Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Setiap orang dapat dengan bebas mendefinisikan arti sukses untuk hidupnya, setiap orang punya caranya masing-masing untuk mengartikan apa arti sukses baginya. Bahkan ada beberapa banyak orang yang konsep pemikiran tentang suksesnya dijadikan pondasi berfikir oleh orang lain, dijadikan standar sukses, dijadikan parameter kesuksesan oleh banyak orang. Ini tentunya tidaklah salah, sah-sah saja, setiap orang punya pemikirannya masing-masing.

Anda pun bisa dapat dengan mudah mendefinisikan sukses dengan arti yang Anda inginkan, seperti “kesuksesan adalah saat kita bisa mendapatkan uang sebanyak XX miliar”, “kesuksesan adalah saat saya punya 2 mobil, rumah dengan luas XX meter, punya uang yang banyak”. Ini juga tidak salah

Tapi bagi saya, arti sukses yang dibuat tersebut tidak dibuat dengan memperhatikan kondisi awal kita, sehingga dalam kasusnya banyak orang yang tidak pernah sukses, berhenti di tengah jalan kesuksesannya. Yang pada akhirnya mereka dengan sendirinya mengubur impiannya karena ulah mereka sendiri. Inilah yang disebut Doktrin Sukses.

Doktrin sukses yang kita tahu sekarang banyak muncul di kalangan orang-orang kaya, yang mendefinisikan bahwa sukses itu adalah kaya, sukses itu adalah punya harta banyak, punya harta berlimpah dan tidak pernah kekurangan sedikitpun. Tetapi pada saat itu, doktrin sukses tersebut tidak bisa diaplikasikan kepada orang lain, hanya kepada orang-orang tertentu saja, yang “darisana nya” sudah kaya (banyak uang).

Karena doktrin itulah banyak orang yang kecewa dengan impiannya yang belum berhasil mereka raih, banyak orang yang mengubur dalam-dalam impiannya yang telah mereka bangun, banyak orang yang berhenti di tengah jalan lantaran merasa tidak layak untuk sukses, sehingga mereka melupakan hal penting dalam proses menuju kesuksesan.

Kita semua sepakat bahwa inti dari kesuksesan adalah kita bisa hidup lebih baik dari kondisi sebelumnya, bukankah begitu? Belum pernah ada orang yang mendefinisikan sukses sebagai langkah mundur, justru sukses itu malah sebaliknya, yang intinya kita mau hidup kita bisa lebih baik dari sebelumnya, entah itu dari segi finansial, kesehatan, karir, dan sebagainya.

Tapi terkadang arti kesuksesan tersebut banyak yang salah mengartikannya, banyak yang tidak menyadarinya. Bahwa sebenarnya kesuksesan yang sebenarnya bisa kita raih dengan cara melihat ke dalam diri sendiri atas apa yang sudah kita dapatkan pada saat ini. Atas apa yang telah ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala berikan kepada kita saat ini. Dan bersyukurlah langkah awal untuk benar-benar menuju kesuksesan.

Bolehlah kita mempunyai target kesuksesan, tetapi alangkah baiknya kita tidak mendewakan kesuksesan tersebut (Doktrin Sukses), yang akhirnya kita lupa bersyukur atas apa yang telah kita dapatkan. Untuk bisa menggapai sukses yang besar, diperlukan sukses-sukses kecil, dan saat sukses-sukses kecil itu datang, syukurilah dengan penuh kegembiraan. Dengan begitu ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala akan menambahkan nikmat kepada kita dengan menghadirkan sukses yang lebih besar.

Tetapi apa jadinya jika kita terkena penyakit doktrin sukses tadi? Kita akan mendewakan kesuksesan, kita akan mati-matian mengejar kesuksesan tersebut yang pada akhirnya melupakan rasa syukur kita terhadap ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala. bukankah kesuksesan kita akan jauh lebih berharga jika dimulai dengan rasa syukur kita?.

Kesuksesan sejati adalah saat kita terlahir ke dunia ini, saat itulah kita sudah sukses. Saat kita sudah melewati masa anak-anak, saat itulah kita sudah sukses. Saat kita berhasil melawan rasa amarah kita, saat itulah kita sudah sukses. Saat kita sudah bersyukur atas segala hal kecil yang sudah kita dapat, saat itulah kita sudah sukses.

Berhati-hatilah dengan doktrin sukses, karena itu bisa menghancurkan kita, dan bisa pula memberikan kita semangat. Dan jangan lupakan syukur kita terhadap-Nya, dengan begitu kesuksesan kita nanti akan jauh-jauh lebih berkah dan diridhai oleh-Nya.

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillahirabbil’alamiin…