[Sharing Jum’at] Sakaratul Maut (Bagian I)

Judul Lengkap : Saat sakaratul maut dan apa yang terjadi di kubur? (Bagian II)

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Assamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,


Apa yang terjadi di kubur………?

ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala berfrman :

Kepada mereka dinampakkan Neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. Dikatakan kepada Malaikat, ‘Masukanlah Fir’aun dan kaumnya kedalam adzab yang sangat keras’.” (Al Quran, surat Al-Mukmin (40), ayat 46).

ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala mengabarkan bahwa sesungguhnya kepada ruh-ruh mereka akan ditampakkan Neraka tiap pagi dan petang, hingga hari Kiamat. Bilamana hari Kiamat telah datang, ruh dan jasad mereka bertemu di Neraka, karena itu ALLAH  berfirman : “Masukanlah Fir’aun dan kaumnya kedalam adzab yang sangat keras”, yaitu adzab yang paling pedih dan hukuman yang paling keras. Ayat ini merupakan dasar pokok dalam pengambilan dalil oleh ahlus sunnah mengenai adanya adzab barzakh di alam kubur, yakni pada ayat : “Kepada mereka dinampakkan Neraka pada pagi dan petang” (Shahih Tafsir Ibnu Katsir VIII/45-46-47, pstk Ibnu Katsir).

Ayat di atas juga senada dengan hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallaahu ‘anhuma, ia berkata Rosululloh Shallallaahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda bahwa : “Apabila salah seorang dari kamu telah meninggal dunia, maka diperlihatkan ALLAH Ta’ala kepadanya pagi dan petang tempatnya di Surga jika dia akan menjadi penduduk Surga, atau tempat di Neraka jika dia akan menjadi penduduk Neraka. Seraya dikatakan kepadanya, inilah tempatmu. Begitulah seterusnya hingga ALLAH membangkitkanmu pada hari Kiamat.” (HR. Shahih Imam Muslim IV/ No. 2443, hal 358).

Dalam suatu riwayat yang disingkat bahwa dari Aisyah radhiyallahu ‘Anha, ia berkata pada suatu hari, di tengah siang, Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam sambil berselimut baju, sedangkan kedua matanya memerah. Beliau menyeru dengan suara yang sangat tinggi, “Wahai sekalian manusia, fitnah-fitnah, kejadian-kejadian yang mengganggu kestabilan keimanan akan senantiasa menerpa kalian bagaikan potongan-potongan malam yang gelap, wahai sekalian manusia, sekiranya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa. Wahai sekalian manusia, mohonlah perlindungan kepada ALLAH dari adzab kubur. Sesungguhnya adzab kubur itu adalah nyata.” (Shahih Tafsir Ibnu Katsir VIII/45-46-47, pstk Ibnu Katsir –  HR. Imam Ahmad VI/81).

Dalam suatu riwayat singkat yang lain dikatakan Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Kemudian kami melalui beberapa malam, lalu Rosululloh Shallallahu ‘alaihi Wa Salam bersabda : “Ingatlah, bahwa kalian mendapatkan fitnah di dalam kubur.” Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Setelah itu, Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam selalu memohon perlindungan dari adzab kubur.” (HR. Imam Ahmad VI/248 – HR. Imam  Muslim I/410, No. 584 – Shahih Tafsir Ibnu Katsir VIII/48-49, pstk Ibnu Katsir).

ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala berfrman :

Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke Neraka dalam keadaan tunduk karena merasa terhina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu. Dan orang-orang yang beriman berkata, ‘Sesungguhnya orang-orang yang merugi ialah orang-orang yang kehilangan diri mereka sendiri dan kehilangan keluarga mereka pada hari Kiamat. Ingatlah sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu berada dalam adzab yang kekal” (Al Quran, surat Asy-Syuuraa (42), ayat 45).

