Pada hari Kamis, tepatnya tanggal 30 Agustus 2012, Saya berkesempatan bertemu dengan Dosen Favorit Saya (sampai saat ini, dia lah Dosen Favorit Saya dan teman-teman Saya)ย  di daerah Bogor. Kebetulan, dari jauh-jauh hari, Saya memang ingin sekali bertemu dengan dia, karena banyak ilmu yang harus Saya pelajari darinya.

Dia adalah Pak Ditdit N. Utama (Kang Aga), Dosen pada Mata Kuliah Supply Chain Management kami. Tidak hanya sekedar Dosen, tetapi dia mengajarkan banyak hal kepada kami, tentang kehidupan, tentang kebenaran, tentang Islam, tentang bagaimana seharusnya kita hidup, dan juga berkehidupan. Inilah yang membedakan Dosen biasa dengannya, dia mendidik kami, bukan hanya sekedar mengajar.

Pak Ditdit

Gambar 1. Kang Aga

Pak Ditdit

Gambar 2. Kang Aga

Bertemu di Bogor
Karena rumah beliau dekat dengan Bogor, dan pada pembicaraan di Twitter, dia menganjurkan untuk ke Bogor saja jika ingin bertemu, maka Saya langsung mengiyakan untuk bertemu dengannya di Bogor. Lalu ke esokan harinya, sepagi mungkin Saya berangkat ke Stasiun kereta dari Depok menuju Bogor dalam waktu 40 menit. Tertulis di angkutan umum, Baranangsiang-Bubulak, Saya langsung naik angkot itu untuk menuju ke Gedung Alumni IPB (dekat dengan Botani Square, Bogor), tepatnya di Kedai Telapak. Kang Aga katanya sering sekali nongkrongย di sana. Setelah sampai di sana, Saya menunggu beliau beberapa menit… Akhirnya Saya bertemu dengannya…

Pindah Demi Kenyamanan
Ketika Saya datang, Saya langsung duduk di luar, dan setelah bertemu dengan Kang Aga, yang akhirnya ngobrol asyik beberapa menit, beliau mengajak Saya ke dalam Kedai tersebut untuk pindah, karena menjelang siang, akan ada banyak orang yang merokok di sana. Beliau termasuk orang yang tidak suka dengan rokok, begitupun dengan Saya. Hehehe ๐Ÿ™‚

Ke Jerman
Selama 5 Tahun ke depan, Kang Aga cuti mengajar di Kampus kami (UIN Jakarta), karena beliau harus mengerjakan Proyek di Jerman selama 5 tahun, yang juga sekaligus untuk kuliah S3 yang kedua kali nya. Proyek yang dikerjakan pun tidak tanggung-tanggung, yaitu proyek animasi 3D untuk Environmental Informatics. Dan yang lebih hebatnya lagi, beliau adalah ketua Tim proyek, yang membawahi 20 anak buah yang semuanya itu tidak berasal dari Asia, alias hanya Kang Aga lah yang dari Asia. SubhanAllah!

Haji dan Umrah Murah
Ketika kami kuliah sekitar 5 bulan yang lalu, dia bilang bahwa dia bisa menjalankan haji hanya dengan bermodalkan uang sekitar 15 juta rupiah. Siapapun pasti takjub dengan biaya segitu, karena biasanya untuk biaya haji itu membutuhkan uang sekitar 40-60 juta rupiah. Akhirnya hari itu pun Saya tanya bagaimana caranya kepada beliau. Dan beliau memberitahu ke Saya bahwa Haji yang hanya bermodalkan 15 juta rupiah itu adalah Haji yang mengurus semuanya secara individu, mulai dari tiket pesawat, sampai biaya hidup di sana (tidak pakai travel), karena menurut beliau, kalau pakai travel itu terlalu enak, apa-apanya dilayani, Hehehe. Begitulah kira-kira trik agar Haji menjadi murah, bagi Anda yang senang backpacker, cara ini cocok untuk Anda :).

