Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Jujur, tadinya artikel ini tidak mau saya publish karena hanya akan menjelek-jelekkan suatu fenomena yang ada sekarang dan malah akan menimbulkan image “sok paling benar”, “sok suci”, “sok beriman” dan “sok sok” yang lainnya kepada saya yang datang dari mereka yang tersindir oleh artikel ini. Tetapi demi kebenaran, akhirnya saya beranikan untuk posting artikel ini. Karena kebenaran akan tetap kebenaran dan harus kita tegakkan apapun kondisi nya.

Artikel ini saya buat bukan untuk memberitahu bahwa saya benar dan Anda salah, atau Anda benar dan saya salah. Tetapi tujuan artikel ini dibuat adalah sebagai pengingat untuk diri masing-masing, terlebih bisa menjadi pengingat untuk keluarga kita dan orang lain di sekitar kita. Dan semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa di baca ulang jika memang kita berada pada jalur yang salah.

Tolong luangkanlah waktu untuk membaca artikel ini sekitar 10-20 menit, tutup semua tab di browser Anda, matikan musik yang Anda dengarkan, dan mulailah membaca artikel ini secara perlahan.


Banyak sudah fenomena-fenomena baru yang terjadi di sekitar kita tanpa kita sadari. Mungkin jika fenomena tersebut ada benarnya dan bisa memberikan solusi terhadap Islam, itu sangat wajar dan membantu. Tetapi jika fenomena terselubung tersebut malah menghancurkan Islam secara perlahan, ini adalah suatu pembantaian massal terhadap Umat Islam, terlebih yang di racuni oleh berbagai fenomena tersebut adalah Pemuda-Pemudi Islam, yang seharusnya menegakkan Syari’at Islam, membawa Islam untuk maju ke depan, bukan malah menghancurkan Islam secara perlahan dan secara diam-diam.

Apa sajakah fenomena-fenomena tersebut? dan Bagaimanakan fenomena-fenomena tersebut mampu masuk ke dalam keseharian kita? Sehingga kita menjadi terbiasa dengan adanya fenomena-fenomena yang hadir tersebut. Parahnya, fenomena-fenomena yang salah tersebut sekarang malah menjadi suatu trend tertentu di kalangan masyarakat Indonesia, dan pula dengan alasan trend tersebut, orang-orang yang tidak mengikuti tren tersebut justru akan dianggap salah oleh mereka yang sudah terjerumus fenomena-fenomena aneh tersebut.

Saat ini kita hidup dalam dunia yang bergerak cepat ke arah ketidakwarasan, bergerak menjauh dari kebenaran, bergerak menjauh dari ajaran ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala. Sehingga orang-orang yang waras (orang yang menyuarakan kebenaran) pada akhirnya dianggap tidak waras hanya karena mereka berada dalam kaum minoritas (sedikit jumlahnya). Kita berada pada zaman dimana Umat Islam betul-betul telah tercabut dari akarnya sehingga kita malah mengedepankan kaum-kaum dan ajaran barat daripada ajaran ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala.

Banyak sudah propaganda yang dilakukan Dunia Barat terhadap kita (para Pemuda-Pemudi Islam) yang secara halus masuk ke alam bawah sadar kita, tanpa kita sadari! yang secara perlahan namun pasti mampu menggoyahkan Iman Islam kita, yang secara diam-diam masuk melalui aktifitas keseharian kita. Sebagai contoh saja, trend pacaran yang booming di Indonesia saat ini, yang menghancurkan generasi-generasi muda-mudi Umat Islam, trend berpakaian yang tidak sesuai dengan ajaran Islam (Al-Qur’an dan Sunnah), bahkan saat ini yang sedang trend adalah dunia hiburan yang bertajuk islami, yang sebenarnya juga melenceng dari ajaran Islam.

Tentang bagaimana fenomena-fenomena (yang katanya trend) tersebut mampu menjadi kebiasaan di kalangan anak muda kita, itu saya tidak tahu pasti bagaimana bisa masuk ke tiap individu, tetapi yang terpenting adalah kita dengan sadar tahu akan fenomena-fenomena sesat tersebut dan bisa meninggalkan kebiasaan buruk tersebut. Yah minimal kita sadar lah bahwa itu buruk dan tidak sesuai dengan ajaran Islam. Tetapi alangkah lebih baiknya kalau kita menghindar dari itu semua dan mengingatkan kepada yang lain tentang fenomena-fenomena sesat ini.

