Sebelum kamu mengeluh, pikirkanlah sekali lagi, berapa banyak Nikmat Tuhanmu yang telah kamu sia-siakan? akan lebih baik jika kamu bersyukur

Kata-kata di atas langsung terfikirkan oleh Saya sesaat sebelum Saya ingin mengeluh, yang pada akhirnya membuat Saya tidak jadi mengeluh. Bersyukur itu hal yang sederhana, hal yang sepele bagi kita, tapi itu akan berdampak ke seluruh bagian dari hidup kita.

Betapa banyak orang-orang saat ini yang lebih memilih untuk mengeluh ketimbang bersyukur dengan apa yang dia dapat. Banyak juga teman-teman di Facebook Saya yang setiap update status, isinya selalu mengeluh dengan keadaan, mengeluh karena di tinggal seseorang, mengeluh karena tidak punya makanan, dan masih banyak status-status mengeluh lainnya.

Dulu, Saya seorang yang sering mengeluh, terutama mengeluh karena Cinta.  Sering mengupdate status Facebook yang isinya lirik lagu yang bertemakan Cinta dan Galau, sering mengeluh dengan keadaan. Sampai pada akhirnya seorang Sahabat dekat Saya menampar Saya dengan kata-kata pedasnya.

Saat itu juga, Saya langsung berfikir, “bener juga ya apa kata dia, apa untungnya ngeluh? cuma bisa ngerusak keadaan aja”, begitu kata Saya dalam hati. Lantas Saya langsung introspeksi diri Saya dan menemukan bahwa pada saat itu, Saya belum banyak bersyukur dengan keadaan yang ada, belum menyayangi diri Saya seutuhnya.

Sampai suatu hari, Saya mengikuti acara Seminar di daerah Slipi, Jakarta Pusat, tentang Motivasi Jiwa, dengan harapan semoga Saya bisa keluar dari zona yang tidak nyaman ini. Di sana Saya di terapi oleh seorang Therapist handal selama kurang lebih 2 jam, di terapi tentang bagaimana bersyukur dan bagaimana kita seharusnya mencintai  diri sendiri. Akhirnya, perlahan penyakit itu mulai hilang dari diri Saya. Dan lama-kelamaan juga Saya sekarang menjadi pribadi yang mudah bersyukur atas sesuatu, karena Saya yakin jika kita berterima kasih atas sesuatu, tentunya kita akan terus diberi rezeki oleh Tuhan.

Logika sederhana bersyukur menurut Saya seperti ini. Anda katakanlah sedang butuh sesuatu yang Anda inginkan, katakanlah itu uang sebesar 250 Ribu. Dan tiba-tiba saja seorang teman lama Anda datang menghampiri Anda dengan niatan ingin memberikan Anda rezeki berupa uang sebesar 250 Ribu.

Tentunya, jika Anda berterima kasih, teman Anda akan senang dan juga bahagia melihat Anda senang karena diberi uang olehnya, dan karena Anda orangnya berterima kasih, maka teman Anda akan ada niat untuk memberi uang lagi kepada Anda (ceritanya teman Anda ini orang kaya).

Bersyukur

Image Credits : http://ashleyuporter.com/the-entrepreneur-mindset/

Tetapi, jika Anda tidak berterima kasih sedikitpun atau bahkan mengeluh karena kurang, Saya yakin teman Anda akan berprasangka negatif terhadap Anda. “yang sudah di kasih saja, kamu tidak bersyukur, bagaimana mungkin Saya mau kasih kamu lagi kalau setiap diberi sesuatu saja kerjaan kamu hanya mengeluh”

Itulah sepotong ilustrasi yang menggambarkan bagaimana 2 sifat orang yang berbeda, yang satu pandai bersyukur dan yang satu lagi pandai mengeluh :). Kita di dunia ini mungkin tidak sadar betapa banyak rezeki yang Tuhan berikan kepada kita setiap harinya. Sampai-sampai, saking banyaknya, kita malah justru lupa untuk berterima kasih kepada Tuhan yang Maha Pengasih. Bayangkan, setiap harinya kita diberi kesempatan hidup, diberikan kesempatan untuk berbagi kepada sesama, masih dipertemukan dengan orang yang kita Sayangi, dan masih banyak lagi rezeki dari Tuhan yang kita sendiri mungkin tidak akan sanggup untuk menghitungnya. Sudah sepatutnya kita mensyukuri apa yang Tuhan berikan kepada kita. Karena jika kita mengeluh, mungkin saja Tuhan akan melupakan kita, yang mungkin saja kita malah kehilangan kesempatan untuk mendapatkan rezeki yang berlebih.

Terlebih jika Anda berterima kasih atas rezeki yang telah diberikan oleh Tuhan dan juga Anda menggunakannya untuk membantu orang lain. Tentu Tuhan akan memberikan lebih kepada Anda, karena dirasa Anda adalah orang yang dermawan, sehingga Anda harus sesering mungkin diberi rezeki.

Bolehkah Mengeluh?
Bolehkah Mengeluh? Tentu boleh saja. Tetapi kalau bisa frekuensi mengeluhnya dikurangi dan lebih diperbanyak frekuensi bersyukurnya. Apalagi sampai mengeluh ke Social Media seperti teman-teman Saya di Facebook. Yang ada, kita hanya akan memperburuk kualitas diri kita di hadapan orang lain, karena kita mengumbar masalah kita dengan cara mengeluh. Sungguh bukan cara yang baik untuk hidup menurut Saya.

Bolehkah Mengeluh? Tentu boleh saja. Asal langsung dicari solusinya. Katakanlah Anda lapar, kemudian Anda update status di Facebook dengan kata “Duh!! Laper nih!!! di rumah ga ada makanan lagi!!!”. Nah dengan status seperti itu saja, Anda sudah memperburuk kualitas diri Anda di depan banyak orang hanya karena di rumah Anda tidak ada makanan, dan malah mengupdate status itu di depan teman-teman Anda. Padahal Anda bisa saja keluar untuk mencari makanan, beli ke warung terdekat. Ingat, langsung di cari solusinya.

Bolehkah Mengeluh? Tentu boleh saja. Asal keluhkan semua itu pada Tuhan.

Sungguh hanya Tuhan-lah tempat terbaik untuk kembali, sekalipun diri kita sudah tidak sesuci dulu lagi.

Ya, semua permasalahan kita, Tuhan tahu, mengerti, paham benar semua permasalahan kita. Jika tidak ketemu juga solusinya, mendekatlah kepada Tuhan, pemilik energi terbesar, Sang Pencipta kita. InsyaAllah akan ada jalan keluar dari setiap permasalahan kita.

jadi,  sekarang untuk Anda yang sering mengeluh, tentu tahu dong harus berbuat apa? Ya, bersyukur! hilangkan sifat jelek itu dan berusahalah untuk sering berterima kasih atas segala sesuatu yang Anda terima maupun yang belum Anda terima.