Karena kemurkaan  ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala meliputi mereka disebabkan perbuatan buruk yang dahulu mereka lakukan, maka mereka dihadapkan ke Neraka. Mereka memandang ke arah Nereka itu dengan mencuri-curi pandang, sebab takut kepadanya, padahal mau tidak mau, apa yang mereka takutkan itu pasti akan menimpa mereka. Siksa itu lebih besar dari apa yang mereka perkirakan. Semoga ALLAH melindungi kita dari hal tersebut. Orang-orang beriman berkata ini kerugian yang sangat besar bagi mereka disebabkan perbuatan buruk yang dahulu mereka lakukan , mereka pergi menuju Neraka, sehingga hilanglah segala kelezatan bagi mereka di negeri keabadian. Mereka merugikan diri mereka sendiri dan dipisahkan dari kekasih, keluarga, sahabat, dan kerabat mereka. Mereka benar-benar kehilangan orang-orang itu dan mereka dalam adzab yang kekal, abadi selama-lamanya, tidak keluar darinya dan tidak ada tempat berlindung bagi mereka. (Shahih Tafsir Ibnu Katsir VIII/176-177, pstk Ibnu Katsir).

Dari Hani Maula ‘Utsman bin Affan’, ia mengatakan : Jika Utsman berdiri di atas kubur, maka ia menangis hingga jenggotnya basah. Namun jika dikatakan kepadanya, “Ingatlah Surga dan Neraka,” maka ia tidak menangis. Dan jika dikatakan kepadanya, “Ingatlah kubur,” maka ia menangis seraya mengatakan, “Aku mendengar Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam bersabda : “Kubur adalah persinggahan pertama dari persinggahan-persinggahan akhirat. Jika ia selamat darinya, maka setelahnya lebih mudah. Jika ia tidak selamat darinya, maka setelahnya lebih berat lagi.” Aku juga mendengar Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam bersabda : “Aku tidak melihat satu pemandangan pun kecuali kuburlah yang paling buruk darinya.” (HR. At-Tirmidzi)

Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia mengatakan bahwa Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam bersabda : “Apabila salah seorang di antara kalian meninggal, akan ditampakkan baginya tempat duduknya nanti, tiap pagi dan petang. Jika dia termasuk penghuni Surga maka diambilkan tempat duduk dari penghuni Surga, jika dia termasuk penghuni Neraka maka diambilkan tempat duduk dari penghuni Neraka. Kemudian dikatakan kepadanya : ‘Inilah tempat dudukmu.’ Tunggulah waktunya, hingga ALLAH membangkitkanmu menuju tempat duduk itu pada hari Kiamat.” (HR.Imam Ahmad – HR. Imam Muslim No. 2866 – HR. Imam Bukhori No. 1379 – Fat-hul Baari III/286).

Dari Abu Ayyub radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa, “Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam pernah keluar rumah sesudah maghrib, maka terdengar olehnya suatu suara. Kemudian beliau bersabda : ‘Itu suara orang Yahudi sedang disiksa dalam kuburnya’.” (HR. Imam Muslim IV/No. 2445, hal.357-358).

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam bersabda : “Apabila seseorang hamba telah diletakkan dalam kuburnya, para sahabatnya yang mengantarkan telah pulang, sesungguhnya dia mendengar bunyi terompah mereka, ketika itu datanglah kepadanya dua malaikat mendudukannya. Lalu keduanya bertanya, “Tahukah kamu siapa laki-laki ini (Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam)?” Kata Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam, “Kalau mayat itu mayat  seorang Mukmin, dia akan menjawab, aku menjadi saksi bahwa dia itu seorang hamba ALLAH dan Rosul-NYA.” Maka dikatakan kepadanya, “Lihatlah tempatmu yang sedianya di Neraka, tetapi ALLAH Ta’ala telah menggantinya dengan tempat di Surga.” Kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam bersabda : “Maka diperlihatkan kepadanya tempat itu kedua-duanya sekaligus.” (HR. Imam Muslim IV/No. 2446, hal.360)

Imam Bukhori telah meriwayatkan dari al-Bara bin Azib radhiyallahu anhu, bahwasannya Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam bersabda : “Apabila seorang muslim ditanya di dalam kubur nanti, maka ia bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali ALLAH, dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan ALLAH. Maka itulah firman ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala : “ALLAH meneguhkan iman orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, dan ALLAH menyesatkan orang-orang yang zhalim dan berbuat apa yang DIA kehendaki.Al Quran, surat Ibrahim (14), ayat 27. (HR. Imam Bukhori No. 4699 – HR. Imam Muslim IV/No. 2447, hal.360-361 – Fat-hul Baari VIII/229).-

Bersambung ke Bagian III…