Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Saat ini, tidak sedikit orang yang telah sukses dalam dunia wirausaha, namun tidak sedikit juga orang yang masih memegang status karyawan. Ini sudah alamiah, bahwa ada pebisnis, ada juga karyawan.

Namun demikian, tidak sedikit juga para pebisnis yang lupa di mana dia berawal, di mana mereka tumbuh menjadi besar, tumbuh menjadi pebisnis yang kuat. Semua pebisnis pasti pernah berinteraksi dengan karyawan. Bahkan pebisnis pun membutuhkan karyawan untuk menjalankan roda perekonomian perusahaannya.

Saat masih SD, yang sekarang pebisnis, tadinya mereka diajarkan bagaimana cara membaca dan menulis oleh seorang karyawan, ada yang karyawan PNS, ada juga karyawan Swasta. Saat masih SD pun, yang sekarang pebisnis, tadinya mereka diajarkan bagaimana cara menulis dengan benar.

Namun semua hal idah itu telah pergi. Tidak sedikit pebisnis sekarang malah menghujat, ngatain, merendahkan karyawan. Padahal… Dari karyawan-lah para pebisnis dapat terbantu, dari karyawan-lah para pebisnis dulu belajar membaca dan menulis. Tapi kini sebaliknya.

Memang tidak semua pebisnis merendahkan karyawan, tetapi tidak sedikit juga yang merendahkan karyawan. Banyak kata-kata yang keluar yang sebenarnya tidak pantas untuk diucapkan kepada karyawan. Mereka lupa bahwa setiap orang digariskan nasib yang berbeda-beda oleh ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala.

Ingatlah beberapa hal, bahwa pebisnis tidak lebih mulia kedudukannya dibandingkan karyawan. Semuanya saling membutuhkan, pebisnis membutuhkan karyawan, dan karyawan pun membutuhkan pebisnis. Sama seperti orang kaya dan orang miskin, yang sama-sama membutuhkan satu sama lainnya.

Untuk para pebisnis yang pernah bahkan sering merendahkan karyawan, posisikanlah diri Anda sebagai karyawan dan rasakan bila Anda direndahkan, tidakkah Anda akan merasa kesal? tidakkah Anda merasa hidup Anda tidak pantas?

Memotivasi karyawan untuk menjadi pebisnis itu baik, akan tetapi dengan cara merendahkan karyawan tersebut, cara memotivasi yang tadinya baik, kini menjadi salah dan berakibat melukai hati seseorang.

Mari introspeksi diri, motivasi karyawan untuk menjadi pebisnis dengan cara yang benar, dengan cara yang baik, bukan dengan cara merendahkan mereka hanya karena pebisnis itu (keliatannya) lebih hebat daripada karyawan.

Ingat, walaupun pebisnis, tetapi sifatnya itu tidak baik, itu tidak lebih mulia daripada karyawan yang bersifat baik. Rendahkanlah diri kita di manapun kita berada, dengan begitu kita akan dihargai oleh siapapun.

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…