Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Saat kita menginginkan sesuatu, saat kita membutuhkan sesuatu, sudah sepatutnya kita berdo’a kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala, bahkan di dalam Al-Qur’an, ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan kita untuk berdoa. Jika kita tidak berdo’a, maka kita dikategorikan sebagai orang yang sombong, karena kita tidak membutuhkan sesuatu.

Maka bersyukurlah jika sekarang hidup kita masih berkekurangan, itu tandanya kita masih membutuhkan hal lain untuk melengkapi hidup kita. Apa jadinya jika semua hal yang kita inginkan sudah kita dapatkan? Tentunya kita tidak akan pernah lagi berdo’a kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala.

Do’a merupakan permohonan atau permintaan kita atas sesuatu kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala. Tentu itu juga termasuk perintah ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala karena itu termasuk Ibadah bagi kita.

Namun terkadang dalam kondisi yang tidak memungkinkan bagi kita (yaitu kondisi di mana do’a kita belum dikabulkan oleh-Nya), kita kadang menyimpang dari konteks awal do’a tadi.

Do’a yang tadinya kita lakukan dengan cara memohon dan meminta, sekarang banyak sudah yang menyimpang. Ada orang yang sudah terus-terusan berdo’a namun tidak dikabulkan, orang tersebut malah tidak mau lagi untuk berdo’a, dengan alasan bahwa mereka sudah berdo’a tetapi tidak pernah dikabulkan.

Ada juga orang yang lebih parah dari sifat di atas, yaitu ‘menyuruh’ ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala untuk mengabulkan do’a kita. Mereka menyimpang dari konteks awal berdo’a, yaitu kita memohon kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala, kita sebagai hamba-Nya.

Namun kejadian itulah yang membuat kita khawatir akan itu, kita yang hanya seorang hamba dihadapan ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala, yang seharusnya memohon ampunan karena masih banyak berlumur dosa, kita yang seharusnya memohon ampunan karena terlalu dekatnya kita dengan maksiat, kita yang seharusnya bersyukur karena apa yang ALLAH beri itu lebih banyak daripada yang kita pinta, kita malah ‘menyuruh’ ALLAH untuk mengabulkan do’a kita.

Kita memaksa ALLAH untuk mengabulkan do’a kita. Memangnya kita ini siapa? Sudah pantas untuk menyuruh ALLAH untuk mengabulkan do’a. Astaghfirullah… Ya ALLAH maafkanlah kami Ya ALLAH atas sifat sombong kami, atas perlakuan yang tidak baik kepada-Mu.

Padahal jika kita mau berpikir lebih jauh, pastinya rencana ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala lebih baik dan lebih indah daripada apa yang kita harapkan, kita hanya tidak mengetahui bahwa segala sesuatu yang ALLAH pilihkan untuk kita adalah yang terbaik untuk kita, bukan yang paling bagus, bukan yang paling mewah, bukan yang paling spesial, tetapi yang paling baik untuk kita.

Kesimpulan
Mulailah untuk belajar berdo’a yang baik dan benar, karena kita sebenarnya masih belum sempurna. Mulailah untuk memposisikan diri kita sebagai hamba-Nya, yang banyak memohon dan berharap hanya kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala, dan memohon ampunlah kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala atas perlakuan sombong kita terdahulu kepada-Nya.

Hai hamba-hamba’Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya, Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya, Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S Az-Zumar, ayat 53)

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…