Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Banyak orang berbangga hati ketika mereka di puji oleh orang lain, bahkan lebih berbangga hati jika di puji di depan umum atau dengan kata lain pujian tersebut harus ada saksi nya sehingga orang yang dipuji akan merasa bahwa hal yang sepantasnya dipuji itu disaksikan oleh orang banyak. Yang lebih parah lagi bahkan sampai ada orang yang memang hidup yang haus akan pujian, semasa hidupnya hanya butuh pujian dan pujian dari orang banyak. Yang jika tidak mendapat pujian, maka hidupnya tidaklah tenang.

Peristiwa di atas menggambarkan bahwa banyak orang hidup yang membutuhkan pujian untuk bangkit. Tidak salah jika kita menerima pujian hanya sekedarnya saja, tetapi akan menjadi sesuatu yang salah apabila kita menempatkan pujian itu melebihi apapun. Yang tadinya kita tidak membutuhkan pujian, sekarang kita sangat amat butuh pujian, bahkan sampai mengemis pujian. Subhanallah…

Seharusnya pujian tersebut tidak membuat kita semakin menyombongkan diri kita, seharusnya pujian tersebut apapun bentuknya tidak akan membuat kita terkesima, seharusnya pujian tersebut akan bersifat netral kepada hidup kita.

Di sisi lain, disaat orang lain dihujani berbagai macam pujian dari banyak sumber, ada orang yang mendapat hinaan, entah itu sindiran, caci maki, omelan, dan lainnya. Yang efek dari hinaan tersebut ujungnya bisa bermacam-macam, ada orang yang ketika di hina mereka malah menghina balik, ada yang ketika di hina menyimpan dendamnya untuk dibalaskan, ada yang menangis, ada yang ketakutan karena di hina, ada pula orang yang sabar ketika mereka di hina.

Entah apapun penyebabnya, hinaan menjadi bentuk kebiasaan yang terjadi di sekitar kita jika ada seseorang yang biasanya derajatnya merasa lebih tinggi melihat orang yang derajatnya lebih rendah (di mata mereka yang merasa derajatnya lebih tinggi). Dari situlah salah satu sumber hinaan berawal, dengan merasa derajatnya lebih tinggi, maka mereka dengan bebas bisa menghina orang yang menurutnya derajatnya lebih rendah.

Dengan banyak tujuan tentunya, ada yang ingin memuaskan hati, ada yang ingin membalaskan dendam (mungkin dulunya pernah di hina juga), ada yang ingin di lihat oleh orang banyak bahwa ia adalah orang yang berhak menghina, dan masih banyak lagi tujuan-tujuan hinaan lainnya yang seharusnya itu tidak pantas untuk dilakukan.

Sesungguhnya, pujian dan hinaan itu adalah sebuah ujian bagi kita, seberapa lalai-kah kita bila kita mendapat pujian? Dan seberapa sabar-kah kita bila kita mendapat hinaan?

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِي

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam

Kesimpulan

Jadikanlah Pujian dan Hinaan itu sama derajatnya di hati kita, Jika di puji, kita tidak sombong. Dan jika di hina, hal tersebut tidak menjadikan kita lemah

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…