Yang paling miris untuk dibanggakan adalah status agama Islam yang secara tidak sadar sebenarnya kita sedang menghancurkan agama kita sendiri dengan perbuatan yang justru jauh dari nilai-nilai keislaman kita. Di KTP (Kartu Tanda Penduduk), status agama kita adalah Islam, tetapi apa yang kita lakukan malah jauh jauh jauh dari ajaran Islam yang justru menjadi kebaikan bagi kita semua. Lantas apa makna tulisan “Agama : Islam” di KTP kita selama ini? Dan bagaimana jika saudara-saudari kita bertanya tentang agama kita, dan kita berkata “Islam”, namun justru kelakuan kita malah mencerminkan sifat sebaliknya? Astaghfirullah…

Malulah kita sebagai pemuda-pemudi Islam tetapi kita malah mencerminkan sifat-sifat yang jauh dari nilai Islam, malulah kita jika kita masih melakukan hal yang dilarang Islam dengan penuh kesadaran, malulah kita jika kita membanggakan Islam, tetapi kita malah menabung dosa. Malulah kita sebagai pemuda-pemudi Islam yang tidak bisa meneruskan generasi Islam berikutnya, jika generasi pemuda-pemudi ini hancur berantakan, maka bisa dipastikan generasi Islam berikutnya akan ikut hancur, yang akan berujung kepada kehancuran Islam. Astaghfirullah… Maafkanlah kami Ya ALLAH.

Sebenarnya Propaganda fenomena-fenomena yang saya sebutkan di atas, yang asalnya dari Dunia Barat sana. Yang mayoritas adalah Yahudi dan Nasrani memang sengaja membuat propaganda tersebut untuk membuat kita (Umat Islam) menjauhkan ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala dari kehidupan kita menjauhkan kita dari tujuan hidup kita, yaitu beribadah kepada-Nya. Tentang hal ini, ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 120, yang artinya:

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

Dari Kitab Tafsir Ibnu Katsir Juz 1, Surat Al-Baqarah ayat 120, pada ayat ini menjelaskan bahwa :

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka”

Ibnu Jarir mengatakan : “Yang dimaksud dengan firman-Nya itu adalah: ‘Hai Muhammad, orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela kepadamu selamanya, karena itu tidak usah lagi kau cari hal yang dapat menjadikan mereka rela dan sejalan dengan mereka. Akan tetapi arahkan perhatianmu untuk mencapai ridha Allah dengan mengajak mereka kepada kebenaran yang kamu diutus dengannya.'”

“Katakanlah: ‘Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)'”

Artinya : “Katakanlah, wahai Muhammad, sesungguhnya petunjuk Allah yang Dia telah mengutusku dengannya adalah petunjuk yang sebenarnya, yaitu agama yang lurus, benar, sempurna, dan menyeluruh.”

“Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”

Dalam ayat tersebut terdapat ancaman larangan keras bagi umat yang mengikuti cara-cara orang Yahudi dan Nasrani setelah umat ini mengetahui isi Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kita memohon perlindungan kepada Allah dari hal itu. Khithab (sasaran pembicaraan) dalam ayat ini ditujukan kepada Rasulullah, tetapi perintahnya ditujukan kepada umatnya.

Yang perlu kita lakukan sekarang adalah sadar sepenuhnya bahwa banyak sekali di luaran sana Propaganda yang sengaja mereka buat demi tujuan yang salah satunya sudah di jelaskan di atas tadi. Sadar bahwa sebenarnya kita sedang dituntun oleh mereka menuju kesesatan, menjauhi ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala (atau menyekutukan ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala). Menyekutukan ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala berarti kita telah melenceng jauh dari Syahadat kita sebagai Muslim. Padahal kita telah bersyahadat bahwa tidak ada yang patut di sembah melainkan ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala.

أشهد ان لا اله الاالله و اشهد ان محمدا رسول الله

“Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah (sesembahan) melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah”

Teruskanlah membaca jika dirasa artikel ini memang menyadarkan kita bahwa selama ini kita berada di jalan yang salah. Namun jika dirasa artikel ini hanya artikel yang tidak penting, silahkan tutup halaman ini.

Wealth, Throne, and Woman
Jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia, sub judul diatas berarti “Kekayaan, Tahta, dan Wanita” yang menjadi penghancur utama pada pemuda-pemudi Islam, yang menjadi cikal bakal kehancuran para generasi muda Islam. 3 hal yang menjadi dasar kehancuran pemuda-pemudi Islam yang sekarang menyebar luas menjadikan istilah tersebut sebagai trend baru yang harus di ikuti.

