Bismillaahirrohmaanirrohiim

Assamu’alaikum Warohmatullaahi Wabarokatuh,

Agar ALLAH memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya ALLAH Mahacepat hisab-NYA.” (Al-Quran, surat Ibrahim (14), ayat 51).

Ketika ALLAH Subhaanallah Wa Ta’ala memperhitungkan amal perbuatan hamba-NYA, ALLAH Maha Mengetahui atas segala sesuatu, tak ada satu pun yang tersembunyi dari-NYA. Dan sesungguhnya seluruh makhluk bila dibandingkan dengan kekuasaan-NYA, hanyalah seperti satu ciptaan saja. (Shahih Tafsir  Ibnu Katsir V/84-85, pstk Ibnu. Katsir).

Sedangkan Mujahid tatkala menafsirkan firman ALLAH  ini bahwa perhitungannya amat cepat. (Shahih Tafsir  Ibnu Katsir V/85, pstk Ibnu. Katsir).

Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu, dia tidak mendapatinya sesuatu apa pun. Dan didapatinya ketetapan ALLAH di sisi-NYA, lalu ALLAH memberikan kepadanya perhitungan  amal-amalnya dengan cukup dan ALLAH sangat cepat perhitungan-NYA.” (Al-Quran, surat An-Nuur (24), ayat 39).

Inilah perumpamaan yang ALLAH Ta’ala buat untuk menggambarkan sosok orang-orang kafir yang menyeru kepada kekufuran dan mengajak kepada kesesatan. Mereka mengira bahwa segala amal baik dan keyakinan mereka akan mendapatkan balasan yang setimpal. Padahal kenyataannya, amal perbuatan dan keyakinan mereka itu tidak memiliki nilai sedikit pun, laksana fatamorgana di tanah yang luas dan membentang, yang dari kejauhan terlihat seperti laut yang sedang pasang. Maka bilamana orang yang sangat dahaga dan membutuhkan air melihat fatamorgana, niscaya ia akan menyangka bahwa bayang-2 semu itu adalah air.

Ia pun akan mendatanginya untuk minum. Namun ketika menghampirinya, ia tidak menemukan apa-apa. Demikian pula orang-2 yang beramal shalih tanpa ilmu (tidak sesuai syari’at dan tidak ikhlas), ia menyangka bahwa ia telah mengerjakan  suatu amal yang bermanfaat. Ia mengira bahwa ia telah menghasilkan banyak pahala. Namun ketika ia menghadap ALLAH di hari Kiamat kelak, dan amal perbuatannya di-hisab (dihitung), ternyata ia tidak menemukan apa-apa. Amal perbuatannya secara total tidak diterima, karena tidak tepat dengan aturan-aturan syari’at atau mungkin karena dilakukan secara  tidak ikhlas. (Shahih Tafsir  Ibnu Katsir VI/411-412, pstk Ibnu. Katsir).

Katakanlah : “Hai hamba-hamba-KU yang beriman, bertaqwalah kepada ROBB-mu.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi ALLAH itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Al-Quran, surat Az-Zumar (39), ayat 10).

Melalui ayat yang mulia ini, ALLAH Ta’ala memerintahkan hamba2-NYA yang beriman untuk terus menerus berada pada keta’atan dan ketaqwaan kepada-NYA.  Orang-orang yang berbuat kebaikan di dunia ini, akan memperoleh kebaikan, baik di dunia maupun di akherat. Dan Mujahid berkata, berhijrahlah di bumi ALLAH itu dan berjihadlah, serta jauhilah menyembah selain ALLAH. Imam al-Auza’i berkata, pahala untuk orang-orang yang sabar, tidak dibuat timbangan dan takaran bagi mereka, melainkan dituangkan tanpa ukuran, sedangkan As-Suddi berkata untuk orang-2 yang sabar adalah Surga. (Shahih Tafsir  Ibnu Katsir VII/720-721, pstk Ibnu. Katsir – Ath-Thabari XXI/269 – XXI/270).

Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya ALLAH amat cepat hisabnya.” (Al-Quran, surat Al-Mu’min (40 ), ayat 17).

Melalui ayat yang mulia ini, ALLAH Ta’ala memberitahukan tentang keadilan-NYA dalam memberi keputusan di antara makhluk-NYA, bahwasannya DIA tidak berbuat zhalim seberat biji sawi pun dalam perkara yang baik maupun yang buruk. Bahkan DIA membalas satu kebaikan dengan sepuluh kali kelipatannya, dan membalas keburukan dengan hanya satu balasan saja dan ALLAH Ta’ala menghisab semua makhluk sebagaimana DIA menghisab satu jiwa saja. (Shahih Tafsir  Ibnu Katsir VIII/20-21, pstk. Ibnu Katsir).

Disebutkan di dalam Shahiih Muslim dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, dari Rosululloh Shallallaahu ‘alaihi Wa Sallam, sebagaimana yang beliau sampaikan dari ROBB-nya (berupa hadits qudsi), bahwasannya DIA berfirman : “Wahai hamba-KU, sesungguhnya AKU telah mengharamkan kezhaliman atas diri-KU, dan AKU mengharamkannya atas kalian. Maka janganlah kalian saling menzhalimi.”  (Sampai firman-NYA),  “Wahai hamba2-KU, sesungguhnya itu semua adalah amal perbuatan kalian, AKU perhitungkan balasannya bagi kalian. Maka barangsiapa yang mendapatkan kebaikan, hendaklah ia memuji ALLAH Tabaaraka Wa Ta’ala, dan barangsiapa yang mendapatkan keburukan, maka janganlah ia mencela melainkan dirinya sendiri.” (HR. Imam Muslim IV/1994, No. 2577 –  Shahih Tafsir  Ibnu Katsir VIII/20-21, pstk Ibnu. Katsir)

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia mendengar Nabi Shallallaahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda : “Menjelang Kiamat kelak, Riba. Zina dan Khmr merajalela.” (HR. Ath-Thabrani dan para perawinya adalah para perawi ash-Shahiih).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, ia mendengar bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda : “Benar-benar Kiamat akan terjadi ketika pakaian ada diantara dua orang yang sedang transaksi jual-beli, tetapi keduanya tidak jadi bertransaksi dan tidak pula melipatnya. Benar-2 Kiamat akan terjadi saat seseorang pulang dengan membawa susu yang telah diperahnya, tetapi ia tidak jadi meminumnya. Benar-2 akan terjadi Kiamat saat seseorang memperbaiki kolamnya, tetapi ia tidak jadi mengisinya dengan air. Kiamat benar-2 akan terjadi saat seseorang mengangkat suapan makanannya ke mulutnya, tetapi ia tidak jadi memakannya.” (HR. Imam Bukhori No. 6506 – HR. Imam Ahmad – HR. Ibnu Hibban dalam Shahiihnya).

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, ia mendengar bahwa Rosululloh Shallallaahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda : “Jika umatku telah menghalalkan lima perkara, maka mereka tertimpa kehancuran : 1. Jika saling menghujat/melaknat telah merajalela, 2. Mereka minum Khmr, 3. Memakai Sutera, 4. Mengadakan biduan, dan 5. Laki-laki merasa cukup dengan laki-laki dan wanita dengan wanita.” (HR. Imam Al-Baihaqi)

Kaum muslimin yang dirahmati ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala, dalil2 tentang tanda2 Kiamat dan pasti terjadinya Kiamat banyak sekali di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah Nabi Shallallaahu ‘alaihi Wa Sallam yang shahih, maka hari Kiamat itu pasti terjadi dan tidak satu makhluk pun yang mengetahui tentang umur dunia ini karena itu merupakan rahasia ALLAH yang tidak akan diberitahukan kepada siapa pun dari makhluk-NYA dan hari Kiamat disebut hari Akhir, karena tidak ada hari lagi setelahnya dan itulah hari akhir perjalanan hidup seluruh manusia di muka bumi.

Bersambung ke Bagian III…