Bismillaahirrohmaanirrohiim

Assamu’alaikum Warohmatullaahi Wabarokatuh,

Segala puji hanya milik ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala, kita memuji, meminta pertolongan dan memohon pengampunan kepada-NYA, dan kita berlindung kepada ALLAH dari keburukan diri dan kejahatan amal perbuatan kita. Siapa yang diberi petunjuk, tidak akan ada yang dapat menyesatkannya, dan siapa yang disesatkan oleh-NYA, tidak akan ada pula yang dapat memberinya hidayah. Aku bersaksi tidak ada DZAT yang berhak diibadahi kecuali ALLAH, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu Rosululloh Shallallahu’Alaihi Wa Salam.

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala dengan sebenar-benar taqwa, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

Hai manusia, bertaqwalah kepada ROBB-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam) dan ALLAH ciptakan pasangannya (Hawa) dari dirinya (Adam), dan dari keduanya ALLAH memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertaqwalah kepada ALLAH yang dengan nama-NYA kamu saling meminta, dan peliharalah hubungan silaturahmi (kekeluargaan). Sesungguhnya ALLAH selalu menjaga dan mengawasimu.

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada ALLAH dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya ALLAH akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta’ati ALLAH dan Rosul-NYA, maka sungguh, dia telah menang dengan kemenangan yang besar.


Hari Kiamat

Datangnya hari Kiamat, maka tidak ada seorang pun yang mengetahui, baik Malaikat, Nabi, maupun Rosul. Masalah Ini adalah perkara yang ghaib dan hanya ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala sajalah yang mengetahuinya. Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat2 Al-Qur’an dan Hadits2 Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam yang shahih.

“Mereka bertanya kepadamu tentang Kiamat : ‘Kapankah terjadinya.’ Katakanlah : ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah pada sisi ROBB-ku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain DIA. Kiamat itu amat berat huru-haranya bagi makhluk yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah : “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah di sisi ALLAH, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Al-Quran, surat Al-A’raaf (7), ayat 187).

Ayat yang mulia ini turun karena kaum Quraisy bertanya kepada Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam tentang waktu Kiamat, karena menganggap mustahil terjadinya dan mendustakan keberadaannya, sebagaimana firman-NYA : “Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah; ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Berbangkit itu hanya di sisi ALLAH.’ Dan tahukah kamu wahai Muhammad, boleh jadi hari Berbangkit itu sudah dekat waktunya.” (Al-Quran, surat Al-Ahzaab (33), ayat 63).

Dan juga firman-NYA : “Mereka mengatakan, ‘Bilakah datangnya ancaman itu, jika kamu orang-orang yang benar’.” (Al-Quran, surat Yunus (10), ayat 48).

ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala memerintahkan kepada Rosul-NYA, bahwa jika ditanyakan tentang waktu Kiamat, beliau harus menjawab bahwa pengetahuan tentang itu ada di sisi ALLAH. Hanya ALLAH-lah yang bisa menjelaskan waktunya, yakni : mengetahui dengan jelas tentang perkara Kiamat dan kapan waktu terjadinya secara pasti. Tidak ada yang mengetahui hal itu, kecuali ALLAH. Karena itu ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman : “Kiamat itu amat berat huru-haranya bagi makhluk yang di langit dan di bumi.”  , menurut Ibnu Juraij maksudnya : “Jika Kiamat tiba, maka langit terbelah, bintang-bintang berjatuhan, matahari digulung, gunung-gunung dijalankan, dan apa yang difirmankan ALLAH telah terjadi. Kejadian tersebut merupakan suatu keadaan yang amat sangat berat. As-Suddi mengatakan : “Kiamat akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, pada saat manusia lengah.” (Shahih Tafsir  Ibnu Katsir III/746-747, pstk Ibnu. Katsir).

Dalam suatu riwayat, Malaikat Jibril ‘Alaihi Sallam mendatangi Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam  kemudian bertanya : “Kabarkanlah kepadaku, kapan terjadinya Kiamat ?” Kemudian Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam menjawab : “Orang yang ditanya, tidak lebih mengetahui daripada yang bertanya.” (HR. Imam Muslim No. 8,9 dan 10 – HR. Abu Dawud No. 4605, 4697 – HR. at-Tirmidzi No. 2610 – HR. Ibnu Majah No. No.63 – HR. Imam Ahmad I/52).

“Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling darinya.” (Al-Quran, surat Al-Anbiyaa’ (21), ayat 1).

Melalui ayat yang mulia ini ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala mengabarkan bahwa Kiamat sudah dekat, namun manusia masih dalam kelalaian terhadap hari Kiamat dimana mereka tidak melakukan perbuatan amal shalih dan tidak mempersiapkan dirinya di dunia untuk bekal di akherat. (Shahih Tafsir  Ibnu Katsir VI/2 -3, pstk Ibnu. Katsir).

“Ya ROBB kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari Kiamat).” (Al-Quran, surat Ibrahim (14), ayat 41).

Nabi Ibrahim memanjatkan doa kepada ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala sebelum ia berlepas dari ayahnya (memenuhi janjinya) yang ternyata dengan terang-terangan memusuhi ALLAH dan juga berdoa untuk orang mukmin seluruhnya, maksudnya pada hari perhitungan (hisab) terhadap amal perbuatan orang-2 mukmin yang pernah dilakukan oleh hamba2-MU. Pada hari itu perbuatan baik ENGKAU balas dengan kebaikan, dan yang jahat, ENGKAU balas dengan kejahatan pula. (Shahih Tafsir  Ibnu Katsir V/68-69, pstk Ibnu. Katsir).

Bersambung ke Bagian II…