Kekayaan mampu melupakan tujuan utama kita dalam mencari rezeki yang Halalan Toyyiban, kekayaan mampu membuat kita serakah dan lebih cinta kepada dunia semata. Kekayaan lah sekarang yang menjadi tolak ukur suatu keberhasilan, bukan seberapa bermanfaat kita bagi orang lain, bukan seberapa sering kita mengucap Dzikir kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala. Bukan tidak boleh untuk kaya. Boleh saja kaya, tetapi jika kita salah dalam menempatkan “kaya” tersebut di hati kita, semuanya hanya akan menjadi fana, tidak ada habisnya, tidak akan pernah cukup. Setiap orang berlomba-lomba menuju kekayaan yang ujungnya tidak akan pernah habis, yang tidak akan memberikan rasa puas di hati, yang ujungnya adalah menghalalkan segala cara untuk menjadi kaya, yang melegalkan hal-hal haram untuk menjadi kaya. Itulah fenomena kekayaan yang meracuni kaum generasi muda Islam saat ini.

Tahta juga merupakan sebuah sesuatu yang fana, yang tidak ada habisnya, yang semakin di kejar semakin tidak memberikan ketenangan, tidak memberikan rasa puas di hati. Trend saat ini kan setiap orang harus menduduki posisi tertinggi dalam suatu perusahaan, jika tidak maka akan ada rasa gengsi di hati, jika tidak maka dianggap tidak keren.

Yang lebih ironisnya lagi adalah menghalalkan segala cara apapun untuk merebut suatu tahta atau jabatan yang ada, rela menghambur-hamburkan uang demi sebuah jabatan, rela melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran Islam untuk mendapatkan sesuatu tahta atau jabatan. Astaghfirullah…

Wanita selalu saja menjadi perbincangan favorit di setiap sesi apapun itu. Inilah yang menjadi fenomena-fenomena yang sekarang sedang booming. Banyak perusahaan di luaran sana yang menonjolkan sosok wanita nya daripada Pria. Ini dimaksudkan agar banyak para kaum pria tertarik dan terpesona melihat wanita yang di desain oleh perusahaan tersebut. Banyak Wanita yang rela  mempercantik dirinya yang justru melenceng jauh dari ajaran Islam. Tidak sedikit juga pria yang tertipu dengan kecantikan wanita yang ujung-ujungnya itu sebenarnya adalah tipu daya syaitan, tidak banyak pria yang akhirnya terjerumus berbuat maksiat, terjerumus fintah yang tidak benar karena wanita.

Rasulullah SAW bersabda :

Tidaklah aku meninggalkan suatu fitnah setelahku yang lebih dahsyat bagi kaum laki-laki melebihi fitnah wanita” (HR. Bukhari, no. 4706)

3 hal di atas lah yang sekarang sedang marak terjadi di negara kita, dimana populasi terbesarnya dipegang oleh Umat Islam, yang ternyata menjadi sasaran empuk kaum Yahudi dan Nasrani dalam menjauhkan aqidah Umat Islam yang terlebih khususnya adalah kaum generasi muda, untuk memalingkan wajah kita dari ajaran ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala.

Jika kita saat ini sadar bahwa selama ini kita di iming-imingi propaganda dunia yang mengasyikan tersebut oleh mereka, maka sekarang kita bisa dikategorikan sebagai orang yang sesat, karena kita telah memalingkan pandangan agama kita menjadi pandangan agama mereka yang sebenarnya itu menyimpang jauh dari apa yang telah diperintahkan oleh ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala. Ingatlah bahwa orang yang diberi petunjuk oleh ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala maka orang tersebut akan mendapat petunjuk oleh-Nya, begitupun sebaliknya.

ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Kahfi ayat 17, yang artinya :

Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.

ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman dalam Surat Al-A’raf ayat 186, yang artinya :

Barang siapa yang Allah sesatkan, maka baginya tak ada orang yang akan memberi petunjuk. Dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.

ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman dalam Surat Az-Zumar ayat 36-37, yang artinya :

Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya. Dan mereka mempertakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah? Dan siapa yang disesatkan Allah, maka tidak seorang pun pemberi petunjuk baginya.

Dan barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Perkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengazab?

