Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Kali ini saya ingin mereview sebuah buku, tepatnya adalah sebuah novel. Ini ada novel pertama di dalam hidup saya yang saya baca habis. Novel-novel lainnya paling kuat saya baca hanya setengah, bahkan baru sekitar dua puluh halaman pertama saja, saya langsung sudahi bacaannya, karena menurut saya tidak terlalu bagus, ya namanya juga novel. Hehehe

Tepatnya, novel yang berjudul “Sinaku” ini ditulis oleh Dosen kebanggaan saya, yaitu Pak Ditdit ‘Kang Aga’ Nugeraha Utama, novel yang begitu menggugah hati saya, dan juga beberapa teman-teman saya ketika saya pinjamkan novel ini.

Sinaku

Sinaku

Yang membuat beda antara novel ini dengan yang lainnya adalah, novel ini memasukkan nilai islami di dalamnya, tetapi bagi yang baca tentu tidak akan merasa bosan, karena di dalamnya kita selalu saja dibuat penasaran oleh jalan ceritanya, sehingga kita selalu ingin membalikkan halaman novel tersebut.

Tya, begitu nama panggilannya disebut di dalam novel tersebut, adalah seorang anak SMA yang bernama lengkap Laura Shintya, seorang anak SMA yang pintar, mendapat beasiswa dari sekolahnya. Yang dalam kisahnya, beasiswa Tya tersebut dialihkan kepada seseorang lelaki yang bernama Sultan, yang bersekolah di Kuningan.

Tidak terima dengan perlakuan dari sekolah Tya yang dengan seenaknya saja mengalihkan beasiswa Tya kepada Sultan, Tya langsung mencari tahu siapa Sultan sebenarnya, dengan mengunjungi tempat kediaman Sultan di daerah Kuningan.

Setiap bab dari novel ini selalu membuat penasaran, selalu membuat kita membalik halaman demi halaman.

Kisah yang unik, ternyata Tya jatuh cinta kepada Sultan. Hati yang tadinya tidak terima dengan dialihkannya beasiswa tersebut, sekarang Tya malah jatuh cinta kepada Sultan. Dalam kisahnya, Tya banyak belajar agama dari Sultan, mulai dari belajar Shalat, sampai akhirnya Tya berjilbab.

Novel ini sangat bagus menurut saya, kalau boleh saya rate, dari 10 nilai, nilai novel ini adalah 9,5. Benar-benar novel yang tidak saya sangka endingnya, karena ending dari novel ini akan membuat siapapun yang membacanya akan terkagum-kagum dan terheran-heran atas ending dari novel ini. Bahkan saya dan ketiga teman saya menangis setelah membaca ending dari novel ini. Untuk Anda yang ingin dan penasaran dengan novel ini, saya sarankan Anda untuk membacanya.

Oh iya, novel ini tidak dijual di toko buku seperti Gramedia, Gunung Agung ataupun Kharisma. Karena novel ini diterbitkan sendiri oleh sahabatnya Pak Ditdit. Anda bisa menemui novel ini di Toko Buku Mizan, yang berlokasi di Universitas Syarif Hidayatullah, Jakarta. Lantai 2 (di atas Bank Mandiri).

Bagi Anda yang sudah membelinya dan membacanya, saya tunggu komentar-komentar Anda. Saya sangat merekomendasikan buku ini dibaca oleh siapapun. Banyak nilai-nilai kehidupan yang bisa kita ambil dari novel ini.

Balutan kerudung menyelimuti hatinya
Tatapan mata tajam menghantam, membahana
Pikirannya lurus, menusuk sanubari dalam
Langkah kaki tegap, berdiri kokoh di tengah cadas

Aku rela ALLAH menghujamkannya di hati putih
Geram di dada, lenyap tak berbekas
Angan dan mimpi tumbuh dan mati bersamaan
Nyata itu ada di genggaman, pudar di pelupuk

KuasaNYA bagai dentuman merdu, mempesona
KaruniaNYA bagai lembut sutra tak teraba
EsaNYA tanpa tanding, tanpa banding
Sujud kuhaturkan, tepat di sajadah asa

Indah tersentuh, sekejap waktu separuh
Sepertinya ada di dada, namun tiada di raga
Kubalut mimpi itu, kuraih asanya nan padam
Semoga senyum, menatap hijau surgawi…

Cerita yang sangat inspiratif, membangkitkan gejolak dan semangat berjuang tanpa kenal lelah dan henti. Keagungan IlmuNYA adalah basis tak terlupakan, di setiap langkah dan gerak jiwa di raga ini. Bermanfaat dan bermakna adalah capaian yang diharapkan…

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…