Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Mungkin sampai saat artikel ini ditulis, masih ada orang yang sudah bisa memaafkan orang yang telah menyakitinya, sudah bisa menyembuhkan luka nya dari luka celurit yang menusuk perutnya. Tetapi mungkin juga, ada beberapa orang yang belum bisa memaafkan, atau dalam kata lain, masih menilai orang tersebut dari perlakuan di masa lalu nya.

Misal saja, ada perlakuan yang tidak baik, perlakuan jahat seseorang kepada kita, dan dia sudah minta maaf ke kita. Kita sudah memaafkannya, tetapi kita masih tidak suka dengan perbuatan di masa lalunya. Perbuatan tersebut masih terkenang, tersimpan rapih di dalam memori kita. Yang jika itu muncul, rasa maaf yang sudah kita berikan, otomatis akan hilang, dan posisinya akan tergantikan kembali dengan perasaan kesal, bahkan bisa jadi perasaan dendam. Hal seperti ini tidak boleh dibiarkan begitu saja.

Karena jika saja itu terjadi, sehebat apapun kita memaafkan seseorang, tetapi jika kita tidak bisa memaafkan masa lalunya, akan tetap saja ada calon perasaan dendam hadir di hati kita. Bisa di bilang, maaf yang kita berikan tersebut akan percuma, lantaran jika kita menenang kembali masa lalu orang tersebut, kita langsung terbawa emosi.

Tidaklah baik menilai masa lalu seseorang, karena yang namanya manusia, di dalam hidupnya pasti akan mengalami proses perubahan. Entah dari kondisi terpuruk kepada kondisi bahagia, atau bahkan sebaliknya. Itu sudah hal yang lumrah yang pasti terjadi oleh manusia.

Yang perlu kita sadari adalah, bahwa manusia memiliki hati nurani, hati bersih yang tidak bisa kotor oleh apapun, yang selalu mengatakan kebenaran. Dari hati nurani itulah, seseorang bisa berubah, bertransformasi menjadi lebih baik, bisa cepat ataupun lambat, tetapi yang pasti proses perubahan itu tidak bisa kita lihat secara cepat maupun lambat.

Ada orang yang kita tidak bertemu selama 1 minggu saja, sikapnya sudah berbeda. Ada yang bahkan 1 hari, orang tersebut sudah berubah sikap. Itulah transformasi diri.

Yang pasti, jika memang kita selalu menilai masa lalu seseorang hanya karena masa lalu mereka begitu buruk, begitu jahat kepada kita. Cek kembali sifat dia saat ini, bisa jadi sifat nya sekarang sudah berubah. Bisa jadi saat ini dia bisa memberikan kebahagiaan, potensi untuk sama-sama bertransformasi bersama.

Hargailah proses transformasi orang tersebut. Jika memang orang itu bersungguh-sungguh atas perubahan dirinya, pastilah orang itu menjadi orang yang lebih baik dari masa lalunya. Sehingga kita hanya menilainya dari masa yang sekarang.

Dan, maafkanlah mereka atas perlakuannya keseluruhan waktu, bukan hanya yang terjadi saat ini, tetapi maafkanlah sekaligus dengan masa lalunya. Agar kelak, calon-calon dendam tidak hadir di hati kita.

Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui. – (QS. Al-Baqarah:216)

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…