Fun! Fun! Fun!
Dunia hiburan kali ini sudah mulai meluas, sudah mulai berkembang dari waktu ke waktu seiring zaman yang telah berganti ini. Tetapi dengan berkembangnya zaman ini, Dunia hiburan sekarang semakin melenceng saja dari nilai-nilai Islam yang semestinya diterapkan oleh kita semua.

Sebagai contoh saja, acara Tabligh Akbar yang diadakan oleh beberapa media-media televisi ternama menghadirkan ceramah agama Islam, tetapi juga memuat unsur “Fun” yang di dalamnya terdapat banyak hal yang melenceng jauh dari ajaran Islam. Acara tersebut tentunya akan lebih baik jika dibuat khusus untuk membahas tausiyah tentang agama Islam, bukan mencampuradukkan Tabligh Akbar dengan acara musik, dengan acara panggung hiburan. Padahal Rasulullah SAW tidak mencontohkan berdakwah dengan cara tersebut. Tentunya cara Rasulullah dalam berdakwah itu lebih baik ketimbang berdakwah lewat acara Tabligh Akbar seperti yang kita bisa lihat di televisi sekarang.

Belum lagi banyaknya acara di televisi yang mencampuradukkan dakwah Ustadz, tetapi setelahnya latar belakang acara tersebut mempertontonkan aurat dengan gratisnya melalui media televisi. Isi dakwah pun lenyap, dosa pun di dapat. Astaghfirullah…

Saya pernah melihat di televisi, konser musik yang diadakan pada waktu Adzan Magrhib secara langsung, dan penyanyi nya adalah penyanyi yang melantunkan lagu islami! Yang lebih parahnya lagi waktu itu, di televisi tersebut saya melihat banyak sekali wanita-wanita berkerudung yang pada saat Adzan Maghrib berkumandang, malah dengan asyiknya mendengarkan konser tersebut dan seolah-olah lupa dengan panggilan ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala.

Sungguh memang dunia hiburan saat ini sudah mulai masuk ke berbagai sektor, terutama sektor Islam. Yang jika dilihat sekarang hal tersebut dianggap “wajarlah namanya juga hiburan”. Apakah ini yang bisa kita banggakan dari kaum generasi muda Islam? Lantas bagaimana masa depan Islam jika generasi muda nya sekarang saja seperti ini? Wallahu a’lam

Belum lagi jika kita perhatikan sekarang, dakwah Islam yang dibalut dengan adanya hiburan. Yang dimaksud di sini adalah, berdakwah sambil melawak, tertawa sampai terbahak-bahak. Ini salah satu perlakuan yang sangat menyimpang dari ajaran Islam. Padahal bukan begitu dakwah yang di ajarkan Rasulullah SAW. Sungguh zaman ini sudah berbeda dengan zaman sebelumnya.

Fashion! Fashion! Fashion!
Wabah fashion zaman sekarang sudah melesat jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, bahkan sekarang dunia fashion adalah dunia yang wajib di ikuti bagi para penikmat fashion. Jika tertinggal dengan suatu model tertentu, maka mereka merupakan orang yang tertinggal yang akan di cap “ga gaul”,  “ga keren” dan “ga ngikutin perkembangan zaman”. Sudah separah itu kah dunia fashion?  Sampai-sampai tidak hanya kaum Non Islam yang beramai-ramai menyuarakan model fashion, tetapi kaum Islam pun ikut mengupdate dunia fashion, dan terlebih yang sedang marak sekarang adalah busana fashion model Islami, yang kebenarannya masih diragukan oleh beberapa orang.

Fashion telah melesat jauh dengan bantuan berbagai media, salah satu media yang paling berpengaruh adalah televisi. Dengan televisi, fashion model terbaru sekalipun dapat kita nikmati langsung tanpa kita harus pergi ke tempat yang ada di televisi tersebut. Contohlah Paris yang bagi sebagian besar adalah kiblat fashion seluruh orang yang mengagumkan fashion, sekalinya Paris me-rilis suatu model fashion terbaru, maka dengan cepat model tersebut mengalir melalui media dan bisa di nikmati oleh seluruh dunia dalam waktu sekejap saja.

Ketiga Propaganda Utama, yaitu Food (makanan), Fashion (berpakaian), dan Fun (kesenangan) zaman sekarang memang sudah  dianggap suatu hal yang wajar bagi para penikmat ajaran yang salah, terkhusus pada Fashion dan Fun. Dunia barat terus aja menggembor-gemborkan konsep fashion terbaru yang harus diikuti oleh para pemuda-pemudi Islam, yang akhirnya hanya akan berujung kepada ketidakpedean jika kita menerapkan cara berpakaian kita yang sesuai dengan ajaran ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala.

