yang dapat memberinya hidayah. Aku bersaksi tidak ada DZAT yang berhak diibadahi kecuali ALLAH, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu Rosululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wa Salam.

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala dengan sebenar-benar taqwa, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

Hai manusia, bertaqwalah kepada ROBB-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam) dan ALLAH ciptakan pasangannya (Hawa) dari dirinya (Adam), dan dari keduanya ALLAH memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertaqwalah kepada ALLAH yang dengan nama-NYA kamu saling meminta, dan peliharalah hubungan silaturahmi (kekeluargaan). Sesungguhnya ALLAH selalu menjaga dan mengawasimu.


Seperti yang disampaikan pada sharing minggu lalu, antara lain bahwa siapapun yang berlomba-lomba di dunia ini dan paling dahulu berbuat kebajikan, maka di akhirat termasuk orang2 yang paling dahulu mendapatkan kemuliaan, karena balasan bagi suatu amal akan sejenis dengan amal tersebut. Siapakah mereka…? Sharing kali ini adalah lanjutan dan akan disampaikan siapakah tiga golongan manusia pada hari Kiamat….?

Golongan yang berada dekat di hadapan ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala (as-saabiquun dan al-muqarrabuun)

Mereka inilah golongan yang lebih dekat dengan ALLAH (al-muqarrabuun), lebih beruntung dan lebih khusus daripada golongan kanan karena mereka inilah pemimpin  golongan kanan. Golongan ini juga termasuk orang2 yang berlomba-lomba dan bersegera dalam melakukan kebaikan (as-saabiquun).

ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman “Segolongan besar dari orang2 yang terdahulu (13) dan segolongan kecil dari orang2 yang kemudian (14).” (Al-Qur’an Surat Al-Waaqi’ah (56), ayat 13- 14).

Melalui ayat yang mulia ini ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala mengabarkan tentang orang2 yang bersegera dalam kebajikan serta mendekatkan diri kepada ALLAH Subhaanahu Wa Ta’alabahwa mereka adalah segolongan umat dari orang2 yang terdahulu dan segolongan umat sekarang ini. Sebagian para ulama tafsir berpendapat bahwa mereka adalah sebagian umat terdahulu dan sebagian umat sekarang ini, Rosululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam  bersabda : “Kita adalah umat terakhir, tetapi terdepan pada hari Kiamat.” (HR. Imam Bukhori No. 238 – HR. Imam Muslim No. 855 – Shahih Tafsir Ibnu Katsir VIII/702 -703).

Namun ada juga sebagian para ulama tafsir yang berpendapat bahwa mereka adalah sebagian besar dari angkatan pertama umat ini dan sebagian kecil dari umat ini juga, maksudnya seluruhnya berasal dari umat ini, namun berbeda dalam hal generasi saja, dan satu hal yang tidak bisa dibantah bahwa generasi pertama dari setiap umat selalu lebih baik daripada generasi terakhirnya.  Karena itu diriwayatkan secara shahih dalam kitab2 shahih dan lainnya dari berbagai jalur bahwa Rosululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam  bersabda : “Sebaik-baik generasi adalah generasiku (Sahabat), kemudian orang2 setelah mereka (Tabi’in), kemudian orang2 setelah mereka (Tabi’ut Tabi’in).” (HR. Imam Bukhori No. 3651 – Shahih Tafsir Ibnu Katsir VIII/704-705).

Rosululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam juga bersabda : “Akan senantiasa ada segolongan orang dari umatku yang berjuang membela kebenaran. Orang2 yang menghina dan menentang mereka, tidak akan menggoyahkan golongan ini hingga hari Kiamat.” (HR. Imam Bukhori No. 3640 – Shahih Tafsir Ibnu Katsir VIII/705-706).

Umat ini lebih mulia dibandingkan dengan umat lainnya dan orang2 yang dekat kepada ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala dari umat ini lebih banyak dibandingkan dengan umat lain. Derajat mereka pun lebih tinggi karena kemuliaan agama dan keagungan Nabinya.  Karena itu dalam hadits shahih yang diriwayatkan secara mutawatir dari Rosululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam  disebutkan bahwa beliau memberitahukan bahwa diantara umat ini terdapat tujuh puluh ribu orang yang masuk Surga tanpa hisab. Dan dalam salah satu riwayat dikatakan : “Setiap seribu orang dari mereka diikuti oleh tujuh puluh ribu orang.”   Bahkan dalam lafazh lain : “Setiap orang dari mereka diikuti oleh tujuh puluh ribu orang.

