Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Selalu saja ada hal yang bisa kita petik manfaat dan pelajaran setiap harinya, entah itu berasal dari kegagalan kita, ataupun kita belajar dari kekurangan atas hasil yang telah kita kerjakan.

Untuk artikel kali ini, saya mendapat inspirasi dari salah satu guru kebanggaan saya, saya banyak belajar dari beliau, lewat Seminar beliau yang ketika saya ikuti, saya selalu menangis menitihkan air mata saya, maupun melalui Twitternya. Untuk Anda yang belum tahu beliau, beliau adalah Pak Jamil Azzaini, seorang inspirator Sukses Mulia yang sudah mencetak banyak motivator-motivator hebat di bawah bimbingannya, kisahnya selalu mengharukan dan banyak orang mengambil sebagai inspirasi dan pelajaran.

Salah satu kisah Pak Jamil yang akan saya share di artikel ini adalah kisahnya tentang tanaman jagung yang beliau ceritakan. Orang Tua nya Pak Jamil (Bapak nya) mengibaratkan kita semua sebagai benih dari suatu tumbuhan (diceritakan tentang jagung).

Dibawah Tekanan
Untuk bisa tumbuh, benih tersebut harus di tanam di tanah, dan sudah semestinya harus di tutup oleh tanah, agar bisa tumbuh. Tentunya benih jagung tersebut tidak bisa tumbuh jika tidak di tanam di tanah, mungkin lama kelamaan akan mati dan membusuk jika tidak di tanam di tanah. Sedangkan Tanah ibarat tekanan yang menekan benih tersebut, kasihan sekali memang jagung tersebut tumbuh di bawah tekanan tanah.

Diri kita ibarat benih jagung tersebut, jika kita hidup dengan datar-datar saja, kemungkinan lama kelamaan kita akan menjadi terasingkan, tidak dibutuhkan orang lain. Dan mungkin meninggal orang biasanya. Dengan adanya tekanan, kita bisa tumbuh karena kita diharuskan melawan tekanan tersebut, itulah yang memicu kita untuk tumbuh lebih tinggi daripada sebelumnya.

Ilmu dan Air
Untuk bisa tumbuh lebih cepat, tentunya sebuah tumbuhan harus diberi air, disiram air secukupnya, sebagai nutrisi bagi tumbuhan tersebut, tanpa air, ia akan tetap mati kekeringan, mati karena layu. Dan ciri-ciri air adalah, air itu akan selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah, tandanya bahwa air menyukai kerendahan.

Sama pula dengan diri kita, untuk bisa tumbuh, kita perlu air (ilmu), kita butuh ilmu untuk menjalani hidup kita, segala hal di dunia ini pasti memiliki ilmu, ada cara yang harus dilakukan. Bahkan Pak Ditdit pernah berkata, “Masuk Toilet aja ada aturannya”. Demikianlah ilmu, begitu penting bagi proses tumbuhnya kehidupan kita.

Begitupun ilmu, ilmu akan datang ke tempat yang rendah, maksudnya adalah, ilmu hanya akan datang kepada siapa saja yang merendahkan dirinya. Ilmu tidak akan datang kepada mereka yang sombong karena kelakuannya. Ingin memiliki ilmu? berendah dirilah kita, karena dengan sifat rendah diri itulah dengan mudah kita dapat menerima ilmu sebanyak apapun yang kita inginkan.

Pupuk
Kehidupan tumbuhan tidak terlepas oleh pupuk. Vitamin dan nutrisi bagi sang tumbuhan, untuk memberi kekuatan untuk tumbuh, memberi semangat untuk tumbuh. Pupuk pun banyak jenisnya, tetapi yang sering digunakan oleh para petani untuk tanaman adalah pupuk kandang.

Pupuk kandang, bau dan tidak mengenakkan yang semestinya tidak diberikan kepada tumbuhan. Tetapi kenyataannya berbeda, pupuk kandang tersebut justru mempercepat tumbuhnya si jagung tersebut, entah sampah apa yang diberikan kepada jagung tersebut, sehingga jagung tersebut tumbuh, tumbuh dan tumbuh.

Kita manusia untuk bisa tumbuh perlu adanya pupuk kandang, sesuatu yang sudah sangat jelas tidak diinginkan oleh tumbuhan dan manusia. Bagi manusia, pupuk tersebut adalah hinaan dari orang lain, kata-kata kotor yang keluar dari orang lain.

Dengan adanya hinaan, cemoohan dari orang lain akan menjadikan diri kita lebih bersemangat, lebih berani membuktikan bahwa kita sebenarnya bisa tumbuh lebih baik. Begitulah kira-kira analoginya.

Kesimpulan
Untuk bisa tumbuh secara optimal, kita membutuhkan Tekanan, Ilmu, dan Cobaan (biasanya hinaan) dari orang lain. Tanpa adanya salah satu tersebut, kita tidak bisa tumbuh. Sebut saja jika tumbuhan diberi pupuk tetapi tidak diberi air, otomatis tumbuhan tersebut akan tetap mati.

Begitupun dengan kita, jika kita selalu diberi celaan dan hinaan oleh orang lain, tetapi kita tidak memiliki ilmu, lama kelamaan kita hanya akan menjadi orang yang tidak berdaya. Ketiganya sangat diperlukan, bukan salah satu, tetapi keseluruhan.

Terima Kasih untuk Pak Jamil Azzaini atas inspirasinya yang begitu menggugah hati, yang begitu menginspirasi saya untuk bisa menulis artikel ini. Semoga kelak kita akan menjadi orang yang selalu tumbuh, yang hasilnya bisa dipetik oleh orang lain. Aamiin…

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…