Banyak sudah sekarang para pemuda yang malu mengenakan pakaian muslim untuk pergi ke masjid, takut nanti di bilang “ga gaul” oleh kebanyakan orang. Malahan sebaliknya, banyak dari para pemuda yang merasa kalau mereka tidak membeli baju baru yang sedang ngetrend maka mereka akan ketinggalan zaman. Sungguh nilai keislaman yang sudah dicabut oleh dunia barat secara paksa, namun perlahan, tetapi pasti. Belum lagi kaum pemudi (wanita) yang dengan gampangnya terpengaruh stlye-style model baju terbaru di pusat perbelanjaan, dan juga terpengaruh iklan di media televisi. Tidak hanya itu, zaman sekarang pun sedang ngetrend kerudung yang selalu berbeda gaya nya, dari berbagai macam warna, sampai berbagai macam model.

Dari situlah konsep berbusana yang sesuai dengan ajaran Islam mulai di tinggalkan secara perlahan, dengan menempatkan embel-embel “fashion” maka, mereka memaksa secara halus kepada kita semua bahwa landasan dan tolak ukur untuk berbusana zaman sekarang adalah fashion! bukan lagi Al-Qur’an dan Hadist. Astagfirullah….

Dengan demikian, kita tetap berstatus Islam, namu perilaku dan tingkah kita semakin lama akan semakin dijauhkan oleh mereka, niat suci kita akan dihapus oleh mereka dan digantikan dengan yang lebih “keren”, lebih “stylish”, lebih “fashionable”. Dengan alasan, “kalau kamu ga ikutin fashion ini, kamu bakal ketinggalan zaman”, “kamu sih ga gaul, ikutin dong fashion model terbaru kita”, dan bermacam-macam embel-embel melali sublimal message yang akan masuk ke alam bawah sadar kita tanpa kita sadari, yang lama-lama akan menjadi habits.

Belum lagi jika dunia hiburan dan fashion dicampuradukkan, maka kita akan melihat banyaknya para lelaki yang berpakaian menyerupai wanita, malah bahkan kita tidak sadar bahwa sebenarnya itu adalah lelaki. Dan begitu juga sebaliknya, wanita yang berpakaian ketat menyerupai lelaki, berpakaian yang diluar konteks yang diajarkan oleh Islam. Dan atas nama dunia hiburan, fenomena-fenomena tersebut dianggap wajar, “wajarlah, namanya juga hiburan”. Dari bisikan itulah kata “wajar” akan terdengar oleh banyak orang, yang akan diimplementasikan ke kehidupan nyata.

Yang akhirnya sekarang bisa kita lihat didunia nyata, implementasi dari apa yang ada di media televisi mampu menularkan kebiasaannya kepada lingkungan sekitar kita. Muncul banyak waria, banyak wanita yang memakai pakaian ketat, dan masih banyak lagi habits buruk yang tersimpan di memori otak kita.

Dari Ibnu Abbas dia berkata :

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat para laki-laki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai laki-laki” (H.R Bukhari, no. 5436)

Kesimpulan
Dari banyak fenomena-fenomena yang hadir dari Dunia Barat, membuat kita merenungi status kita sekarang, implementasi hidup kita sekarang, amalan hidup kita sekarang. Sudah sesuaikan dengan ajaran Islam dan Rasulullah SAW? Ataukah kita malah terjebak dalam fenomena-fenomena tersebut?

ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala berfirman pada Surat Al-Kahfi ayat 28, yang artinya :

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.

Jika kita memang sedang terjebak oleh fenomena-fenomena tersebut, alangkah baiknya jika kita memohon ampun kepada ALLAH  Subhanahu Wa Ta’ala dan memohon diberi petunjuk menuju jalan yang benar. Karena hanya kepada-Nya lah kita memohon ampun, dan memohon petunjuk.Perlahan namun pasti, kita harus bisa terlepas dari jebakan-jebakan tersebut, dan mulailah untuk selalu taat pada perintah ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala.

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang senantiasa diberikan petunjuk oleh ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala dan tetap pada jalur yang lurus serta tetap berada di jalur kebenaran. Berdoalah kepada-Nya agar kita tetap diberikan kemampuan untuk menyerukan kebenaran yang bersumber dari ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin…

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman (Q.S. Al-Imran 139)

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…


Referensi

Al-Qur’an

Hadist Imam Bukhari

Tafsir Ibnu Katsir