Golongan kanan (Ash-Haabul Yamiin)

Golonan kanan dijelaskan pada ayat berikut ini :

ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman “Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu (27)……..KAMI ciptakan mereka (bidadari) untuk golongan kanan (38), yaitu segolongan besar dari orang2 terdahulu (39) dan segolongan besar pula dari orang2 yang kemudian (40).” (Al-Qur’an Surat Al-Waaqi’ah (56), ayat 27, 38 – s/d 40).

Mereka inilah orang2 yang baik, yang tempat golongan kanan ini berada di bawah golongan orang2 al-muqarrabuun  dan dijelaskan dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim yang bersumber dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, ia mengatakan bahwa  Rosululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam  bersabda : “Golongan pertama yang masuk Surga dalam rupa seperti rembulan di malam purnama, dan golongan berikutnya dalam rupa bintang yang paling kuat cahayanya di langit. Mereka tidak buang air kecil dan air besar, dan tidak meludah serta tidak pula mengeluarkan ingus. Sisir mereka terbuat dari emas dan keringat mereka adalah menyak kesturi. Pedupaan mereka adalah kayu alluwah(yang sangat harum wanginya), dan isteri2 mereka adalah bidadari yang bermata jeli. Perangai mereka seperti perangai satu orang.” (HR. Imam Muslim IV/2179 – HR. Imam Bukhori No. 3327 – Shahih Tafsir Ibnu Katsir VIII/721-722).

Dalam suatu riwayat yang cukup panjang, golongan kanan terdiri dari segolongan orang2  dari para pendahulu dan segolongan pula dari generasi yang datang kemudian. Sebagian dari para Sahabat saling mengambl hadits dari sebagian yang lain. Sebagian dari mereka berkata, “Pada suatu malam kami dijamu di sisi Rosululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam, kemudian pada pagi harinya kami kembali kepada beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam, kemudian beliau bersabda : “Para Nabi dan para pengikut mereka berikut umat-umatnya ditunjukkan kepadaku. Masing2 Nabi lewat di depanku, ada seorang Nabi yang diikuti oleh beberapa orang, ada seorang Nabi yang diikuti oleh tiga orang, dan ada seorang Nabi yang tidak diikuti oleh seorang pun.

Qatadah membacakan surat Huud (11), ayat 78 : “Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal”. Kemudian Nabi bersabda : “Kemudian Musa bin Imran lewat dihadapanku bersama Bani Israil dalam jumlah yang besar.” Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam  bersabda : “Aku bertanya, ‘Ya ROBB-ku, siapakah orang2 ini?’. ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala  menjawab, ‘Ini adalah saudara-mu, Musa bin Imran dan orang2 yang mengikutinya adalah dari Bani Israil.'” Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam  bersabda : “Aku bertanya, ‘Lalu manakah umatku, Ya ROBB?’  ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah ke arahmu, ke tanah yang landai itu.'”

Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : “Ternyata mereka adalah manusia yang jumlahnya sangat besar. ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala  berfirman, ‘Puaskah kamu?’ Aku menjawab, ‘Puas wahai ROBB-ku.’ Lalu ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala  kembali berfirman, ‘Lihatlah ke ufuk yang ada di sebelah kirimu.’  Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam  bersabda : ‘Ternyata mereka adalah manusia yang berjumlah besar.’  ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala  berfirman, ‘Puaskah kamu?’ Aku menjawab, ‘Puas wahai ROBB-ku.’ ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala  kembali berfirman, ‘Sesungguhnya bersama mereka itu terdapat tujuh puluh ribu orang yang masuk Surga tanpa hisab.’”

Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu berkata : “Ukasyah bin Mihshan dari Bani Asad, salah satu Sahabat yang ikut dalam perang Badar, (bangkit) seraya berkata, ‘Wahai Nabi ALLAH! Berdo’alah kepada ALLAH agar aku dimasukkan kedalam golongan itu.’ Rosululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam, berdo’a : ‘Ya ALLAH, masukkanlah dia ke dalam golongan itu.’ Kemudian ada seorang Sahabat lain berdiri, seraya berkata, ‘Wahai Nabi ALLAH, berdo’alah kepada ALLAH agar aku dimasukkan dalam golongan itu.’  Kemudian Rosululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam, bersabda : ‘Kamu telah didahului oleh Ukasyah.’ Kemudian Rosululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam, bersabda : ‘Jika kalian mampu, (semoga Ayah dan ibuku menjadi tebusan kalian), untuk menjadi golongan yang tujuh puluh ribu orang, maka lakukanlah. Jika tidak, maka jadilah kalian dalam golongan orang2 yang yang berada di tanah landai itu. Jika tidak, maka jadilah kalian dalam golongan orang2 yang berada di ufuk, karena sesungguhnya aku telah melihat banyak orang bergabung disekitarnya.’

Kemudian Rosululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam, melanjutkan sabdanya : ‘Sesungguhnya aku berharap semoga kalian adalah sepertiga penduduk Surga.’ Maka kami bertakbir, Rosululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam, melanjutkan sabdanya : ‘Sesungguhnya aku berharap semoga kalian adalah setengah penduduk Surga.’ Maka kami bertakbir, kemudian Rosululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam, membaca firman ALLAH : “Yaitu segolongan besar dari orang2 terdahulu (39) dan segolongan besar pula dari orang2 yang kemudian (40).”” (Al-Qur’an Surat Al-Waaqi’ah (56), ayat 38 – s/d 40).

Para Sahabat saling bertanya-tanya, “Siapakah yang tujuh puluh ribu itu?” Kami berkata, “Mereka adalah orang yang lahir dalam agama Islam dan tidak menyekutukan ALLAHSubhaanahu Wa Ta’ala.” Perkataan itu sampai ke telinga Rosululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam,  kemudian beliau bersabda : “Mereka adalah orang2 yang tidak berobat dengan besi panas (dengan cara key), tidak meminta untuk di ruqyah*) dan tidak bertathayyur (percaya pada takhayyul), dan hanya bertawakkal kepada ROBB mereka semata.” (HR. Imam Al-Hakim IV/477 – Shahih Tafsir Ibn Katsir VIII/ 721 s/d 725).

*) ruqyah adalah pengobatan dengan membacakan ayat-ayat Al-Quran atau do’a dari Nabi Shallallaahu ‘alaihi Wa Sallam. Hadits ini mengatakan “Tidak meminta di ruqyah”, namun tidak menunjukkan larangan. Dalam hadits lain Rosululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam sendiri diruqyah oleh Jibril ‘Alaihi Sallam.

Golongan kiri

Golonan kiri dijelaskan pada ayat berikut ini , ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman “Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu? (41)……. Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah (45) Dan mereka terus menerus mengerjakan dosa yang besar (46) Dan selalu mengatakan : “Apakah apabila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar2 akan dibangkitkan kembali (47) Apakah bapak2 kami yang terdahulu dibangkitkan pula? (48).” (Al-Qur’an Surat Al-Waaqi’ah (56), ayat 41, ayat 45 s/d 48).

Melalui ayat yang mulia ini, dijelaskan bahwa gologan kiri ini adalah orang2 yang pada waktu hidup di dunia, mereka hidup bermewah-mewah dan bersenang-senang, hanya mengikuti keinginan hawa nafsu tanpa menghiraukan agama yang dibawa oleh para Rosul ALLAH. Mereka terus menerus melakukan dosa besar, tidak terbesit niat di hati mereka untuk bertaubat. Mereka kufur terhadap ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala dan menjadikan sesembahan yang lain sebagai tuhan, selain ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala.

Bahkan golongan ini tidak percaya bahwa  akan adanya kehidupan setelah kematian, mereka menentang, mendustakan akan kehidupan di akhirat nanti. Mereka menganggap bahwa apabila manusia telah meninggal dunia dan menjadi tanah, yang tersisa hanya tulang belulang, maka tidak mungkin dibangkitkan lagi. Oleh karena itu mereka tidak pernah berpikir akan adanya hari pembalasan nanti di akhirat, dan prinsip mereka hiduplah sekarang di dunia ini dengan bersenang-senang dan berfoya-foya. Semua anggapan dan pikiran mereka yang sempit ini bertujuan untuk mendustakan dan menganggapnya kehidupan di akhirat nanti sebagai sesuatu yang mustahil.

