Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Jika dalam artikel sebelumnya saya membahas tentang Pola Hidup Sehat yang sebenarnya kita bisa sehat tanpa perlu mengkonsumsi obat-obatan modern seperti sekarang (walaupun obat memang dapat membantu kita untuk sembuh dalam keadaan darurat), bahkan jika kita sendiri memberi asupan gizi dan nutrisi yang cukup untuk tubuh kita, sakit yang memang kita alami akan sembuh dengan sendirinya, karena tubuh kita diberi kemampuan Self Healing oleh ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala.

Maka dalam artikel kali ini saya akan sedikit memberikan suatu pemahaman awal yang sebenarnya cukup menghantarkan Anda menuju sehat, saya sudah buktikan teori-teori yang sebentar lagi saya akan berikan kepada Anda, Alhamdulillah dengan mengikuti dasar-dasar ilmu kesehatan yang saya dapatkan dari sebuah buku berjudul The Miracle of Enzyme ini, kesehatan saya berangsur membaik. Walaupun masih jauh dari kesempurnaan, yang terpenting adalah kita tetap melaksanakan sesuatu tersebut hingga mendekati sempurna.

Enzim
Tahukah Anda bahwa di dalam tubuh kita ini ada suatu unsur yang sangat penting bagi tubuh kita, unsur tersebut adalah ENZIM. Enzim bisa juga di bilang sebagai sebuah katalis protein yang dibentuk di dalam sel makhluk hidup. Dimanapun terdapat kehidupan, pada tumbuhan maupun hewan, enzim akan selalu ada.

Faktanya, lebih dari 5.000 jenis enzim diciptakan oleh sel tubuh kita, selain itu kita juga memproduksi enzim menggunakan enzim yang terdapat di dalam makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Setiap enzim mempunyai tugas khususnya masing-masing. Sebagai contoh, enzim amilase yang terdapat pada air liur (air ludah) hanya bertugas untuk bereaksi terhadap karbohidrat. Makanan yang mengandung lemak dan protein juga dicerna oleh enzim yang masing-masing berbeda. Gerak tubuh pun, semua aktivitas tubuh untuk bergerak memerlukan enzim juga.

Dan, sebenarnya ada suatu enzim yang belum memiliki tugas spesial seperti yang saya sebutkan di atas, enzim tersebut adalah enzim pangkal. Enzim ini belum diubah menjadi enzim spesial yang melakukan tugasnya, yang bereaksi terhadap suatu kebutuhan tertentu. Oleh karena itu enzim ini bisa dibilang enzim pangkal, karena memang masih belum terspesialisasi. Enzim pangkal ini berpotensi menjadi enzim jenis apapun (enzim yang terspesialisasi). Enzim bisa kita dapat dengan makanan-makanan yang kaya akan enzim ataupun yang dibuat di dalam tubuh oleh bakteri di dalam usus.

Menurut Dr. Edward Howell, “Pada saat enzim di tubuh telah habis, hidup tubuh itu pun berakhir”, mungkin pendapat Dr. Edward Howell bisa diperjelas menjadi seperti ini, “intinya di tubuh kita terdapat enzim pangkal dan enzim spesialisasi, jika enzim tersebut telah habis, maka bisa di bilang hidup kita pun berakhir (meninggal)“. Mungkin itulah inti dari perkataan Dr. Edward Howell.

Menurut Dr. Hiromi Shinya, “Kesehatan kita bergantung pada sebaik apa kita menghemat enzim di tubuh kita, bukan menguras enzim pangkal kita“. Pendapat Dr. Hiromi Shinya tersebut mendukung teori dari Dr. Edward Howell, yang intinya jika kita ingin sehat, kita seharusnya menjaga cadangan enzim pangkal kita dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak enzim untuk asupan ke tubuh kita.

Sebaliknya, jika makanan yang kita makan itu adalah makanan yang miskin enzim, maka tubuh hanya akan menguras banyak enzim untuk mengurai makanan tersebut. Karena setiap mengurai makanan, tubuh mengeluarkan enzim, terlebih jika makanan yang dimakan sulit di cerna, tubuh akan mengeluarkan banyak enzim, atau bahkan enzim pangkal akan terkuras habis. Atau dengan kata lain, jika enzim pangkal terkuras habis, maka Anda akan mengerti sendiri apa jawabannya.

Mengunyah makanan juga salah satu cara untuk menghemat kerja enzim, semakin kita mengunyah makanan lebih lama, maka tubuh akan dengan cepat menyerap makanan yang masuk. Sebaliknya, jika kita dengan asal saja mengunyah, maka ketika makanan tersebut sampai di lambung dan usus, tubuh akan kesulitan mencerna makanan tersebut, yang artinya tubuh akan mengeluarkan banyak enzim untuk memproses makanan yang masuk ke tubuh kita. Oleh karena itulah sangat penting untuk mengunyah setiap suapan yang masuk ke mulut kita hingga 30X kunyahan (minimal), apalagi jika kita seiring mengkonsumsi daging, ini justru kunyahannya harus lebih dari 30X, yaitu sekitar 70-80X kunyahan.

Sampai di sini sudah mengerti? Semoga Anda sudah mengerti betapa pentingnya enzim bagi kesehatan dan keberlangsungan tubuh kita. Lebih lengkanya Anda bisa baca bukunya Dr. Hiromi Shinya yang berjudul The Miracle of Enzyme.

Ritme (Siklus) Sirkadian
Setiap manusia memiliki jam biologis yang berbeda setiap orangnya, sebagai contoh jam biologis bayi dengan jam biologis kita yang sudah dewasa, tentu nya akan sangat berbeda. Pada manusia, jam biologis ini dikontrol oleh tubuh dengan memperhatikan faktor lingkungan (contoh: cahaya, kegelapan, gelombang elektromagnetik). Bentuk jam biologis  yang paling umum adalah Ritme Sirkadian (Siklus Sirkadian) yang melengkapi siklus selama 24 jam.

Secara umum, Ritme Sirkadian (Siklus Sirkadian) terbagi menjadi 3 waktu, yaitu Pagi, Siang, dan Malam.

Pagi: Siklus ini terjadi pada saat jam biologis manusia menujukkan waktu sekitar jam 4 (Subuh) sampai jam 11 (siang) atau sampai waktu nya makan siang. Tentunya jam biologis ini akan berbeda setiap orangnya, tetapi pada dasarnya, tidak akan jauh dari waktu tersebut. Misalkan jika ada orang yang bangun jam 6 pagi, maka Siklus Pagi nya adalah dari mulai jam 6 pagi sampai pada saat jam makan siang nya.

Pada saat Siklus ini, yang terjadi adalah tubuh melakukan pembuangan sisa-sisa zat makanan yang tidak diperlukan oleh tubuh, yaitu akumulasi dari apa yang telah kita makan dan minum (hari kemarin), maka pada saat siklus ini, tubuh membuangnya melalui  ekskresi, melalui keringat, dan melalui media lainnya.

Maka, pada saat proses pembuangan ini, tubuh perlu banyak energi untuk membuangnya, oleh karena itu disarankan untuk kita memakan makanan yang mudah di cerna oleh tubuh serta makanan yang kaya akan enzim. Contohnya adalah Buah Segar. Sarapan seperti Bubur Ayam, Lontong Sayur, Nasi Goreng, sesungguhnya tidak baik untuk tubuh, karena hanya akan menaikkan gula darah di tubuh, serta memperparah proses kerja tubuh.

Logikanya simpel saja, saat tubuh sedang butuh energi (enzim salah satu energi untuk melakukan pembuangan tersebut), kita seharusnya memberikan asupan enzim yang lebih sebagai energi untuk tubuh dalam melakukan tugasnya, bukan memperparah kerja tubuh dengan sarapan-sarapan yang berat.

Disarankan pada siklus pertama ini untuk memakan buah-buahan segar yang belum di potong sebelumnya, atau buah yang tidak terkena udara dalam waktu kurang dari 15 menit, karena jika buah terkena udara langsung, maka enzim yang akan ada pada buah akan teroksidasi, sehingga enzim yang ada pada buah akan perlahan hilang.

Makanlah buah sampai waktu nya makan siang, makan 1 buah-buahan segar setelah bangun tidur, lalu jika Anda lapar di tengah-tengah siklus pertama ini, makanlah buah lagi, karena sifat buah adalah cepat di serap oleh tubuh, juga cepat mengenyangkan, tetapi juga cepat lapar. Oleh karena itu intinya pada siklus pertama ini, Buah adalah asupan terbaik bagi tubuh.

Siang: Siklus ini terjadi pada saat jam biologis manusia menunjukkan waktu sekitar jam 11 (siang) atau jam makan siang, sampai sekitar jam 8 malam (batas makan malam). Saat siklus ini terjadi, tubuh bisa dengan bebas menerima asupan makanan yang masuk ke tubuh, tentunya sebebas apapun makanannya, tidak disarankan untuk tetap makan-makanan yang terlalu berat.

Pada siklus ini, tubuh menerima 2X asupan makan, yaitu pada saat siang hari, dan pada saat malam hari. Tidak disarankan untuk makan malam di atas jam 8 malam, atau 3-4 jam sebelum tidur. Karena dikhawatirkan makanan yang masuk tidak akan di proses di siklus sesudahnya.

Untuk siklus ini, dan bagaimana cara makan pada siklus kedua ini, akan saya bahas pada postingan selanjutnya tentang bagaimana memadupadankan makanan yang kita makan.

Malam: Siklus ini terjadi pada saat jam biologis manusia menunjukkan waktu sekitar jam 8 (malam) sampai masuknya siklus pertama (jam 4 subuh atau jam terbangun nya kita). Yang terjadi pada siklus ini adalah tubuh memproses apa yang masuk ke dalam tubuh yang sudah kita makan tadi pada saat siklus kedua tadi.

Oleh karena itu, pada siklus ini, ALLAHSubhanahu Wa Ta’alamendesain tubuh kita untuk istirahat, ini dikarenakan tubuh akan memproses makanan yang masuk pada siklus kedua tadi. Disarankan untuk tidur lebih awal, agar tidak mengganggu waktu pemrosesan makanan yang dilakukan oleh tubuh kita.

Itulah tadi secara singkat penjelasan tentang Siklus Sirkadian yang akan terjadi terus menerus setiap harinya tanpa pernah berhenti sampai kita meninggal nanti. Hehehe

Jika kita benar-benar mengetahui bahwa tubuh kita memang membutuhkan banyak energi untuk tetap sehat, kita tentunya tidak akan mengizinkan tubuh kita untuk memproses makanan-makanan yang aneh-aneh, yang ujung-ujungnya hanya akan membuat tubuh kita kesulitan mencerna makanan yang masuk. Yang pada akhirnya akan menguras enzim pangkal kita.

Saya percaya dengan menghemat cadangan enzim pangkal kita, kita akan jauh lebih sehat dari sebelumnya, dan menyimpan banyak cadangan enzim untuk dipakai di kemudian hari tua nanti. Sebaliknya jika kita dengan sering menguras enzim cadangan kita, terlebih sering makan-makanan yang tidak bergizi. Maka bisa dipastikan kita tidak punya cadangan enzim untuk hidup dikemudian hari.

Itulah sebabnya banyak penyakit baru bermunculan saat ini. Ini besar kemungkinan karena gaya hidup dan pola makan yang banyak terjadi di sekitar adalah “yang penting enak, toh sekarang masih tetap sehat”. Hehehe. Mungkin itu ada benarnya juga bahwa sekarang memang masih sehat, tetapi apa 10 tahun kemudian akan sama? Saya rasa belum tentu, jika kita tetap tidak mengubah pola makan kita menuju yang baik.

Demikian Tips Pola Hidup Sehat yang saya dapatkan dari 2 buku yang berbeda, yang sudah saya praktekkan.

Semoga bisa menginspirasi Anda

Alhamdulillah…


Referensi

Lebang, E. 2012. Mitos dan Fakta Kesehatan. Jakarta: Kompas.

Shinya, H. 2007. The Miracle of Enzyme. Bandung: Mizan.