Oh iya, biaya haji 15-20 juta itu adalah biaya haji pada saat 5 tahun yang lalu, mungkin sekarang bisa lebih, sekitar 25 juta-an ๐Ÿ™‚

Kesehatan dan Waktu
Kang Aga memberitahu kepada kami bagaimana dia menjalani hidup sehat dan memberikan nasihat tentang waktu tidur pada saat kami kuliah. Dan pada saat Saya bertemu pun beliau menceritakan itu kembali kepada Saya, seolah itu adalah sebuah pesan penting untuk diingat oleh Saya dan juga teman-teman lainnya.

Pesan beliau yang masih Saya ingat sampai sekarang adalah untuk selalu bangun tidur pada jam 2 atau jam 3 malam, karena itu menyehatkan tubuh kita, yang ternyata itu sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW, bangun malam untuk Shalat Tahajjud, untuk membaca buku, melakukan aktifitas lainnya, yang tujuannya adalah untuk mengurangi waktu tidur dan memperbanyak aktifitas lain.

Selain itu juga Kang Aga berpesan kepada Saya bahwa setelah bangun tidur minumlah 2 gelas air putih, yang ternyata setelah diteliti air putih itu berfungsi untuk membantu organ-organ tubuh untuk aktif setelah istirahat seusai tidur. Tips yang sangat dan amat membantu untuk menjaga kesehatan kita semua.

Hidup dan Berkehidupan
Selain beliau berpesan tentang Kesehatan dan Waktu yang sudah Saya tulis di atas, beliau juga berpesan untuk tidak hanya sekedar hidup, tetapi juga berkehidupan. Bahkan beliau punya 20-30 anak asuh yang harus di biaya setiap bulannya, itu adalah contoh dari berkehidupannya beliau dengan menyantuni anak asuhnya. Saat bulan Ramadhan pun beliau hanya fokus terhadap anak asuhnya, yang bahkan dirinya sendiri pun tidak mendapat bagian.

Rasulullah SAW bersabda :

Seorang muslim itu adalah saudara muslim lainnya, dia tidak boleh menzaliminya dan menghinakannya. Barang siapa yang membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan memenuhi keperluannya. Barang siapa yang melapangkan satu kesusahan seorang muslim, maka Allah akan melapangkan satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan hari kiamat nanti. Dan barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.4677)

Kita semua adalah saudara, jadi sudah sepatutnya kita membantu sesama saudara kita, dengan kita membantu saudara kita, Allah akan membantu kita juga. Begitulah inti dari Hadist tersebut.

Bertemu di Swiss
Sebenarnya masih banyak poin-poin obrolan yang Saya dapatkan dari pertemuan dengan Kang Aga, karena susahnya untuk mentransfer pemahaman dari otak Saya menjadi tulisan, mungkin tulisan ini akan Saya update secara berkala jika tiba-tiba Saya menemukan kata-kata yang pas untuk Saya tuliskan di sini. Hehehe ๐Ÿ™‚

Waktu pun berlalu, akhirnya Saya dan Kang Aga menyudahi pertemuan yang sudah berlangsung selama kurang lebih 4 jam itu, kami berpisah tepat di depan Gedung Alumni IPB. Sebelum berpisah, Kang Aga berkata kepada Saya, “Ayo ketemu lagi, tetapi jangan di sini lagi ketemunya ya!, kita ketemu di Swiss”.

Sambil tertawa, Saya pun membalasnya, “Hahaha, oke Pak siap!”. Semoga, kita bisa bertemu kembali ya Pak di Swiss.

Untuk Kang Aga: Terima Kasih Pak atas pelajaran hidupnya kepada Saya dan juga teman-teman, semoga kami bisa bertemu Bapak kembali di kemudian hari.

Alhamdulillah…


Referensi :

http://www.islam2u.net/index.php?option=com_content&view=article&id=155:44-terjemahan-hadits-shahih-muslim-kitab-kebajikan-dan-adab-sopan-santun&catid=8:hadis-shahih-muslim&Itemid=13