Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Kemarin menjadi hari yang bisa dibilang sangat melelahkan bagi saya dan sahabat saya, yaitu Mas Khalid Abdullah. Menjalani sebuah pilihan, tentunya harus menerima juga konsekuensi dari pilihan tersebut.

Pilihan yang kami pilih adalah kemarin kami pergi ke salah satu kantor teman kami di daerah Kedoya, Jakarta. Dan tentunya, kami yang tinggal di sekitar Jakarta Selatan mau tidak mau harus menggunakan Angkutan Umum Transjakarta. Selain simpel, murah, efisien, dan juga cepat, karena Transjakarta mempunyai jalur pribadinya.

Itu yang sudah ada di benak masing-masing orang tentunya. Bahwa naik Transjakarta itu enak sekali. Murah, cepat sampai, pakai AC, dan nyaman lah pokoknya. Tetapi tidak berlaku lagi untuk jalur Transjakarta sekitaran Lebak Bulus sampai dengan Harmoni.

Saat kami pergi, ciri-ciri Transjakarta yang nyaman, cepat sampai, pakai AC memang masih berlaku, karena kami naik Transjakarta nya dari Halte paling pertama, yaitu Halte Lebak Bulus, menuju Halte Duri Kepa. Tetapi dalam perjalanan pulang, ciri-ciri Transjakarta yang tadinya kita bisa bernyaman-nyaman ria, kali ini tidak lagi.

Ya, begitulah pilihan, kami memilih untuk naik Transjakarta, kami juga harus menanggung konsekuensinya. Setiap pilihan pasti ada konsekuensi yang harus kita terima. Semacam tanggung jawab yang harus kita lakukan atau kita terima atas apa yang telah kita pilih.

Karena kami memilih untuk naik Transjakarta, tentunya kami harus siap dengan konsekuensi nya. Konsekuensi naik Transjakarta pada jam-jam pulang kantor atau pada sore hari adalah bahwa Transjakarta yang lewat tidak sesering pagi atau siang hari, dan tentunya isi penumpang Transjakarta di waktu sore hari lebih banyak, bahkan memenuhi Bus Transjakarta tersebut.

Terhitung sekitar 1 jam lewat kami berdua berdiri di Halte Duri Kepa untuk menunggu 1 Bus Transjakarta saja lewat, akhirnya Bus tersebut datang juga. Inilah konsekuensi pertama kami, harus mau menunggu.

Konsekuensi kedua, yang membuat kami mulai tidak sabar terjadi karena isi Bus Transjakarta dipenuhi banyak orang, Sesak tentunya. Sudah lama menunggu, Bus nya pun isinya sesak. Wah mungkin jika ada orang yang tak sabar, bisa-bisa tidak mau naik lagi Transjakarta tersebut, bahkan bisa jadi orang tersebut pingsan. Hehehe

Konsekuensi tersebut mau tidak mau ya harus kami ambil, karena kita sudah memilih.

Begitupun dengan pilihan-pilihan lain di dalam kehidupan kita, pasti apa yang kita pilih akan ada konsekuensinya. Bahkan jika kita tidak memilih suatu pilihan pun itu sudah termasuk pilihan, yang tentunya juga ada konsekuensinya.

Setiap pilihan akan selalu ada konsekuensinya (baik maupun buruk), sudah siapkah kita untuk menghadapi konsekuensi tersebut?

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…