Maka ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman : “Katakanlah : ‘Sesungguhnya orang2 yang terdahulu dan orang2 yang kemudian (49), benar2 akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal’ (50).” (Al-Qur’an Surat Al-Waaqi’ah (56), ayat 49-50).

Maksud ayat ini, beritahukan kepada mereka wahai Muhammad, bahwa orang2 yang terdahulu dan yang kemudian, dari anak keturunan Nabi Adam ‘Alaihi Sallam semuanya akan dikumpulkan pada hari Kiamat, tidak ada seorang pun yang luput.

Balasan untuk golongan kiri

ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman “Kemudian sesungguhnya kamu hai orang yang sesat lagi mendustakan (51), benar2 akan memakan pohon zaqqum (52), dan akan memenuhi perutmu dengannya (53). Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas (54) Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum (55) Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan (56).” (Al-Qur’an Surat Al-Waaqi’ah (56), ayat 51-56).

Kaum muslimin yang dirahmati ALLAH Subhaanhu wa Ta’ala, demikian ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala menjelaskan melalui firman-NYA siapakah manusia yang menjadi tiga golongan pada hari Kiamat nanti. Semoga kita menjadi orang2 yang bersegera dalam berbuat kebajikan serta mendekatkan diri kepada ALLAHSubhaanahu Wa Ta’ala.

Mulailah dari sekarang untuk menegakkan syari’at agama yang mulia ini, janganlah dicampur baur dengan hawa nafsu, akal dan pikiran tanpa berjalan di atas Al-Qur’an dan Sunnah ini, ikuti sikap beragama yang ditempuh oleh Rosululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam dan para Sahabat, karena para Sahabatlah yang hidup bersama Rosululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam,

Berusahalah kita termasuk orang2 dari umat Rosululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam  yang amanah, berjuang membela kebenaran, meskipun orang2 disekitar kita menghina, namun tidak akan menggoyahkan sikap beragama kita hingga hari Kiamat nanti.

Kaum muslimin yang dirahmati ALLAH Subhaanhu wa Ta’ala,mohonlah kepada ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala  agar kita dan keluarga kita dimudahkan untuk berlomba-lomba dan bersegera dalam melakukan kebaikan, agar pada hari Kiamat kelak, kita dan keluarga kita termasuk orang2 yang selamat, yaitu golongan Al-Muqarrabuun atau As-Saabiquun atau paling tidak ash-Haabul Yamiin, aamiin,

Ya ALLAH, sesungguhnya aku memohon kepada-MU, karena segala puji hanya bagi-MU, tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya ENGKAU, tidak ada sekutu bagi-MU, Yang Mahapemberi, wahai Pencipta langit dan bumi, wahai ROBB Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan, wahai ROBB Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, sesungguhnya aku memohon kepada-MU Surga dan aku berlindung kepada-MU dari Neraka. (HR.Sunan Abu Dawud No. 1495 – HR.Sunan an-Nasa’i III/52 – HR. Sunan Ibnu Majah No. 3858, dari Sahabat Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu).

Mahasuci ENGKAU, ya ALLAH, aku memuji-MU. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi dengan benar selain ENGKAU, aku memohon ampunan dan bertaubat kepada-MU.

Bertakwalah kepada ALLAH Subhaanahu wa Ta’ala di mana pun kita berada, dan iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik maka kebaikan akan menghapuskan keburukan itu, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.

Shalawat serta salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam, keluarga, para Sahabat, Tabi’in, Tabi’ut  Tabi’in dan mereka yang senantiasa setia dijalan-NYA yang lurus hingga hari Akhir.-

Demikian sharing ilmu yang bisa saya sampaikan, mudah2an sharing ini bermanfa’at dan mohon ma’af bila tidak berkenan.

Subhaanakallahumma Wabihamdika Astaghfirullah Wa atubu ilahi

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarakatuh.