Saat postingan ini Saya tulis, Saya dan 17 teman Saya yang lainnya sedang berada di suatu tempat di daerah Bogor, tepatnya di daerah Desa Lemah Duhur, Cimande untuk melakukan salah satu tugas dari kampus kami, yaitu KKN (Kuliah Kerja Nyata). Singkatnya, KKN adalah suatu tugas dimana sebuah kelompok yang terdiri dari maksimal 20 orang, datang ke suatu daerah untuk berkontribusi secara penuh untuk membantu warga setempat selama minimal 1 bulan. Dan, di KKN 2012 dari kampus kami yaitu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memiliki 100 lebih kelompok yang tersebar ke seluruh Indonesia. Ada yang ke Padang, ada yang ke Pulau Seribu, dan bahkan ada yang ke Sulawesi.

Di Kami salut dengan sebuah kegiatan sosial ini. Dengan harapan, berkat adanya kami, Masyarakat setempat bisa mendapatkan banyak bantuan dari Kami, dan Kami pun dengan bangga bisa membantu mereka untuk melakukan banyak kegiatan sosial yang tentunya sesuai dengan keinginan dari Masyarakat setempat.

Banyak sekali pelajaran dan pengalaman yang Kami dapatkan dari Desa Lemah Duhur ini, walaupun aktifitas Kami baru berjalan sekitar 3 hari, Tetapi kesempatan dan juga kebersamaan yang Kami dapat ini menjadi titik awal bahwa Kami ternyata memang bisa hidup bermasyarakat, hidup bersosialisasi dengan masyarakat lainnya.

Banyak juga kisah Kami yang bisa Saya share pada tulisan ini, tidak banyak sih, tetapi bagi Kami, ini adalah suatu pengalaman yang tidak akan Kami lupakan.

Tempat Tinggal
Untuk tempat tinggal, Kami tinggal di sebuah rumah yang berbahan dasar dari Bambu (tidak ada lantai keramik), dan juga tempat tinggal kami tidak terlalu besar. Ya cukuplah untuk menampung Kami yang bertotalkan ada 18 orang ini.

Tempat ini nyaman sekali untuk refreshing1, untuk berkumpul, dan untuk beristirahat. Dengan tempat yang nyaman, udara yang sejuk, dan Air yang dingin. Kami pun tinggal 1 rumah dengan 2 orang pengurus rumah ini, yang menjadi pahlawan kami ๐Ÿ™‚

Tempat Tinggal

Gambar 1. Tempat Tinggal

Tempat Tinggal

Gambar 2. Tempat Tinggal

Tempat Tinggal

Gambar 3. Tempat Tinggal

Masjid Usang
Tepat di samping rumah yang Kami tempati, ada sebuah Masjid yang usang, yang kalau di lihat dari kejauhan, kita pasti langsung berfikir, “Ah itu sepertinya Masjid tua, sudah usang, kotor”. Dan yang lebih parahnya lagi, Masjid ini pun kosong ketika dimulai Shalat (apalagi pas Shalat Subuh).

Dalam tugas Kami dalam acara KKN ini adalah ikut meramaikan Masjid tersebut, karena jamaah di Masjid tersebut sangatlah sedikit, tidak sampai 10 orang. Setiap harinya Kami Shalat Berjamaah sekaligus bersosialisasi kepada Masyarakat. Kami senang karena Kami membawa manfaat bagi Masyarakat setempat. Alhamdulillah ๐Ÿ™‚

Masjid Usang

Gambar 4. Masjid Usang

Air! Air! Air!
Perlu diketahui, yang namanya di Gunung, air yang mengalir tidak tentu, kadang mengalir dengan deras, kadang juga mengalir seadanya. Keadaan itulah yang membuat kamar mandi di rumah tempat tinggal kami kehabisan air. Hingga akhirnya Kami berinisiatif untuk mengambil air dari tempat yang banyak mengalir airnya dengan ember, lalu dibawa untuk mandi.

Oh ya, untuk air di Desa ini pun mungkin Anda sudah tahu, bahwa air di gunung itu terkenal dengan dingin nya. Ya Betul! Air di daerah tempat tinggal Kami memang sangat dingin sekali, bahka lebih dingin daripada air es yang suka kita gunakan di Jakarta.

Dan terkadang juga, air gunung ini tidak selama nya mengalir deras seperti kenyataannya. Saya harus menyedot air dengan selang untuk menarik air keluar dari selang tempat keluarnnya air.

Mengambil Air

Gambar 5. Mengambil Air

Mengambil Air

Gambar 6. Mengambil Air

Makan Seadanya
Untuk urusan makan, karena anggaran Kami yang sedikit, maka Kami memutuskan untuk makan seadanya. Yah, bahkan makan dengan tempe goreng pun jadi, yang penting makan dan terpenuhi keinginan untuk makan nya itu. Tetapi kadang Kami pun bisa untuk makan yang lebih mewah, tetapi hal itu hanya terjadi sesekali saja, yah paling dalam 2 atau 3 hari, Kami makan mewah hanya beberapa kali saja.

Memasak

Gambar 7. Memasak

2 Orang Pahlawan
Di rumah yang Kami tempati, ada 2 orang yang sangat setia membantu Kami untuk urusan masak, bersih-bersih dan membantu keperluan yang lainnya. Dia adalah Kang Deden dan Teh Ela. Sepasang suami Istri yang punya dedikasi penuh untuk merawat rumah tersebut, dan juga membantu Kami, khususnya untuk urusan konsumsi.

Seharusnya Kami lah yang memasak, bersih-bersih rumah tersebut, tetapi karena kata Teh Ela, hal itu sangat sakral bagi Desa mereka, maka Kami mengikuti saja perkataan mereka. Jadi untuk urusan makan sehari-hari, Teh Ela yang memasak, dan Kang Deden yang membantu.

Terkadang, Saya pun suka ikut membantu Teh Ela dan Kang Deden untuk mengurus konsumsi, dan mereka mengiyakan. Alhamdulillah ๐Ÿ™‚

begitulah kira-kira cerita singkat kami saat ini, untuk cerita lanjut akan Saya update secara berkala.

To be Continued…


1 Mencari Udara Segar